Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 293


__ADS_3

Di kediaman orang tua Haris terlihat dad Justin dan Aiden yang sedang bertamu, karena sekretaris orang tua Haris mengatakan jika dad Justin bisa menemui orang tua Haris di kediaman nya.


Dan disinilah mereka berada di ruang tamu kediaman keluarga Haris, sangat kebetulan sekali karena Alia juga sedang ada di rumah mertuanya.


Sebenarnya papi Haris juga ingin memberikan peringatan kepada dad Justin karena akibat ulah Alexi yang menendang menantu nya, kini kaki Alia mengalami cidera.


"Tuan Abrisham apa yang ingin anda bicarakan, karena kebetulan sekali saya juga ingin membicarakan sesuatu dengan anda." Ujar nya, Haris duduk di samping papi nya sementara Aiden sendiri lelaki itu duduk di hadapan dad Justin.


"Baiklah kalau begitu anda saja yang bicara terlebih dahulu tuan." Ucap dad Justin, papi Haris menghela nafasnya dan menatap Alia yang duduk di kursi roda.


"Begini saya ingin meminta pertanggungjawaban atas apa yang sudah dilakukan oleh putra bungsu anda." Ucap papi Haris.


"Baik apa yang sudah dilakukan oleh putra saya?" Tanya dad Justin.


"Lihat Alia menantu saya mengalami cidera karena putra anda menendang kakinya, tuan Abrisham bukankah keluarga anda terkenal dengan sebutan keluarga yang baik dan ber-attitude tapi apa ini seorang putra dari keluarga Abrisham justru menyerang seorang wanita." Ucap papi Haris, Alia menunduk sementara dad Justin tersenyum sinis kepada Alia.


"Apakah anda tahu apa yang dilakukan oleh menantu anda sampai putra saya berbuat seperti itu?" Tanya dad Justin.


"Saya tidak peduli yang saya inginkan hanya pertanggungjawaban, bagaimana jika menantu saya tidak bisa berjalan lagi." Ucap papi Haris.


"Tentu saja itu sangat bagus." Ucap dad Justin, membuat Alia mendongak tak percaya.


"Apa maksud anda?" Ucap papi Haris, dad Justin tertawa mengejek.


"Berapa yang anda inginkan?" Tanya dad Justin.


"Lima mil*yar." Ucap papi Haris, dad Justin tersenyum dan menaruh sebuah cek di atas meja.


"Urusan Alia sudah selesai jadi bisakah saya berbicara sekarang?" Ucap dad Justin, papi Haris meraih cek itu dan mengangguk.


"Baik silahkan." Ucap papi Haris, dad Justin menyandarkan tubuhnya dan menumpang kan kakinya.


"Saya kesini untuk memberi peringatan kepada menantu anda untuk berhenti mengganggu kenyamanan Alea putri saya, berhenti memantau kehidupan putri saya apakah bisa?" Ucap dad Justin, papi dan mami Haris mengernyit.


"Apakah tidak salah bukankah Naura yang selalu menggangu rumah tangga Alia." Ucap mami Haris.


"Benarkah? Lalu apa maksud Alia mengomentari postingan di sosial media milik Alea? Lalu berkunjung kerumah kami secara tiba-tiba, Alia juga menghasut orang tua Alea dan mengatakan jika saya dan istri saya tidak benar-benar menyayangi Alea apakah itu juga permintaan Alea?" Ucap dad Justin.

__ADS_1


"Tuan saya_" Lirih Alia mulai ketakutan.


"Kau tahu akibat ulah dari Alia Alexi hampir saja mengembalikan Alea kepada kedua orang tuanya, kalian tahu betapa sakit nya hati kami melihat putri kami diam sepanjang hari. Alea bukan wanita pendiam tapi karena ulah Alea rumah tangga putraku hampir hancur, jika sekali lagi aku melihat Alia mengusik kehidupan Alea dapat aku pastikan kalian akan kehilangan segalanya." Ucap dad Justin tegas.


"Anda mengancam kami?" Tanya Haris.


"Tidak, tapi jika itu terjadi bahkan untuk hidup di negara ini akan terasa seperti hidup di dalam ner*k*. Satu lagi aku akan menarik semua sahamku yang ada di perusahaan papimu, aku juga akan membuat semua pemegang saham menarik semua sahamnya termasuk orang tua Alea karena saham itu atas nama Alea putrinya." Ucap dad Justin, membuat orang tua Haris kelabakan.


"Alia lakukan semua yang ingin kau lakukan tapi setelah itu kamu akan merasa hidup segan mati tak mau, kau tahu aku akan mengejar siapapun yang membuat keluargaku tidak nyaman." Ucap Aiden dengan tatapan nyalang nya.


Mendengar itu tubuh Alia gemetar hebat ia tidak menyangka jika yang akan turun untuk menegurnya adalah seorang Justin Putra Abrisham, selama ini Alia berpikir jika dad Justin tidak terlalu peduli dengan masalah yang di hadapi oleh Alea.


"Atau mungkin kamu ingin kehilangan kedua kakimu maka dengan senang hati aku akan membantu nya, sepertinya tendangan Alexi kemarin itu belum cukup untuk membalas sakit hati Alea akibat ulah dan keserakahan kamu." Sinis Aiden, Alia menggelengkan kepalanya air matanya mengalir deras.


"Baik hanya itu yang ingin kami sampaikan, ingat jangan pernah mengganggu kehidupan keluargaku dan kehidupan Alea. Aku tidak akan segan-segan untuk mengh*ncurkan kalian." Tegas dad Justin sekali lagi, setelah mengatakan itu dad Justin berjalan pergi dari rumah Haris.


"Kau lihat Alia akibat ulah kamu yang selalu merasa iri kita semua kena imbasnya." Teriak papi Haris.


"Pi Alia tidak tahu jika tuan Abrisham akan peduli dengan masalah Naura." Lirih nya.


Tidak ada yang membela nya bahkan mama papa nya sudah mengusir Alia dari rumah pada saat Alea berhasil mengatakan jika ia akan melepaskan marga Xavier dari namanya, saat itulah papa dan mama merasa hanc*r dan meminta Alia untuk pergi dari rumah dan tinggal bersama Haris saja.


"Ma pa Alia takut." Lirih nya, Alia menunduk sementara Haris dan orang tuanya meninggalkan Alia.


Bayang-bayang Alea yang selalu menangis akibat ulah nya berkelebat di kepala Alia, bayang-bayang Alea yang menitihkan air matanya karena Haris memutuskan untuk menikahinya.


"Naura kenapa kamu selalu beruntung hiks, bahkan keluarga suami kamu begitu peduli kepada kamu mereka menyayangi dan melindungi kamu." Lirih nya, dan yang semakin membuat Alia menangis saat Alea berteriak ia tidak akan memakai marga Xavier lagi.


Karena saat itu mama yang mengantar Alia kerumah sakit terus menangisi Alia, mama terus menggerutu jika ia salah terlalu memanjakan Alia yang bukan anaknya.


"Mami." Panggil seorang bocah kecil.


"Iya sayang." Sahut Alia.


"Kenapa mami begitu jahat kepada Tante cantik (Alea)?" Tanya nya.


"Tidak nak mami tidak jahat." Ucap Alia.

__ADS_1


"No kamu sangat jahat, kamu suka membuat nya menangis kan. Aku benci kamu aku kecewa." Ucap bocah kecil itu, Alia merasa dada nya sesak saat mendengar putrinya mengatakan itu.


"Sayang hei mami tidak jahat." Lirih nya.


"Aku tidak mau punya mami jahat." Ujar nya lagi.


"Nak jangan bicara seperti itu." Ucap Alia.


"Kamu jahat aku benci kamu." Teriak nya lalu berlari meninggalkan Alia, wanita itu menangis histeris apakah ini adalah waktu dimana ia akan kehilangan semuanya termasuk orang-orang yang dicintainya.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N: Puas bener gue liat si Alia sekarang 😂


A: Jiwa jahat Lo mulai muncul kaya nya 😂


N: Bukan lagi si gue berharap Alia dan Haris hanc*r 😁


A: Gak pake nego ya kan 😂


N: Iyalah 😂

__ADS_1


__ADS_2