
Keesokan harinya Anes berkunjung ke rumah Julian untuk menjenguk Aleta dan baby nya, namun di perjalanan wanita itu melihat Axel dengan seorang wanita yang sekilas ia kenali.
"Bukankah itu rekan bisnis yang sempat membuat Axel tertarik, kenapa dia ada bersama Axel sekarang." Gumam Anes, ia memikirkan Tiana dan meminta supir untuk mempercepat laju mobil nya.
Sesampainya di rumah Julian Anes berjalan masuk seperti biasa, wanita itu melihat Alea yang sedang duduk menemani Aleta ya Vee, Alea dan Adelle memutuskan untuk menginap karena Tiana masih saja menangis.
"Alea kamu disini juga." Ucap Anes, Aleta dan Alea menelan saliva nya melihat kedatangan Anes.
"E_eh iya kak aku sedang menjenguk baby Leo." Jawab nya.
"Dimana Vee kamu tidak mungkin sendiri kan." Ucap Anes, Alea mengangguk begitupun dengan Aleta.
"Ad_ada di dalam nes, kamu kesini sama siapa." Ucap Aleta.
"Oh aku sendiri." Jawab Anes.
"Adik sepupu nya Dean gak kamu ajak, bukankah dia juga tinggal sama kamu?" Tanya Aleta.
"Dia sekolah mungkin nanti saat libur aku akan mengajaknya kesini." Ucap Anes, ia merasa ada yang aneh dengan Aleta dan Alea.
"Apa ada yang terjadi?" Tanya Anes memicingkan matanya.
"E_itu." Lirih Aleta.
"Tadi aku melihat Axel dengan X di depan sebuah restoran." Ucap Anes, sudahlah Aleta tidak ada yang bisa di sembunyikan lagi sekarang.
"Iya Axel dan Tiana sedang ada masalah." Ucap Aleta, Anes mengernyit dan menatap sekeliling rumah.
"Dimana Tiana?" Tanya Anes.
"Ada di kamarnya kak bersama kak Aleta dan kak Adelle." Jawab Alea, Anes mengangguk dan berjalan menaiki anak tangga menuju kamar Tiana dan Axel.
Aleta memberikan baby nya kepada suster dan mengejar Anes ke kamar adiknya, begitupun dengan Alea yang mengikuti ibu hamil bar-bar itu.
"Tiana." Panggil Anes.
"Anes." Ucap Adelle dan Vee, Anes mendekati Tiana dan menatap wajah pucat Tiana.
"Kamu sakit?" Tanya Anes, Tiana menggelengkan kepalanya Anes menatap leher Tiana yang penuh dengan karya buatan Axel.
"Cih." Cibir Anes, Tiana menunduk ia menitihkan air matanya lagi.
"Kak." Panggil Tiana dengan suara bergetar.
"Hei kenapa tidak perlu takut aku disini bersama kamu." Ucap Anes, Tiana menggelengkan kepalanya ia tahu semua keluarga Axel membelanya.
"Aku tidak akan menolak jika dia melakukan nya dengan baik, tapi_" Ucapan Tiana terhenti, membuat Anes tahu betapa sakitnya prasaan Tiana saat ini.
"Nes." Panggil Aleta, Anes menoleh menatap Aleta.
"Ada apa?" Tanya Anes.
"Axel juga memajang foto x di ruang ganti nya, mungkin jika dia memajang di kamar akan lebih mudah terlihat oleh orang lain." Ucap Aleta, Anes mengangguk dan berjalan menuju ruang ganti disana ada Mae yang sedang menangis Lirih.
__ADS_1
"Aunty." Panggil Anes.
"Girls hiks." Ucap Mae langsung memeluk Anes.
"Jangan menangis aku akan menyelesaikan semuanya, aku tahu kalian pasti sudah banyak menasehati Axel." Ucap Anes, Mae mengangguk dan memberikan foto x kepada Anes.
....
Sore hari Axel pulang dari kantor nya dan memasuki rumah, tubuhnya menegang saat melihat Anes sedang duduk dengan Alea dan keduanya terlihat sedang berbincang.
Anes yang sadar akan kedatangan Axel langsung bangun dari duduknya, ia berdiri dan menatap tajam Axel.
Sebelum itu Anes sudah meminta Vee untuk mengajak Tiana pergi dari rumah, Anes meminta Vee untuk menyembunyikan Tiana sampai Axel benar-benar sadar akan perasaan nya.
"An_" Ucapan Axel langsung terhenti, saat jemari lentik Anes mendarat di pipi nya.
Plaaaakkkkkk... Saking kerasnya nya itu sampai membuat pipi Axel merah.
"Kau belum puas di bo*ohi oleh para wanita hmmm." Ucap Anes.
"Nes tidak seperti itu." Ucap Axel.
"Benarkah lalu apa yang aku lihat itu salah jika kau bersama x ada di sebuah restoran." Ucap Anes, Axel tercengang ia benar-benar tak bisa mengelak lagi sekarang.
"Nes." Ucap Axel.
"Aku kecewa Axel aku benar-benar kecewa, kau tidak menghargai usahaku dan usaha semua keluarga yang ingin kamu memiliki pasangan yang baik dan tepat. Wanita ini apa lebihnya nya dia." Ucap Anes.
Praaangg... Anes melempar bingkai foto x, membuat Axel tercengang bagaimana bisa Anes tahu jika Axel menyimpan foto x.
"Tidak perlu semuanya sudah terlambat." Tegas Anes.
"Apa maksudnya?" Tanya Axel.
"Tiana sudah pergi dari rumah kau puas, kau puas menyakiti hati wanita lugu dan polos sepertinya Axel." Ucap Anes.
"Kau bohong." Ucap Axel.
"Cari jika kau bisa menemukan nya dia sudah pergi dari rumah." Ucap Anes, Axel menggelengkan kepalanya dan berlari ke kamar tak lama kemudian Axel kembali ke hadapan Anes.
"Dimana Tiana." Ucap Axel.
"Aku tidak tahu." Balas Anes.
"Aneska." Teriak Axel.
"Apa bo*oh kau bo*oh." Sinis Anes, menatap nyalang Axel kini semua keluarga sudah pasti akan menjauhinya menjauhi Axel.
"Diamana Tiana." Teriaknya, Anes mencengkeram erat tangan Axel.
"Kau yang menyia-nyiakan Tiana harusnya kau sadar tidak ada wanita yang rela melihat suaminya dekat dengan wanita lain, kau pikir bagaimana jika itu terjadi kepadaku atau Aleta." Ucap Anes, Axel diam ia benar-benar selalu kalah jika berdebat dengan Anes.
"Anes Tiana bisa saja mengandung anakku." Ucap Axel.
__ADS_1
"Bagus itu berarti kau bukan hanya kehilangan istrimu tapi juga anakmu." Ucap Axel.
"Aneska." Teriak Axel.
"Berhenti berteriak, haruskah aku memintamu mempersiapkan diri untuk menerima kenyataan jika akan ada laki-laki lain yang menjadi ayah dari anakmu." Ucap Axel.
"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi." Ucap Axel.
"Apa pedulimu bukankah saat Tiana ada disini kau hanya bisa menyakiti nya." Ucap Anes, Axel menggelengkan kepalanya ia terlihat begitu frustasi.
"Belum sehari Axel belum sehari kau sudah terlihat seperti orang g*la, padahal kau yang menyakiti perasaan nya." Ucap Anes.
"Arrrggghhh, aku akan menemukan Tiana." Teriak nya.
"Ya temukan saja." Ucap Anes, Axel menatap Anes percuma ia mendesak Anes jika yang berpihak kepada Anes lebih banyak dari pada berpihak kepadanya.
"Apa Oma tahu?" Tanya Axel, Anes tertawa jahat kepada Axel.
"Menurutmu jika aku sudah tahu semua ini Oma dan opa tidak akan tahu?" Ucap Anes, Axel semakin pusing sekarang ia merasa dirinya bo*oh terlalu mementingkan ego nya saja.
"Siapa saja yang tahu?" Tanya Axe, Anes mencebikan bibirnya.
"Pikir saja lah sendiri aku akan pulang, nikmati kesendirianmu tuan muda Abrisham. Seperti ini saja tidak ada yang bisa bertindak." Cibir Anes, Axel mengernyit ia tahu jika Tiana di sembunyikan oleh Anes.
Tapi jika benar seperti itu sampai tahun depan juga ia tidak akan bisa menemukan Tiana, Anes wanita itu benar-benar licik bahkan kepada saudaranya sendiri.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading π€π jangan lupa like komen dan vote nya ππ
N***: Puas banget gue Thor puas π€£
A: Anes mah gamau ribet si orang nya βΊοΈ
N:. πππ€£ gue dukung
__ADS_1
A: Bener-bener Lo ye π
N: πππ