
Di sebuah perusahaan besar terlihat dua orang lelaki yang sedang berhadapan, Aiden dan Alexi kakak beradik itu sedang membahas proyek baru mereka.
Sampai tiba-tiba seseorang masuk dengan terengah-engah, membuat Alexi dan Aiden mengernyit heran.
"Tuan muda." Panggil nya.
"Ada apa?" Tanya Aiden dan Alexi.
"Gawat tuan gawat." Ucap orang itu.
"Apa yang terjadi, kamu yang membuat kami bingung." Ucap Aiden.
"Nona muda tuan, nona muda bertengkar di restoran." Ucap nya, Aiden dan Alexi bingung nona muda yang mana yang dimaksud?
Masalahnya Alexi juga meminta beberapa bodyguard untuk mengikuti dan menjaga Alea, karena akhir-akhir ini wanita nya itu begitu sibuk dengan pekerjaan.
"Nona muda siapa yang kau maksud?" Tanya Aiden, yang sudah mengetahui jika Alexi menugaskan beberapa bodyguard untuk menjaga wanita nya.
"Nona Anes tuan." Ucap nya, Aiden dan Alexi terbelalak mendengar perkataan orang itu.
"Kamu tidak bercanda?" Tanya Aiden.
"Untuk apa saya bercanda tuan, jika ini menyangkut nona muda saya tidak akan_" Ucapan orang itu terhenti, saat Alexi dan Aiden berlari keluar dari ruang kerja nya.
"Tuan saya belum selesai bicara." Ucap orang kepercayaan Aiden, namun bos nya itu sudah melesat pergi dengan cepat.
"Kenapa Anes bertengkar di tempat umum." Gumam Aiden.
"Kamu seperti tidak tahu Anes saja, jika ada orang yang menggangu nya dia tidak akan pandang tempat." Ucap Alexi.
"Ngomong-ngomong kita ke restoran mana, kita belum tahu kemana Anes pergi." Ucap Aiden, Alexi terdiam sejenak ia mengingat jika hari ini bukankah Vee akan pergi bersama Anes.
"Bang bukankah hari ini Vee ijin pergi bersama Anes?" Ucap Alexi.
"Hmmm, memangnya kenapa?" Tanya Aiden, ia belum mengingat istrinya sedang hamil. Kasihan sekali anak Aiden selalu terlupakan.
"Itu artinya Vee ada bersama Anes sekarang." Ucap Alexi, Aiden terbelalak benar juga ia semakin dibuat kalang kabut.
Aiden takut Anes terluka yang akan membuat sang Daddy kebakaran jenggot, ia juga takut Vee kenapa-kenapa dan membahayakan anak nya.
Sementara itu di sebuah restoran mewah Anes dan Lolita masih berhadapan, Lolita menatap Vee yang masih terlihat tenang.
"Kamu sungguh tidak tahu malu." Ucap Lolita.
"Dan kamu tidak tahu d*ri." Ucap Anes, semakin membuat Lolita kesal.
"Tuan muda Gavriel yakin tidak mengenal nona muda Abrisham, selama ini banyak para pembisnis muda yang menginginkan nona muda Abrisham dengan sungguh-sungguh." Ucap klien Deandra.
"Lalu mengapa mereka tidak bisa mendapatkan nya?" Tanya Deandra.
"Karena putri dari Justin Abrisham itu sangat menutup diri, ia hanya akan akrab dengan orang-orang disekitar nya saja. Sikap nya yang datar dan dingin membuat para lelaki sulit untuk mendekati nya, padahal kebanyakan dari mereka sudah meminta ijin kepada tuan Justin." Ujar nya, Deandra dan tangan kanan nya terdiam mendengar itu.
__ADS_1
"Lalu bagaimana bisa orang yang bersikap dingin dan datar membuat keributan di tempat umum, apalagi dia seorang nona muda." Ucap Deandra.
"Nona Anes terkenal elegan dan cukup keras, dia tidak akan membuat keributan jika tidak ada yang menggangu nya. Mungkin wanita hamil itu yang sudah mengganggu dan merusak mood nya." Ucap klien Deandra.
"Sepertinya anda begitu mengenal nya." Ucap Deandra, membuat klien nya tersenyum tipis.
"Karena saya salah satu dari lelaki yang berusaha untuk mendekati nya, namun selalu tidak bisa berada di dekatnya. Saya selalu mencari tahu mengenai dia." Ujar nya, Deandra tercengang mendengar perkataan itu.
Bisa-bisanya banyak lelaki yang menginginkan Anes, sementara dirinya malah menolak Anes habis-habisan. Bahkan Deandra selalu membuat Anes kesal.
"Kau." Pekik Lolita, ia berusaha menyiramkan minuman kepada Vee dan Adelle.
Namun dengan cepat Anes memeluk kedua saudaranya, hingga akhirnya minuman itu mengenai punggungnya.
Vee dan Adelle yang bertubuh mungil menatap Anes, sementara Anes tersenyum manis kepada kedua saudaranya itu.
"Bisakah kalian pergi, aku tidak ingin kalian terluka." Ucap Anes, semua orang semakin kagum dengan usaha Anes yang melindungi Vee dan Adelle.
"Tidak, aku tidak akan meninggalkan kamu Anes. Sudah cukup jangan sampai kamu lepas kontrol." Ucap Vee dan Adelle.
Lolita berniat memukulkan gelas yang ia pegang ke kepala Anes, semua orang menjerit histeris sampai pada akhirnya seseorang menahan pergerakan Lolita.
"Awas." Teriak para pengunjung restoran, seseorang menepis tangan Lolita hingga membuat gelas itu terjatuh ke lantai.
Praaannkk... Bunyi pecahan gelas yang begitu nyaring membuat Anes, Adelle, dan Vee tersentak.
"Apa yang kamu lakukan?" Teriak Lolita, kepada lelaki tampan, bertubuh tinggi, dan memiliki tatapan yang tajam itu.
"Apa kau g*la?" Tanya nya, hanya perkataan itu yang keluar dari mulutnya.
"Kau mengataiku g*la?" Tanya nya balik.
"Ya, sepertinya kau tidak w*r*s." Ucap Deandra, ya lelaki itu adalah Deandra.
Saat melihat Lolita mengangkat tangan nya yang memegang gelas, Deandra memperhatikan Anes yang sepertinya tidak menyadari pergerakan Lolita.
Tanpa menunggu lama lelaki itu bangun dari duduknya dan berlari untuk menghalangi Lolita, Anes dan dua ibu hamil itu menoleh menatap tubuh tinggi Deandra.
"Kau tahu karena dia aku harus berpisah dengan kekasih ku." Lirih Lolita menangis di hadapan Deandra.
"Bagus kalau begitu." Ucap Deandra, Lolita mengernyit menatap tajam Deandra.
"Apa maksudmu?" Tanya Lolita tak terima.
"Kamu mengandung bayi yang bukan anaknya, jadi wajar dia meninggal kamu." Ucap Deandra, hal itu membuat Lolita bungkam seribu bahasa.
"Aneska." Panggil Alexi dan Aiden, Alexi melihat baju Anes yang basah.
"Sayang kamu tidak apa-apa?" Tanya Aiden kepada Vee.
"Hmmm, aku tidak apa-apa. Tapi Anes." Ucap Vee, Aiden mengalihkan pandangan nya kepada Anes.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja." Ucap Anes, Deandra yang mendengar itu mengernyit.
Apakah Anes benar-benar wanita? Kenapa dia begitu kuat? Pantas saja Anes berani mengancam Deandra dan akan membuat hidup Deandra lebih mend*rita dari apa yang akan dilakukan oleh lelaki itu.
"Deandra kamu tidak apa-apa?" Tanya Alexi.
"Saya tidak apa-apa." Jawab nya, Alexi mengangguk.
"Adelle kamu baik-baik saja?" Tanya Anes, Adelle mengangguk dan tersenyum.
"Aku baik-baik saja dan semua ini karena kamu." Ucap Adelle.
"Tuan muda anda tidak apa-apa?" Tanya bodyguard Deandra.
"Saya baik-baik saja, tolong urus wanita ini jangan biarkan dia membuat keributan lagi." Ucap Deandra, setelah itu Deandra pergi begitu saja membuat Alexi dan Aiden menatap nya.
"Cih, kamu lagi tusuk sate." Ucap Alexi, saat melihat wajah Lolita.
Sementara Lolita menatap Alexi dengan sinis, Alexi dan Aiden mengajak Anes, Adelle dan Vee ke butik. Mereka akan menemani Anes membeli pakaian, karena baju yang di pakai oleh Anes basah dan kotor.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Maaaaakkkk pen laki model Deandra Mak, cuek tapi peduli gitu ceritanya 😭*
A: Hallu hallu ngarep kamu 😌
N: Thor Lo seneng banget nampar pake kenyataan 😭
A: Uun bangun yuk nak yuk, udah siang waktunya nguli 😂
N: Solimi nya anda 😒
A: 😂😂😂
__ADS_1