Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 151


__ADS_3

Keesokan harinya pagi-pagi sekali Anes sudah terbangun, ia turun ke ruang makan dengan ceria. Mom Dea dan dad Justin menatap putri yang terlihat bahagia.


"Ada apa dengan kamu pagi ini, hmmm?" Tanya mom Dea.


"Tidak ada apa-apa." Jawab Anes.


"Benarkah." Sahut mom Dea.


"Hmmm, memangnya kenapa apakah ada yang aneh?" Tanya Anes lagi.


"Wajahmu terlihat begitu bahagia hari ini." Ucap Aiden.


"Cih, aku setiap hari selalu bahagia." Ucap Anes, Aiden mencibir.


"Ck, kemarin saja kau galau karena menjomblo." Ledek nya.


"Kak bisakah kau tidak mengejekku?" Ucap Anes, Aiden tertawa kecil.


"Kenapa kamu sudah bosan menjomblo." Ucap mom Dea, Anes memutar bola matanya malas.


"Mom." Rengek nya.


"Benar bukan, sepertinya mom harus membuat saimbara untuk kamu." Canda nya.


"Daddy." Adu Anes, dad Justin tersenyum dan menatap mom Dea.


"Sayang." Ucap dad Justin, mom Dea tertawa kecil.


Sementara Aiden sibuk bersama dengan Vee, Anes mencibir putra pertama Justin itu kenapa suka sekali menebar kemesraan di hadapan Anes.


Setelah selesai sarapan mereka pergi untuk bekerja, sementara Anes wanita itu pergi untuk menjemput Deandra. Anes belum merasa puas mengerjai lelaki itu.


Dengan kecepatan tinggi Anes sudah tiba di depan apartemen Deandra, wanita itu terlihat begitu tenang.


Deandra yang saat itu baru saja tiba mengernyit, karena tumben sekali Anes tepat waktu.


"Tumben kau telat waktu." Ucap Dean, Anes hanya tersenyum tipis.


"Tetu saja aku tidak ingin membuat tuan muda yang satu ini terlambat." Ucap Anes, Deandra mengangguk.


"Hmmmm, baiklah jalan." Ucap Deandra, Anes mengangguk.


Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, hingga membuat tubuh Deandra miring ke kanan dan kiri.


"Hey, kenapa kau melajukan mobil seperti di kejar set*n." Ucap Deandra.


"Tenanglah tuan, bukankah aku sudah mengatakan tidak ingin membuat mu terlambat." Ucap Anes.


"Kau memang tidak akan membuatku terlambat, tapi kau seperti akan memb*nuhku." Ucap Deandra.


"CK, mana mungkin. Aku tidak sejahat itu, kau tidak lihat mana mungkin wanita secantik aku seperti itu." Ucap Anes, Deandra mencibir.


"Cantik katamu, katak saja ogah menempel dengan wanita g*la seperti mu." Ucap Deandra, membuat Anes menambah kecepatan mobilnya.


"Apa katamu." Ucap Anes gak terima.


"Katak saja ogah menempel kepadamu." Ulang Deandra.


"Cih, kalau begitu maka lalat pun tak s*di menempel kepadamu." Sengit Anes.


"Tentu saja, mana ada lalat menempel kepada orang tampan seperti ku." Ucap Deandra, membuat emosi Anes bergejolak.


"Sepertinya aku harus benar-benar memb*nuh mu." Ucap Anes, ia membawa mobil dengan ugal-ugalan membuat Deandra terbelalak.

__ADS_1


"Hei, hentikan mobil nya aku belum nikah." Ceplos Deandra, Anes tertawa kecil mendengar perkataan lelaki itu.


"Haha, tampang mu saja yang dingin. Ternyata di saat-saat seperti ini kau masih teringat tentang pernikahan." Ledek Anes.


"Tentu saja aku lelaki normal." Ucap Deandra, Anes tersenyum mengejek.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama akhirnya Anes tiba di depan perusahaan Deandra, Anes turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Dean.


Sementara Dean buru-buru keluar dan memuntahkan isi perutnya, ia merasa pusing dan mual akibat perbuatan Anes.


"Kau sengaja menjemput ku tepat waktu, karena ingin melakukan ini?" Tanya Deandra.


"Waaaah tuan muda ternyata anda cerdas sekali." Ucap Anes, Deandra tercengang dan menatap Anes dengan kesal.


"Kau_" Ucap Deandra terhenti.


"Baiklah sebaiknya kau masuk dan selamat bekerja." Ucap Anes, setelah mengatakan itu Anes kembali masuk kedalam mobilnya dan pergi.


"Dasar induk singa." Maki Deandra, saat mobil Anes sudah menjauh.


"Dean apa yang terjadi?" Tanya tangan kanan nya.


"Tidak ada." Jawab Deandra datar.


Setelah itu merekapun masuk kedalam perusaahan, untuk mengerjakan pekerjaan mereka.


Sementara itu Anes baru saja tiba di kantor Aleta, ia berjalan dengan wajah bahagia nya membuat Axel yang saat itu akan turun tercengang.


"Kau sakit?" Tanya Axel, Anes mengernyit.


"Aku?" Ucap Anes balik bertanya.


"Tentu saja kamu siapa lagi." Ucap Axel, Anes menggelengkan kepalanya dan tersenyum.


"Sepertinya kau benar-benar sakit, karena tersenyum tanpa sebab." Ucap Axel, Anes memukul tangan Axel.


"Sembarangan kau." Ucap Anes, Axel tertawa kecil.


"Axel." Panggil Anes.


"Hmmmmmm." Sahut nya.


"Kau mau kemana?" Tanya Anes.


"Aku ada urusan sebentar." Jawab nya, Anes mengangguk.


"Penting?" Tanya Anes.


"Hmmmmmm." Jawab nya.


"Baiklah." Ucap Anes, Axel pun tersenyum lalu pergi.


Anes menatap kepergian Axel ia merasa ada yang Anes dengan lelaki itu, namun entah apa yang terjadi.


Saat Anes membalikkan tubuhnya Aleta menarik tangan Anes, Aleta membawa Anes ke ruang kerja nya.


"Anes ada apa?" Tanya Aleta.


"Ada sesuatu yang membuat ku bahagia." Ucap Anes, Aleta mendekati Anes dengan antusias.


"Benarkah apa? Apakah kamu dengan lelaki itu sudah_" Ucap Aleta terhenti.


Anes menceritakan apa yang sudah ia lakukan pagi ini, Aleta tercengang mendengar perkataan Anes. Apakah Anes normal? Kenapa melihat lelaki setampan Deandra dia malah membuat masalah, Anes mengerjai Deandra sampai sebegitu nya.

__ADS_1


"Anes kau tidak salah?" Tanya Aleta.


"Tentu saja tidak." Jawab Anes, Aleta memukul tangan Anes.


"Kau benar-benar aneh Anes, jika wanita lain mungkin akan tergila-gila kepada lelaki itu. Tapi kamu?" Ucap Aleta, Anes menoleh menatap Aleta.


"Aku kenapa? Aku tidak apa-apa ta, hanya saja aku tidak bisa melihat dia tenang. Bayangkan saja aku bisa mengganti mobil nya tanpa harus menjadi supir nya." Ucap Anes, tiba-tiba ruang kerja Aleta terbuka menampakkan wajah tampan Aiden dan Alexi.


"Siapa yang menjadi supir?" Tanya Aiden, Anes dan Aleta tercengang.


"Kalian kenapa tidak mengetuk pintu dulu?" Tanya Anes.


"Memangnya kenapa jika kami tidak mengetuk pintu" Tanya Alexi, Anes menghela nafasnya.


"Kenapa kalian kemari?" Tanya Anes, Aleta hanya bisa diam.


"Memangnya kenapa jika kami kemari, kami kemari untuk mencari nona muda yang membawa mobil ugal-ugalan." Ucap Aiden, Anes kelabakan bisa-bisanya Aiden tahu apa yang dilakukan oleh Anes.


"Kenapa kau menyetir ugal-ugalan Anes?" Tanya Alexi, Anes menelan saliva nya.


"Kau mau menjadi pembalap dadakan?" Tambah Aiden.


"Atau kau bosan hidup karena terlalu lama menjomblo." Ucap Alexi, Anes tercengang.


"Mana mungkin aku bosan hidup." Ucap Anes, Aleta menahan tawa nya.


"Kamu tahu jika kamu adalah putri satu-satunya Daddy, jika kamu celaka maka kami lah yang akan kena imbasnya. Kalau kamu frustasi maka mengurung diri di rumah, atau menenggelamkan diri di kolam juga itu ide yang baik." Ucap Aiden, Anes menganga.


"Kau menyuruhku untuk b*n*h diri?" Tanya Anes, Aiden dan Alexi hanya mengangkat bahu nya saja.


"Apa aku harus meminta mommy atau opa mencari jodoh untuk mu." Ucap Aiden, Anes benar-benar tidak habis pikir dengan kakak dan adik nya.


Anes menggelengkan kepalanya ia menatap kedua lelaki tampan itu dengan tajam, melihat tatapan Anes yang seperti itu Aiden dan Alexi hanya bisa tersenyum tipis.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Anes lu bener-bener ya beda dari yang lain boleh, tapi itu laki ganteng nes 😭*


A: Bapak Anes lebih ganteng kaya nya 😭


N: Keanu si uncle Anes world wide handsome 😎


A: Diingetin kan jadi kangen 😭


N: Mantap 😂😂😂


A: 😒😒😒

__ADS_1


N: 😂😂😂


__ADS_2