Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 199


__ADS_3

Sepulang dari kantor Anes berjalan memasuki rumah dan langsung mencari keberadaan baby Varo, mommy menatap Anes yang berjalan dengan cepat.


"Sayang ada apa kenapa terlihat buru-buru seperti itu?" Tanya mom Dea.


"Dimana Varo mom." Ucap Anes.


"Varo berada di kamar mommy nya lah sayang, memang dimana lagi." Ucap mom Dea.


"Oke." Ucap Anes, wanita itu melenggang masuk kedalam kamar Vee dengan percaya diri.


"Varo mommy datang." Ucap Anes, membuat Aiden dan Alexi tertawa kecil mendengar perkataan Anes.


"Lah." Ucap Anes terkejut, karena di kamar Aiden ada adik bungsu nya yang sedang bermain dengan Varo.


"Gaya doang mommy-mommy statu saja belum jelas." Ucap Alexi.


"Alexi Abrisham, dengar ya masih untung aku status belum jelas ya karena memang belum ada kesepakatan untuk pacaran. Lah kamu Alea sudah menjadi pacar kamu tapi masih di kejar mantan nya, tiati pak ditikung nanti nangeess." Goda Anes.


"Dih gak lah, Alea setia memang kamu." Ucap Alexi.


"Apa mau bilang aku tidak setia? Aku setia meskipun status masih belum jelas aku tidak pergi dengan lelaki manapun." Ucap Anes bangga.


"Yasudah kalau begitu ayo pergi." Ucap Alexi.


"Hah, ngapain?" Tanya Anes.


"Katanya tidak pergi dengan lelaki manapun, yasudah ayok pergi. Dengan begitu kamu tidak setia lagi." Ucap Alexi, Anes menyentil kening adik nya itu.


"Hey, bo*oh boleh tapi jangan di borong semua. Kamu itu adikku percuma mau kita pergi setahun dua tahun pun tidak akan ada yang mengatakan jika aku tidak setia." Sengit Anes, Vee dan Aiden tertawa melihat kelakuan si kembar.


"Iya juga ya." Ucap Alexi.


"Anak Justin gak pernah bener emang." Ceplos Anes.


"Sadar diri memangnya kamu anak siapa?" Ucap Aiden, menarik telinga Anes.


"Aaaaaa, sakit eh hilap aduh." Ucap Anes.


Kebiasaan jika bercanda dengan Aleta jadi membuat Anes sering keceplosan,Vee tertawa renyah dengan tingkah ketiga nya.


"Daddy." Panggil Anes, saat melihat Daddy nya lewat.


"Kenapa sayang, loh bang kamu kenapa tarik telinga adik kamu." Ucap sang Daddy.


"Kebiasaan nih dad tiap apa-apa bilang nya dasar anak Justin Mulu." Adu Alexi, membuat dad Justin mengernyit heran.


"Loh kan emang kalian anak Daddy Justin, memang nya anak siapa kalau bukan anak Daddy?" Ucap sang Daddy, malah membuat Alexi dan Aiden bingung mencari Jawaban.


"Ya, ya emang anak Daddy." Ucap Aiden.


"Terus apanya yang salah?" Tanya dad Justin, Anes dan Vee mengulum bibir nya menahan tawa.


"Ya dia bilang nya anak Justin." Ucap Aiden.


"Sekarang Daddy tanya, nama Daddy kalian siapa?" Ucap Justin.


"Ya Justin." Balas Aiden dan Alexi.


"Terus Daddy ini siapa kalian?" Ucap dad Justin.

__ADS_1


"Ya itu Daddy Justin itu Daddy nya kami." Jawab nya lagi kompak.


"Lalu yang salah apanya?" Ucap dad Justin, membuat kedua anak lelaki nya bingung.


"Ya tidak ada orang nama Daddy kami Justin, apanya yang salah si." Ucap Aiden.


"Yasudah lepaskan tangan kamu dari telinga Anes." Ucap sang Daddy, Anes tersenyum penuh kemenangan membuat adik dan kakak nya kesal.


"Yasudah dad pergi dulu sayang, Vee dad pergi dulu." Ucap sang Daddy, Anes dan Vee pun mengangguk.


"Iya dad." Ucap mereka semua.


"Ingat tidak ada yang salah." Ucap Anes bangga, Vee tertawa kecil melihat nya.


"Cih, Aslinya salah si itu, emang dasar anak kesayangan saja jadi Daddy tidak pernah marah." Ucap Aiden.


"Tidak apa-apa yang penting bagi Daddy tidak ada yang salah." Ucap Anes, wanita itu mendekati baby Varo dan menggendong nya.


"Utukk-utuuukkk kesayangan nya aku, bobo nyenyak ya nak. Sudah sama mommy sekarang ya sudah bukan bobo di kamar aunty lagi kesayangan." Ucap Anes, Vee dan Aiden tersenyum manis.


"Bobo lagi ya aunty mau mandi dan beristirahat oke." Ucap Anes, meletakkan kembali baby Varo ke boks bayi nya.


"Sudah aku akan pergi oke." Ucap Anes, Aiden, Alexi dan Vee menggelengkan kepalanya melihat tingkah Anes.


...


Sementara itu di kediaman Julian terlihat Aleta menuruni anak tangga menggunakan dress tidur, mom Mae tersenyum manis melihat putrinya.


"Tidur sudah tidak sendiri dong ya, sudah ada guling bernyawa nya sekarang mah." Ucap mom Mae.


"Apa deh mami." Ucap Aleta malu-malu.


"Di gas dong ta agar mami segera memiliki cucu." Ucap nya lagi, Aleta tertawa mendengar perkataan mami.


"Ya enam saja lah jangan banyak-banyak kasihan kamu nya." Ucap mom Mae, membuat Aleta terbelalak.


"Mami dikira aku ayam lahirin banyak anak." Ucap Aleta.


"Ya ya gak apa-apa, kalau hanya dua nanti kamu kesepian seperti mami." Ucap Mae.


"Gini ya mom soal anak aku dan Azka gimana di kasi nya aja, jadi mami sabar ya." Ucap Aleta.


"Iya si bener, mami juga dulu gimana dikasi nya. Dan lihatlah mami dikasi anak yang dua-duanya solimi." Ucap Mae, Aleta tertawa mendengar nya.


"CK, dasar." Kekeh Aleta.


"Kamu mau ngapain keluar kamar?" Tanya Mae.


"Mau ambil minum untuk Azka." Jawab Aleta.


"Yaelah mau sekalian mami buatin obat itu gak." Ujar nya.


"Gak, jangan aneh-aneh ya mi. Kalau mau mami saja sama papi." Ucap Aleta, membuat Mae terbelalak.


"Heh, ngarang memang nya kamu mau punya adik lagi." Ucap mami Mae.


"Haha gak lah, adik seperti Axel saja sudah cukup untuk aku." Ucap Aleta, mami Mae tertawa kecil.


"Apani roman-roman nya lagi pada ngomongin aku." Ucap Axel, yang tiba-tiba muncul.

__ADS_1


"Siapa yang ngomongin kamu dih pede banget." Ucap Aleta.


"Alah bilang aja kali kangen kan sama adik tersayang." Ucap Axel.


"Dih ngarep." kekeh Aleta, Mae pun ikut tertawa melihat kelakuan Aleta dan Axel.


"Udah punya suami beda ya bund bawaan nya." Ucap Axel.


"Iya jadi lebih ceria ye kan." Balas Mae.


"Ceria lah bobo ada yang nemenin, emang nya onoh udah mau nikah lah di tinggal." Ucap Aleta, membuat Axel mencebikan bibirnya.


"Gak apa-apa anggap saja itu sebuah petunjuk kalau dia bukan wanita yang baik untuk aku." Ucap Axel.


"Yaaaa, sok bijak Jamal." Kekeh Aleta.


"Berisik ah Maemunah." Ucap Axel, Mae membulatkan matanya menatap Axel.


"Heh Mae Mae, kamu tahu Mae itu mami kamu yang melahirkan kamu." Ucap Mae.


"Hajar mi anak Solimi emang." Ucap Aleta.


"Aleta yang mancing mi." Ucap Axel.


"Lah kok aku." Kekeh Aleta, Mae mencebikan bibirnya membuat Axel dan Aleta tertawa.


"Lagi mami ngapa make punya nama Mae." Ucap Axel.


"Tanya author lah ngapa di namaiin Mae." Ujarnya, Aleta dan Axel menggelengkan kepalanya dan tertawa.


Mereka selalu membuat candaan agar tidak merasa ada yang berubah meskipun Aleta sudah menikah, Axel merasa senang karena kakak nya menikah dengan lelaki yang tepat.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Axel boleh buat gue aja gak Thor 😂*


A: Kaga Ngadi-ngadi Lo 😌


N: Boleh kali pinjem mah 😂


A: No Uun 😒


N: Pelit nya 🙄

__ADS_1


A: Bodomamat 😒


N: Iyadeh iya 😂


__ADS_2