
Sesampainya di rumah sakit Anes langsung memanggil perawat untuk membantu mama Tiana, sementara Aleta ia mencoba untuk menenangkan Tiana.
"Tiana kamu tenang ya mama kamu pasti akan baik-baik saja." Ucap Aleta.
"Dok tolong lakukan yang terbaik untuk beliau ya dok." Ucap Anes.
"Baik nona kami akan berusaha sebaik mungkin untuk membantu beliau." Ucap dokter, Anes menatap Tiana yang menangis dalam pelukan Aleta.
"Nona mama akan baik-baik saja kan." Lirih nya.
"Iya mama kamu akan baik-baik saja." Ucap Anes, Aleta menatap Anes dengan bingung.
"Nes kamu gak akan di cariin?" Tanya Aleta.
"Gak ta kamu tahu sendiri siapa yang mau nyari aku, harusnya aku yang bertanya seperti itu kepada kamu." Ucap Anes, Aleta mengangguk ia mengambil ponselnya dan mengabari Azka.
"Aku kabari Azka dan mami dulu ya nes." Ucap Aleta, Anes mengangguk dan duduk di samping Tiana.
"Kamu ya sabar ya, mama kamu pasti baik-baik saja." Ucap Anes, Tiana mengangguk wanita itu berdoa agar mama nya baik-baik saja.
Anes memeluk Tiana dan mencoba untuk menenangkan wanita itu, Anes mengingat kejadian saat mereka berusaha untuk membawa mama Tiana ke mobil.
Flashback on...
"*Tiana ayok cepat." Teriak Anes.
"Iya nona." Jawab nya, Tiana menangis dan mereka berusaha untuk mengangkat tubuh mama Tiana.
"Anes ini gimana ya kita enggak mungkin gendong mama Tiana bareng-bareng, gang nya kecil enggak akan muat untuk kita bertiga." Ucap Aleta.
"Tahan tubuhnya ta." Ucap Anes, Aleta dan Tiana menahan tubuh wanita yang sudah tidak sadarkan diri itu.
Anes melepaskan high heels yang ia pakai, Aleta mengernyit heran kenapa Anes melepaskan heels nya.
"Kenapa kamu lepas heels kamu?" Tanya Aleta.
"Sini biar aku yang menggendong nya." Ucap Anes, Aleta dan Tiana tercengang yakali Anes mau gendong mama Tiana dari belakang.
"Anes jangan aneh-aneh." Ucap Aleta.
"Enggak sudah cepat naikan, kita harus buru-buru sampai ke rumah sakit." Ucap Anes, Aleta dan Tiana menaikkan tubuh mama Tiana ke punggung Anes.
"Nes kamu yakin kalau kamu kuat?" Tanya Aleta.
"Iya, kamu tolong bawain heels aku." Ucap Anes, wanita itu berjalan cepat menuju mobil.
Aleta dan Tiana menatap Anes yang sudah berada jauh di depan, Aleta dan Tiana berlari untuk mengejar Anes.
"Nona." Panggil Tiana.
"Cepat buka pintunya." Ucap Anes, saat keduanya sudah sampai di depan gang.
Setelah memasukkan mama Tiana kedalam mobil, Anes dan Aleta juga buru-buru masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Tiana mama kamu sudah sering seperti ini?" Tanya Aleta.
"Iya nona maaf jika saya dan mama malah merepotkan nona." Ucap Tiana.
"Tidak itu tidak masalah Tiana." Ucap Aleta, Tiana memeluk mama nya hingga sampai di rumah sakit*.
__ADS_1
Flashback off....
Tak lama kemudian dokter keluar dari ruangan mama Tiana, Anes bangun dari duduknya dan menghampiri dokter itu.
"Dok bagaimana keadaan nya?" Tanya Anes.
"Keadaan beliau sangat lemah nona, jika dalam beberapa hari kedepan beliau masih merasakan sakit maka dengan terpaksa kita harus melakukan operasi." Ucap dokter, Tiana histeris mendengar keadaan mama nya.
"Mama." Histeris Tiana.
"Tiana hey kamu harus tenang jangan seperti ini." Ucap Aleta.
"Nona mama hiks." Lirih nya, Tiana kini berada di pelukan Aleta.
...
Di kediaman Justin terlihat Vee yang sedang menjaga baby Varo, sementara Aiden lelaki itu sedang sibuk dengan laptopnya nya.
"Daddy sudah dulu dong kerja nya, baby kan ingin bermain dengan Daddy." Ucap Vee.
"Sebentar ya sayang Daddy sedang mengerjakan ini dulu, udah nanggung soalnya." Ucap Aiden.
"Oke baiklah." Ucap Vee, Vee teringat dengan mommy semenjak sakit Vee selalu melihat jika mommy sudah akan tidur atau sedang duduk di taman.
"Sayang aku lihat mommy dulu ya." Ucap Vee, Aiden menatap jam yang melingkar di tangan nya.
"Ini sudah malam sayang mungkin mommy sudah istirahat bersama Daddy." Ucap Aiden.
"Memangnya Daddy sudah pulang?" Tanya Vee.
"Daddy mana bisa kerja lama-lama kalau kondisi mommy sedang tidak fit, kamu tenang saja Daddy akan selalu menjaga mommy kamu." Ucap Aiden, Vee mengangguk dan melanjutkan menjaga baby Varo.
"Sayang Anes pasti akan selalu bersama dengan Aleta, mungkin ada yang harus merek kerjakan." Ucap Aiden, Vee mengangguk Anes memang wanita yang sibuk apalagi semenjak ia dijodohkan dengan Deandra.
"Iya juga ya, yasudah kalau begitu lebih baik baby Varo nya bobok aja yuk sama mommy." Ucap Vee, wanita itu menggendong putranya dan mengajak nya ke atas tempat tidur.
Vee mengusap-usap kepala putranya dengan lembut hingga membuat varo terlelap, setelah melihat Varo terlelap Vee juga ikut terlelap.
Tepat pukul 00:00 malam Aiden sudah selesai dengan pekerjaannya, ia menatap Vee yang terlelap dengan memeluk Varo.
"CK, apa semua ibu-ibu kaya gini ya. Niat ngelonin anak nya lah malah ikut tidur juga." Ucap Aiden, lelaki itu menggendong tubuh mungil Varo dan memindahkan nya ke boks bayi.
"Tidur nyenyak putra Daddy, dan sehat-sehat ya nak." Ucap Aiden, lelaki itu mengecup kening Varo.
Setelah memindahkan Varo Aiden berbaring di samping Vee, hal itu membuat Vee terbangun dan membuka matanya.
"Kamu sudah selesai." Ucap Vee.
"Sudah sayang." Balas Aiden.
"Dimana Varo?" Tanya nya.
"Sudah aku pindahkan ke tempat tidur nya." Jawab Aiden, Vee mengucek mata nya dan menatap wajah tampan Aiden.
"Lapar tidak?" Tanya Vee, wanita itu selalu khawatir jika suaminya kelaparan setelah bekerja.
"Lapar." Jawab Aiden.
"Mau aku buatkan makanan?" Tanya Vee.
__ADS_1
"Enggak usah." Ucap Aiden, Vee mengernyit heran.
"Kenapa katanya lapar." Ucap Vee.
"Iya lapar aku mau makan kamu." Ucap Aiden.
"Nolak boleh gak si." Lirih Vee.
"Boleh tapi dosa mau?" Ucap Aiden, Vee menggelengkan kepalanya ia memeluk leher suaminya.
"Sini." Ucap Aiden, lelaki itu mengecupi setiap inci wajah Vee dan itu membuat Vee tersenyum senang.
Siapa sangga kecupan itu berubah menjadi lum*t*n, dan Vee berusaha untuk mengimbangi permainan suaminya.
"Sayang*hhhh." Lirih Vee.
"Ada apa hmmm." Ucap Aiden.
"Ampun." Ucap Vee, Aiden tertawa mendengar perkataan istrinya.
"Kenapa kok ampun, emang aku apain kamu." Ucap Aiden tertawa, Vee menatap Aiden dengan datar.
Tidak tahukah jika permainan Aiden selalu membuat Vee melayang, dan Vee selalu kelelahan sesudah nya.
"Ampun sayang." Ucap Vee, Aiden kembali tertawa mendengar perkataan istrinya.
"Iya udah ya sebentar lagi udah." Ucap Aiden, hingga akhirnya Aiden ambruk di atas tubuh Vee.
"Huhh." Ucap Vee terengah-engah, Aiden tertawa dan mengecup kening Vee dengan lembut.
"Terimakasih honey." Ucap Aiden, Vee mengangguk dan tersenyum.
Keduanya kini memutuskan untuk tidur dengan posisi saling berpelukan, Aiden tidak melepaskan pelukan nya dari tubuh Vee.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
A**: Maaf ya guys aku baru nongol, kemarin lagi ada urusan soalnya.Sekali lagi Mon maap ya 🙏*
N: Oh pantes gue tungguin kaga nongol-nongol 😂
A: Harap di maklum selain dunia hallu saya juga memiliki dunia nyata 😂
__ADS_1
N: Siap dah 😂😂