Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 263


__ADS_3

Keesokan harinya pagi-pagi sekali Tiana sudah terbangun dari tidurnya, wanita itu merapikan sofa tempat nya tidur dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Setelah selesai mandi Tiana keluar dari kamar dan berjalan menuju dapur, beberapa pelayan menunduk hormat kepada nona muda yang baru saja masuk di keluarga Abrisham.


"Selamat pagi nona." Sapa seorang pelayan.


"Pagi." Balas Tiana.


"Ada yang nona inginkan?" Tanta nya, Tiana menggelengkan kepalanya.


"Tidak tapi bolehkah aku membantu kalian memasak." Ucap Tiana.


"Maaf nona kami tidak bisa membiarkan nona untuk ke dapur, sebaiknya nona kembali ke kamar saja." Ucap pelayan itu.


"Mbak saya mohon tolong biarkan saya membantu kalian, saya tidak bisa jika hanya berdiam diri." Ucap nya.


"Tiana kamu sedang apa?" Tanya Mae yang juga baru datang ke dapur.


"Nona ingin memasak nyonya." Ucap pelayan.


"Tiana tidak perlu sebaiknya kamu kembali ke kamar, pengantin baru tidak perlu mengerjakan apapun." Ucap Mae,Tiana merasa tidak enak jika hanya berdiam diri.


"Mi." Lirih Tiana.


"Kemari sebaiknya kamu kembali ke kamar dan temani suami kamu, lagian Axel juga hari ini sepertinya tidak ke kantor jadi habiskan waktu kalian bersama." Ucap Mae,wanita itu mengantar Tiana ke kamar nya.


"Mi Tiana gak apa-apa kok kalau masak." Ucap Tiana.


"Tiana mami bilang masuk." Ucap Mae, akhirnya mau tidak mau Tiana pun menuruti keinginan ibu mertuanya.


Ia masuk kedalam kamar dan betapa terkejutnya Tiana melihat Axel yang baru saja selesai mandi, dan hanya memakai handuk yang melilit di pinggang nya.


"Aaaaaaa." Teriak Tiana, membuat Axel buru-buru mendekati istrinya dan membungkam mulut Tiana menggunakan tangan nya.


"Stttt berisik kamu ini pagi-pagi sudah teriak-teriak." Ucap Axel, wajah keduanya ini terlihat sangat dekat.


Tiana wanita itu tidak bisa berkutik hanya matanya saja yang berkedip lucu melihat ketampanan Axel, melihat Tiana yang menatap nya Axel menjauhi tubuh Tiana dan melepaskan tangan nya.


"Kenapa kamu kembali ke kamar?" Tanya Axel.


"Mami yang menyuruhku." Jawab Tiana, Axel tidak lagi berbicara lelaki itu berjalan menuju ruang ganti.


Tiana yang terlihat polos mengikuti langkah kaki Axel dari belakang, ia ingin bertanya kepada suaminya itu.


"Apakah semua orang dirumah ini memang seperti ini?" Tanya Tiana.


"Seperti ini bagaimana." Ucap Axel, meskipun kesal lelaki itu tetap menjawab nya.


"Ya melarang anak gadis mereka untuk memasak di dapur, kenapa harus seperti itu?" Tanya Tiana, ia terus mengikuti Axel yang berjalan mengambil pakaian,dasi, dan jam tangan nya.

__ADS_1


"Tidak juga mungkin mami hanya berpikir jika kamu adalah orang baru." Ucap Axel.


"Hmmm, apakah kak Aleta juga seperti itu?" Tanya Tiana lagi.


"Kau ini kenapa terus mengikuti saya." Bentak Axel, Tiana terdiam dan menatap Axel dengan tatapan tajam.


"Saya hanya bertanya apa salahnya." Ucap Tiana.


"Kamu bisa bertanya dengan tetap diam di tempatmu, kamu ingin melihat saya memakai pakaian di hadapan kamu." Ucap Axel, lelaki itu memegang pakaian yang sudah ia ambil dari lemari nya.


"Tentu saja tidak." Ucap Tiana.


"Pergi dari hadapan ku sekarang, kamu selalu saja membuat saya emosi di pagi hari Tatiana." Geram Axel, akhirnya Tiana pun memutuskan untuk pergi meninggalkan Axel.


Wanita itu merapikan tempat tidur Axel dan duduk di sofa, Tiana tidak terbiasa dengan kehidupan seperti ini. Ia sudah terbiasa untuk bekerja dan bekerja bukan bersantai-santai sebagai nona muda.


...


Di tempat lain terlihat dia menantu Justin yang sedang berunding tentang menu sarapan pagi ini, Alea menginginkan capcay, ayam goreng dengan nasi putih sementara Vee wanita itu ingin ayam balado.


"Baiklah Alea kamu potong-potong sayurannya dan aku akan membersihkan ayam nya." Ucap Vee.


"Oke." Balas Alea, wanita itu mengambil beberapa bahan dari kulkas.


"Nona biarkan saya yang membersihkan ayam nya." Ucap kepala pelayan.


"Tidak perlu pak kamu siapkan sarapan untuk mommy dan Daddy saja, setahuku mommy dan Daddy jarang memakan makanan berat saat sarapan." Ucap Vee.


"Pak tidak apa-apa kamu bisa kerjakan yang lain saja." Ucap Vee.


"Kak Vee mau masak sebanyak apa?" Tanya Alea.


"Sekalian untuk para pelayan tidak masalah." Jawab Vee, Alea mengangguk ya Vee dan Alea memang selalu seperti itu mereka tidak membedakan apa yang dimakan oleh pelayan dan para anggota keluarga.


"Baiklah kalau begitu." Jawab Alea lagi, keduanya terlihat akur bukan ya begitulah para menantu Justin.


"Vee dasi lu please." Teriak Aiden dari tangga.


"Kak Vee bayi gede kamu meminta dasi." Ucap Alea, Vee menghela nafasnya Aiden itu kebiasaan padahal Vee selalu meletakkan dasi nya di atas laci tempat jam tangan.


"Di tempat biasa Daddy." Jawab Vee.


"Okhey." Ucap Aiden, Alea tertawa pagi-pagi sudah heboh perkara dasi.


"Veronica tidak ada kamu taruh dimana." Panggil Aiden lagi, lihatlah betapa manjanya suami Aiden ini.


"Sebentar." Ucap Vee, meskipun jarak dapur dan kamar nya jauh wanita itu tetap menghampiri suaminya yang berdiri di tangga dan pergi ke kamar untuk memberikan dasi dan jam tangan.


Saat Vee keluar dari kamar nya ia melihat Alexi sang adik ipar yang terlihat pusing, Vee yakin apa yang dicari Alexi tak jauh dengan apa yang dicari oleh suaminya.

__ADS_1


"Vee Alea dimana?" Tanya Alexi.


"Di dapur Al." Jawab Vee, buru-buru lelaki itu memanggil istrinya.


"Sayang jam tanganku dimana?" Teriak Alexi.


"Aku taruh di meja dekat sofa." Jawab Alea.


"Tidak ada tolong bantu aku sebentar." Ucap Alexi, Alea menghela nafasnya kini tingga Vee yang tertawa kecil melihat Alea dan Alexi.


Kadang mereka merasa bingung padahal sebelum menikah Aiden dan Alexi bisa menemukan barang yang mereka inginkan dengan mudah, tapi kenapa setelah menikah mereka seperti tidak tahu apapun.


Padahal Vee dan Alea tidak memindahkan posisi dari barang-barang suaminya, semua itu masih tersusun rapi di tempat yang sama namun aneh nya mereka selalu meminta para istri yang mencarinya.


Setelah sudah selesai memberikan apa yang dibutuhkan oleh suaminya Alea kembali ke dapur dan memasak, setelah cukup lama akhirnya merekapun selesai memasak dan waktunya sarapan.


Mom Dea dan dad Justin tersenyum melihat kekompakan para menantu nya, ia membayangkan bagaimana jika Anes tinggal disini juga pasti akan sangat ramai dan menyenangkan.


"Kalian berdua akan ke kantor?" Tanya sang Daddy kepada kedua putranya.


"Iya dad kami akan pergi ke kantor." Jawab Alexi dan Aiden.


"Alea mommy dan Daddy ada urusan penting beberapa hari, apakah kamu bisa tinggal di rumah dan tidak pergi ke kantor sayang?" Tanya mom Dea.


"Tentu saja mommy tidak perlu khawatir." Balas Alea, merekapun sarapan dengan tenang dan setelah selesai sarapan para keluarga kembali dengan kesibukan nya masing-masing.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


A**: Buat yg nanya kenapa part Dena cuma sedikit, ya karena ini bukan lapak nya Dena. dan satu lagi ini juga bukan cuma lapak Aiden dan Vee, tapi lapak bersama dari Aiden, Alexi, dan saudara-saudara nya yg lain ya guys. Yang aku pisah cuma Anes doang 😁*


N: Yes aku paham 😂


A: Uun emang selalu paham 😂

__ADS_1


N: 😂😂😂


__ADS_2