Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 217


__ADS_3

Di sebuah restoran mewah dua orang manusia sedang duduk berhadapan, Anes menatap Aiden dengan penuh pertanyaan sementara Aiden tahu apa yang akan dikatakan oleh adiknya itu.


"Dia bukan siapa-siapa." Ucap Aiden tiba-tiba, membuat Anes mengangkat sebelah alisnya.


"Terus kenapa pake acara peluk-pelukan segala, lagi main drama kalian." Ucap Anes, Aiden menghela nafasnya membuat Vee menangis itu membuatnya mendapatkan banyak Omelan.


"Gak gitu nes, saat itu dia memeluk tanpa ngasi aba-aba." Ucap Aiden.


"Yakali orang mau meluk bilang dulu bang, ai aku mau peluk boleh gak? Gitu? Ya, dia juga tau kamu pasti nolak yaampun gesit dikit apa." Cerocos Anes, Aiden menatap Anes dengan bingung.


"Ya gak gitu juga, lagian Vee udah gak marah dia cuma mau ketemu sama cewek nya kok." Ucap Aiden.


"Nah bagus di temuin nanti aku kasih tahu, Vee kalau ketemu tuh cewek langsung Telen saja enggak apa-apa Anes mah ikhlas." Ucap Anes, membuat Aiden tertawa ini Aiden yang di peluk cewek kenapa Anes lebih marah daripada Vee ya?


Tentu saja Anes marah dia mendengar Vee langsung pergi dari kantor sambil nangis, sudah seperti film-film kumenangis.


"Iya deh nanti terserah Vee saja mau di apain itu orang, yang penting mah Vee dan Anes bahagia." Ucap Aiden pasrah, Aiden teringat sesuatu tentang Anes.


"Lah kamu ngamuk aku di peluk cewek, apa kabar sama Deandra yang nolongin cewek pake peluk-peluk." Ucap Aiden.


"Heh itu beda judul jangan dibahas disini." Ucap Anes, Aiden tertawa mendengar perkataan adik nya.


"Lah iya juga ya bener." Ucap Aiden, Anes mengangguk dan tersenyum tipis.


"Pokoknya awas saja ya bang kalau membuat Vee nangis lagi, aku sun*t tiga kali mau kamu." Ucap Anes, membuat Aiden menelan saliva nya.


"Horor ih ancaman nya, ingat nes ini masa depan nya Vee dan Varo. Kalau di itu tiga kali Varo gak bisa punya adik dong." Ucap Aiden, Anes tertawa kecil.


Aiden dan Anes berbincang dengan asik, sementara itu di tempat lain terlihat Azka dan Aleta yang sedang berjalan di sebuah mall.


"Azka." Panggil seorang wanita.


"Iya ada apa?" Tanya Azka.


"Masih ingat aku gak." Ujar nya, Azka mengernyit heran ia bingung ini cewek kenapa make manggil-manggil Azka si.


"Siapa?" Tanya Aleta.


"Hai aku teman nya Azka." Ucap wanita itu.


"Teman? Kamu punya teman wanita?" Tanya Aleta.


"Eh enggak bukan." Ucap Azka.


"Kok bukan si ka, kamu kan sebelum jadian sama Lolita pernah ungkapin perasaan kamu sama aku." Ujar nya, Aleta terbelalak mendengar perkataan wanita itu.


"Bohong sayang enggak ya mantan aku cuma satu Lolita doang." Ucap Azka, lelaki itu mulai terlihat panik.


"Lepas ih apa si." Ucap Aleta.

__ADS_1


"Enggak sayang itu bohong." Ucap Azka.


"Aku gak bohong ka, bahkan saat kamu sudah jadian dengan Lolita kamu juga masih mau ketemu sama aku kan." Ujar nya.


"Hei itu masalalu lagian aku tidak pernah pacaran dengan kamu." Ucap Azka.


"Ini siapa?" Tanya nya, waah ini orang mencari masalah.


"Saya istrinya Azka." Ucap Aleta, membuat Azka merasa tenang karen Aleta mengakui dirinya.


"Hah? Jangan hallu deh Azka kan cinta mati sama Lolita. Yakali tiba-tiba punya istri si." Ucap wanita itu.


"Dulu saat Azka sama Lolita itu sedang amnesia, kalau sekarang beneran saya istrinya." Ucap Aleta.


"Bohong kan kamu." Ujar nya.


"Dia benar aku memang sudah menikah." Ucap Azka, wanita itu tercengang mendengar perkataan Azka.


Plaaakkk.... Tiba-tiba saja wanita itu men*mp*r pipi Azka.


"Kamu apa-apaan si?" Tanya Aleta.


"Harusnya aku yang tanya kalian itu apa-apaan, bisa-bisanya kalian menikah saat Lolita sedang hamil anak Azka." Ucap wanita itu, Aleta terbelalak apa maksud nya hamil anak Azka.


"Itu bukan anak Azka." Ucap Aleta.


"Itu anak Azka, tahu apa kamu tentang Lolita dan Azka." Ujar nya, Aleta menatap Azka dengan bingung.


"Kamu mab*k Azka saat kamu ngelakuin itu kamu mab*k." Ujar nya.


"Enggak itu bukan aku, aku gak pernah ajak Loly ke bar. Kamu tahu bagaimana aku menjaga dia, jadi jangan bo*oh dalam berbicara." Ucap Azka.


"Cih, jadi karena wanita ini kamu tidak mau mengakui jika itu anak kamu." Ujar nya, dengan ngotot dia mengatakan jika yang di kandung loly itu anak Azka.


"Kenapa kamu yakin sekali jika Azka melakukan itu?" Tanya Aleta.


"Karena hubungan Azka dan Loly sangat dekat." Ujar nya.


"Dekat bukan berarti mereka bisa melakukan itu, dan kamu tidak bisa sembarangan menghakimi Azka. Kamu tidak tahu kebenaran nya tapi kamu ngotot seakan kamu tahu semuanya, kami menikah setelah mengetahui jika Loly hamil oleh orang lain bukan oleh Azka." Ucap Aleta.


"Enggak mungkin." Lirih nya.


"Terserah kamu mau percaya atau tidak, yang jelas saya tidak suka ada seseorang yang menuduh suami saya." Ucap Aleta.


"Azka Aleta." Panggil Anes, Anes datang bersama dengan Aiden.


"Anes Aiden." Ucap Azka.


"Kalian disini juga ternyata." Ucap Anes, wanita itu menatap Anes dengan intens ia seperti mengenal siapa Anes.

__ADS_1


"Kamu wanita yang menuduh Loly kan." Ujar nya, Anes menoleh dan terkejut.


"Hah?" Sahut Anes.


"Iya kamu membuat bukti palsu kan untuk membuktikan jika Loly hamil oleh orang lain." Ujar nya, Anes dan Aiden saling pandang.


"Bukti palsu apa? Saya tidak pernah membuat bukti palsu." Ucap Anes.


"Bohong." Teriak nya, membuat orang-orang menoleh ke arah mereka.


"Dengar saya tidak pernah membuat bukti palsu, jika saya bisa mencari tahu yang sebenarnya untuk apa saya membuat bukti palsu. Jika kamu tidak percaya saya bisa mencari tahu siapa kamu, dan bagaimana kamu sebenarnya." Ucap Anes, membuat orang itu menelan saliva nya.


"Jangan ngaco kamu." Ujar nya menunjuk wajah Anes.


"Cih, hanya dengan mengetahui nama kamu saya bisa mendapatkan seribu informasi tentang kamu dan keluarga kamu." Ucap Anes, menatap wanita itu dengan sinis.


"Dasar licik." Bentak nya.


"Saya tidak licik, saya bukan Lolita yang hamil oleh orang lain tapi membuat pengakuan palsu, dan mengatakan jika dia hamil oleh Azka." Ucap Anes, wanita itu terbelalak mendengar perkataan Anes.


Bagaimana Anes bisa tahu semua tentang Lolita, bahkan dia saja yang menjadi teman curhat Loly tidak tahu sampai sejauh itu.


"Sudah nes orang setr*ss seperti dia tidak usah di ladeni, g*la emang." Ucap Aleta, wanita itu menatap tajam Aleta dan Anes.


Sementara Aiden dan Azka kedua lelaki itu mengajak Anes dan Aleta untuk pergi, mereka tidak ingin Anes lepas kontrol.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Lanjot 😂*


A: Sabar Uun pala gue pusing mikirin cerita 😂


N: Istirahat dulu Thor 😂


A: Siap 😁

__ADS_1


N: 😂😂😂


__ADS_2