Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 291


__ADS_3

"Ma aku sudah menyakiti mama bukan, maka akan aku lepaskan marga Xavier dari namaku." Ucap Alea dengan yakin, mama tercengang begitupun dengan Alia.


"Naura." Panggil papa, Alea menunduk ia tak tega melihat wajah papanya.


"Apa kata kamu nak?" Tanya papa.


"Maafkan aku pa." Lirih Alea.


"Naura kami sebagai orang tua gagal membahagiakan kamu, bahkan setelah kamu bahagia kami malah merusak kebahagiaan kamu." Lirih papa.


"Pa." Lirih Alia.


"Alia maaf jika selama ini papa mama memiliki salah, tapi apa yang dikatakan oleh Naura itu benar bahwa kamu bukanlah anak kandung kami. Semua kami lakukan untuk membahagiakan kamu, namun kami tidak sadar telah menyakiti putri semata wayang kami." Ucap papa.


"Enggak itu bohong kan pa itu bohong." Teriak Alia.


"Itu benar sayang itu sebuah kebenaran." Ucap papa.


"Ma hiks... Ini bohong kan ma bilang kalau ini bohong." Teriak Alia.


"Benar nak ini benar." Lirih mama.


"Ma*i saja kau Naura." Teriak Alia bangun dari duduknya, ia ingin menyerang Alea namun dengan cepat Alexi berlari dan memeluk Alea lalu menendang kaki Alia.


"Arrgggh, ma kaki ku." Teriak Alia.


"Hiks...hiks... Tangis Alea pecah dalam pelukan Alexi.


"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Alexi.


"Huaaaaa, hiks." Tangis nya semakin histeris, membuat Vee dan Alexi bingung.


"Alea apakah kamu terluka?" Tanya Vee, Alea menggelengkan kepalanya.


"Bawa Alia ke rumah sakit dan aku akan membawa istriku pulang." Ucap Alexi, langsung menggendong tubuh Alea.


"Ma sakit." Lirih Alia.


"Kita ke rumah sakit sekarang pa." Ucap mama Alea, merekapun membawa Alia pergi ke rumah sakit.


...


Malam hari di kediaman Julian terlihat Tiana sedang duduk di gazebo taman belakang, karena sudah semakin larut dan angin malam juga tidak bagus untuk kesehatan Tiana.


"Sayang ayok kita masuk kedalam." Ucap Axel.


"Gendong." Ucap Tiana manja, tentu saja Axel mengikuti keinginan istrinya.


"Baiklah ayok kita masuk." Ucap Axel.


Mae tertawa kecil melihat Axel yang menggendong Tiana, melihat itu mae merasa hubungan Axel dan Tiana sudah semakin membaik.


"Sayang-sayang tunggu." Ucap Tiana minta di turunkan.


"Iya sayang ada apa?" Tanya Axel heran.


"Aku ingin makan soto sayang." Ucap Tiana tiba-tiba.


"Apa?" Sahut Axel terkejut.


"Aku ingin makan soto sayang." Ucap Tiana lagi.

__ADS_1


"Tapi kamu sudah makan sayang." Balas Axel.


"Tapi aku ingin." Ucap Tiana.


"Baiklah aku akan meminta kepala pelayan membuatkan nya untuk kamu." Ucap Axel lagi, Tiana menggelengkan kepalanya membuat Axel bingung.


"Aku tidak mau aku ingin kamu membelikannya untukku." Ucap Tiana.


"Sayang ini sudah malam dimana ada penjual soto." Ucap Axel.


"Aku tidak mau tahu kamu harus membelinya untukku." Rajuk Tiana, Axel hanya bisa memasang wajah memelas.


"Sayang." Rengek Tiana, wanita itu seperti ingin menangis karena ia hanya meminta soto bukan sesuatu yang mahal.


"Loh Tiana kenapa kok nangis?" Tanya Mae.


"Tiana mau soto mi tapi pengen Axel yang membelikannya untuk Tiana." Lirih nya.


"Terus kenapa El tidak mau membelikannya?" Tanya Mae.


"Bukan tidak mau mi tapi ini sudah malam dimana ada penjual soto?" Ucap Axel.


"Loh kok nanya mami ya kamu cari lah, namanya ibu hamil memang suka aneh-aneh permintaannya jadi kamu sebagai suami harus siap kalau istri kamu minta apa-apa." Ucap Mae.


"Yasudah kalau begitu aku pergi dulu untuk mencari soto, kamu baik-baik dirumah sama mami ya." Ucap Axel, Tiana mengangguk senang mendengar perkataan Axel.


Kini Tiana sedang duduk bersama Aleta dan Mae dengan menonton drama kesukaan nya, Aleta menatap Tiana yang memeluk setoples camilan.


"Na kamu hamilnya sama kaya aku deh gak bisa kalau gak ada makanan." Ucap Aleta tertawa kecil.


"Iya kak dan gak tau kenapa akutuh lapar mulu." Ucap Tiana.


"Gak apa-apa kok itu masih wajar." Ucap Mae, Tiana mengangguk dan tersenyum tipis.


"Kelakuan menantu mami tuh." Kekeh Aleta.


"Gak apa-apa yang penting masih wajar ngidam nya, gak kaya kamu ngidam kok minta beli pulau." Cibir Mae.


"Lah mami gak tau saja Anes ngidam nya lebih parah dari aku." Ucap Aleta.


"Prasaan Anes ngidam nya cuma nyuruh Dean masak deh." Kekeh Mae.


"Yaelah mi anak Dean juga bosan kali kalah minta yang berkaitan sama duit, toh bapaknya kan sudah bau duit." Ucap Aleta, Mae tertawa geli mendengar Aleta yang mengatakan jika Deandra bau duit.


"Aura sugar Daddy nya keliatan banget gak si." Kekeh Mae.


"Nah iya kan apalagi kalau udah gendong Alden beuhh mi sudah kaya sugar Daddy beneran." Ucap Aleta.


Di meja makan Tiana makan dengan lahap bahkan Axel sampai heran melihatnya apakah perut Tiana tidak begah menghabiskan dua porsi soto, Tiana mendongak menatap Axel.


"Kamu mau?" Tanya nya.


"Enggak buat kamu saja." Ucap Axel.


"Baiklah." Balas nya, dan setelah selesai makan Tiana dan Axel pun memutuskan untuk pergi ke kamar nya.


Axel menelan saliva nya saat melihat Tiana yang memakai lingerie, Tiana berbaring di samping Axel tentu saja itu membuat Axel kepanasan.


"Sayang." Panggil Axel.


"Hmmm." Sahut Tiana.

__ADS_1


"Bolehkah aku_" Ucapan Axel terpotong saat Tiana menyerangnya, ya memang semenjak hamil Tiana menjadi lebih agres*f dari biasanya.


"Euung**hh." Lenguh Tiana, saat Axel balik menyerang nya.


"Lanjut gak" Tanya Axel, Tiana memanyunkan bibirnya membuat Axel tertawa kecil.


"Baiklah aku tidak butuh jawaban." Ujar nya, Axel pun melakukan nya dengan hati-hati agar anak yang di perut Tiana tetap aman.


Setelah merasa cukup dengan kegiatan nya Tiana terkulai di samping Axel, Axel tertawa geli mengingat keliaran Tiana dalam bermain.


"Aku mengantuk." Ucap Tiana.


"Tidurlah." Balas Axel memeluk Tiana dan mengusap punggung Tiana, setelah Tiana benar-benar terlelap Axel terbangun dan memakai celana nya lalu berjalan keluar dari kamar nya.


Axel membawa botol air untuk mengisi nya, namun saat menuruni anak tangga ia berpapasan dengan Azka.


"CK, keringetan amat pak." Goda Azka.


"Olahraga dong biar gak galau." Ledek Axel, Azka mendengus mendengar perkataan Axel.


"Ingat istri lagi hamil yang di ajak adu kekuatan terus." Ucap Azka.


"CK, saya juga tahu batasan Azka." Ucap Axel, Azka mengangkat bahu nya dan berjalan menuju kamar.


"Kenapa kamu?" Tanya Aleta di kamar nya.


"Tidak apa-apa." Jawab Azka.


"Sayang nagntuk." Lirih Aleta, Azka tersenyum dan tidur di samping istrinya tak lupa Azka memeluk tubuh Aleta dengan penuh sayang.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N: Nano-nano sekali epribadeh 😂


A:Lengkap ye kan 😂


N: Bukan lagi semuanya ada 😂


A: Lagi lancar 😂


N: Harus lancar terus dong 😂

__ADS_1


A: Okey okey 😂


N: 😂😂😂


__ADS_2