
Lama Vee tidak sadar Anes memutuskan untuk pergi ke tempat penahanan dua wanita yang menyebabkan Vee seperti ini, para penjaga disana langsung membukakan gerbang saat melihat mobil Anes memasuki area kekuasaan keluarga Justin.
"Selamat datang nona." Sapa seorang penjaga, Anes mengangguk wanita itu berjalan tanpa melepaskan kacamata hitam yang ia kenakan.
"Bagaimana keadaan mereka?" Tanya Anes.
"Mereka masih sama seperti pertama kali datang kesini nona, masih suka berteriak dan memberontak." Ucap salah satu penjaga markas.
"Antarkan aku menemui mereka." Ucap Anes, penjaga itu mengangguk dengan cepat.
"Baik, mari ikuti saya nona." Ujar nya, Anes mengikuti lelaki itu dan berjalan melewati sebuah lorong yang terlihat cukup gelap dan terasa sangat hening.
"Lepaskan saya apakah kalian g*la, kalian g*la karena menuruti perintah wanita tidak memiliki hati itu." Teriak wanita tua, yang tak lain adalah ibu tiri Vee.
Teriakan itu terdengar oleh Anes, bukannya sadar atas kesalahan yang sudah di lakukan nya. Kedua wanita yang tidak memiliki rasa malu itu malah memberontak.
Saat melihat kedatangan Anes kedua wanita itu bangun dari duduknya dan menatap tajam Anes, sementara Anes duduk di kursi yang sudah di sediakan oleh bodyguard nya.
"Lepaskan kami, kau tidak bisa menuduh kami seperti ini." Teriak nya, Anes menatap sinis kedua wanita itu.
"Kamu wanita yang belum menikah, harusnya kamu tahu bagaimana berada di posisi aku." Ucap wanita yang masih muda, ah Anes tahu dia adalah saudara tiri Vee.
"Kau menyamakan aku dengan dirimu?" Tanya Anes tak terima, yang benar saja Anes disamakan dengan dirinya.
"Kita sama-sama wanita yang belum menikah, tentu saja wajar jika orang tua kita berusaha mencarikan calon suami untuk putrinya." Ujar nya, Anes tertawa renyah mendengar perkataan itu.
"Hey dari sudut manapun aku dan kamu itu tidak sama, kita jelas jauh berbeda. Ibumu mencarikan calon suami dengan cara yang salah, jelas-jelas dia tahu jika Aiden itu suami Vee kakak ipar ku kenapa dia menginginkan lelaki yang sudah beristri untuk menjadi suami dari putri kandungnya. Sementara mommy ku, dia tidak melakukan hal licik agar aku mendapatkan calon suami yang sesuai kriteria keluarga ku. Dengan hanya berdiam diri saja mommy ku mendapatkan banyak tawaran untuk berbesanan." Ucap Anes, wanita itu terlihat tidak terima dengan perkataan Anes.
"Kau mer*nd*hkan aku." Ujar nya.
"Aku tidak melakukan itu dan aku hanya mengatakan yang sebenarnya." Ucap Anes.
"Cih, aku bahkan bisa mendapatkan banyak lelaki untuk putriku." Teriak wanita tua.
"Ya kau lakukan saja itu jika kau bisa, untuk sekarang aku akan membuat kamu merasakan apa yang kakak ipar ku rasakan." Ucap Anes, wanita cantik itu sangat terlihat santai.
"Kau selalu membela anak t*dak tahu d*ri itu." Teriak ibu tiri Vee.
"Tutup mulutmu, jangan pernah mengatakan sesuatu yang menjelekan kakak ipar ku." Teriak Anes.
"Berikan." Ucap Anes menadahkan tangan nya, bodyguard yang sedari tadi berdiri di belakang nona muda nya memberikan sebuah pest*l kepada Anes, ya anggap saja bodyguard.
Mata ibu tiri dan saudara tiri Vee membulat sempurna saat melihat benda apa yang di pegang oleh Anes, kedua wanita itu terlihat ketakutan.
__ADS_1
"Sepertinya sebuah perceraian tidak cukup membuat kamu dan ibumu mender*ta, sementara aku menginginkan kalian merasakan apa yang Vee rasakan." Ucap Anes, menatap nyalang kedua wanita di hadapannya.
"Kalian tahu untuk melakukan ini aku tidak akan peduli kalian memandang aku sebagai wanita apa, tapi disini anggap saja aku sebagai adik yang tidak terima dengan perlakuan dan perkataan kalian kepada Vee. Aku sudah berjanji jika kalian harus merasakan hal yang sama dengan Vee." Tambah Anes.
"Ap_apa yang akan kamu lakukan?" Tanya ibu tiri Vee.
"Selain kalian membuat Vee koma, kalian juga yang membuat kedua pelayan di rumah kami masuk rumah sakit. Dan aku akan membuat kalian membayar nya." Ucap Anes, mengarahkan pist*l yang di pegang nya kepada kedua wanita itu.
1...2....3...
*Do*or*... Tepat sasaran Anes melukai paha wanita itu sebelah kiri, Anes sengaja tidak ingin langsung memb*n*h nya karena Anes ingin membuat keduanya mend*rita.
"Mama." Teriak wanita muda itu.
"Akhhh, ka_kaki ku." Teriak nya kesakitan.
*Do*or*... Kali ini Anes melukai tangan kanan ibu tiri Vee.
"Araaagghhh." Teriak nya, anak wanita itu menatap marah Anes.
"Kau g*la, kau benar-benar tidak memiliki hati." Teriak nya.
"Tanya apa yang ibumu lakukan kepada Vee dulu bahkan sampai sekarang." Ucap Anes.
1....2....3
Do*or...Do*or... Anes mengenai paha kanan dan tangan kiri saudara tiri Vee, hingga membuat wanita itu menjerit kesakitan.
"Araaagghhh, mami sakit mi hiks. Mami sakit." Teriak nya, sementara mami nya sudah terlihat lemah.
Anes berjalan mendekati kedua wanita itu dan berjongkok di hadapan nya, Anes tersenyum melihat keduanya yang kesakitan.
"Ini belum seberapa jika dibandingkan dengan yang dialami oleh Vee, luka tubuh masih bisa di obati dari luka mental yang dialami Vee." Ucap Anes, ia berdiri dan berjalan mendekati bodyguard yang masih berada di tempat nya.
"Setelah keduanya terlihat sangat lemah panggilkan doker, tapi ingat jangan sampai membuat keduanya sembuh. Mereka harus merasakan apa yang Vee rasakan." Ucap Anes, menyerahkan lagi benda yang ia kenakan untuk memberi pelajaran kepada dua wanita itu.
"Baik nona." Ucap nya, Anes berjalan keluar dengan ekspresi yang sulit untuk di artikan.
"Silahkan nona." Ucap penjaga diluar, yang membukakan pintu mobil Anes.
"Terimakasih." Ucap Anes, penjaga itu mengangguk dan tersenyum manis kepada nona muda nya.
Anes melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, ia senang karena sudah melakukan apa yang seharusnya ia lakukan.
__ADS_1
"Tenanglah Vee tidak akan ada yang bisa menyakiti kamu lagi setelah ini, aku memang bukan adik kandung kamu. Tapi bagiku kamu adalah kakak sesungguhnya untuk aku, karena kamu adalah sumber kebahagiaan bagi kak Aiden kakak kandungku." Gumam Anes.
Anes melajukan mobilnya menuju rumah sakit, ia berharap setelah memberikan pelajaran kepada kedua wanita itu Vee akan sadar.
Vee adalah harapan Anes agar Aiden kembali ceria, akhir-akhir ini kakak nya itu terlihat sangat murung dan tidak bersemangat.
"Semoga kamu sudah sadar Vee, kasihan bang ai dan baby yang menunggu kamu." Guma nya lagi.
Aneska wanita itu merasa sakit saat melihat anak Aiden yang menangis dalam gendongan nya saat itu, hal itulah yang menggerakkan Anes untuk memberikan sedikit pelajaran kepada dua wanita itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Aneska
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N: Anes dan penampilan nya ga kaleng-kaleng 👍😁
A: Anes makin hari makin horor wey 😌
N: Alexi dan Axel be like: Dah lah semua terserah nona muda, gue mau turun tangan aja di larang 🤣
A: Anes pengen dia sendiri yang bales soalnya 😩
N: Mantap dah 😂😂
__ADS_1