Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 133


__ADS_3

Satu bulan berlalu hari ini Anes dan Aleta sedang berjalan dengan santai di sebuah mall, ya mereka memang ingin menghabiskan waktu libur nya dengan berjalan-jalan.


Kedua wanita itu terlihat bahagia karena memang keduanya suka sekali berbelanja, Anes membeli banyak barang begitu dengan Aleta.


Tanpa diduga ada Azka dan Axel juga di mall itu, Azka berjalan cepat mengejar Anes dan Aleta yang berada di depan sana.


Sementara Axel mengernyit heran melihat Azka yang berjalan seperti seseorang yang dikejar oleh han*u, Axel mengikuti Azka dengan berlari karena ia tertinggal jauh oleh Azka.


"Kamu mau kemana si ka?" Tanya Axel, sementara Azka hanya tersenyum saja.


Axel menggelengkan kepalanya namun ia tetap mengikuti Azka, sampai di sebuah toko baju Axel menarik Azka karena itu toko baju khusus wanita.


"Kamu mau ngapain ini toko baju wanita." Ucap Axel.


"Tentu saja mau masuk." Ucap Azka, Axel menatap Azka dengan curiga.


"Ngapain? Kamu masih normal kan?" Tanya Axel, Azka mencebikan bibirnya tentu saja ia masih normal.


"Sembarangan, tentu saja aku masih normal." Ucap Azka, Axel kembali menatap Azka.


"Lalu untuk apa kamu kesini? Mau membeli pakaian wanita untuk siapa?" Tanya axle, Azka kesal ia tidak menjawab pertanyaan Axel. justru malah meninggal Axel begitu saja.


"Shiiitttt, Azka tunggu." Ucap Axel, lelaki itu ikut masuk kedalam toko baju.


Para wanita yang berada di toko itu menatap kagum Azka dan Axel, mereka tidak percaya akan melihat lelaki tampan dan gagah seperti Axel dan Azka di toko baju itu.


Saat Aleta sedang memilih baju Azka berdiri di belakang nya tanpa diketahui oleh Aleta, dan saat Aleta membalikkan tubuhnya ia terkejut dengan kehadiran Azka.


"Titan." Pekik Aleta terkejut, sementara Azka mendengus karena Aleta selalu memanggil nya dengan sebutan Titan.


"Azka ta bukan Titan." Ucap Azka.


"Kamu ngapain disini?" Tanya Aleta, wanita itu mengedarkan pandangannya.


"Tidak sedang apa-apa, mungkin karena kita memiliki telepati mangkanya aku berada disini." Ucap Azka ngasal, Aleta memutar bola matanya malas.


"Tidak ada seperti itu, kamu pasti mengikuti aku dan Anes kan." Ucap Aleta.


"Mengikuti kamu lebih tepatnya." Ucap Azka, membuat Aleta terkejut.


"Huh?" Sahut Aleta, Azka menyentil dahi Aleta membuat wanita itu menggaduh.


"Aassshhh, sakit." Pekik Aleta.


"Gak usah bengong juga jelek nya makin keliatan." Ucap Azka tertawa kecil.


"Ish, apaan si. Minggir aku mau lewat." Ucap Aleta.


"Aku temani." Balas Azka.


"Tidak aku bisa sendiri." Ucap Aleta.


"Ayolah ta." Ucap Azka memainkan alisnya.

__ADS_1


"Aku mau mencoba baju ini apa kamu mau ikut hmmmmmm." Ucap Aleta, Azka menelan saliva nya dengan sulit.


"Tentu saja tidak, belum waktunya aku melihat karya di tubuh kamu." Ucap Azka, Aleta terbelalak dan memukul tangan Azka.


"Ngada-ngada Titan." Pekik Aleta, Azka tertawa kecil. Dari belakang Anes dan Axel memperhatikan tingkah keduanya.


"Apa maksud dari semua ini?" Tanya Axel, Anes menoleh kesamping nya menatap Axel.


"Kamu masih belum sadar juga." Ucap Anes, Axel menatap Anes meminta penjelasan.


"Ada apa dengan mereka?" Tanya nya.


"Apa kamu lupa jika Aleta dan Azka bagaikan kucing dan tikus, mereka akan selalu bertengkar jika bertemu." Ucap Anes, Axel heran karena hari ini Azka sengaja mengikuti Aleta.


"Tapi itu jika mereka tidak sengaja bertemu, berbeda dengan sekarang." Ucap Axel.


"Apa maksudmu?" Tanya Anes, Axel menghela nafasnya menatap Anes.


"Azka sengaja mengikuti kalian dan lihatlah dia langsung mengganggu kakak ku." Ucap Axel, Anes kembali menatap Azka dan Aleta.


"Mungkin ada something yang di sembunyikan oleh Azka." Ucap Anes pergi begitu saja, sementara Axel tercengang mendengar perkataan Anes.


"Azka bisa minggir tidak." Ucap Aleta.


"Tidak bisa jika kamu belum mengijinkan aku untuk mengantar kamu." Ucap Azka kekeh, Aleta memukul pundak Azka.


"Aku akan mencoba baju ini, tidak mungkin aku mengajak kamu untuk masuk kedalam sana." Kesal Aleta, Axel yang melihat kakak nya sudah emosi pun menarik tangan Azka.


"Jangan buat anak singa ngamuk ka, biarkan dia pergi." Ucap Axel, Azka menatap Axel dengan kesal.


"Apa sekarang kamu berubah profesi menjadi bodyguard nya Aleta." Ucap Axel, Azka menganga yang benar saja ia menjadi seorang bodyguard.


"Tentu saja tidak, kamu ngarang sekali." Ucap Azka.


"Kalau begitu biarkan Aleta pergi, kita bisa menunggu nya disini." Ucap Axel, Azka menghela nafasnya menyetujui perkataan Axel.


Sementara Aleta tersenyum manis kepada adiknya, tidak sia-sia ia memiliki adik lelaki yang bisa melindungi dirinya.


"Ya ya baiklah." Ucap Azka, dengan cepat Aleta pun melesat keruang ganti. Disana sudah ada Anes yang menunggu nya.


"Kenapa?" Tanya Anes, ia pura-pura tidak tahu jika Aleta bertemu dengan Azka.


"Tidak apa-apa." Jawab nya, Anes tertawa kecil melihat wajah kesal Aleta.


"CK, cepat lah coba baju nya kita bayar dan segera pergi." Ucap Anes, Aleta menatap Anes dengan senang.


"Oke baiklah." Ucap Aleta.


Anes menunggu Aleta yang sedang mencoba beberapa pakaian yang akan dibeli nya, setelah selesai Aleta dan Anes berjalan menuju kasir.


Disana keduanya melihat Azka dan Axel yang sedang berdiri di dekat kasir, Aleta menghela nafasnya saat Azka mendekati dirinya.


"Kemarikan." Ucap Azka, meminta pakaian yang dipegang oleh Aleta.

__ADS_1


"Untuk apa?" Tanya Aleta.


"Kemarikan." Ucap Azka lagi.


"Tidak mau." Ucap Aleta kekeh.


"Aleta kemarikan biar aku yang membayar nya." Ucap Azka, akhirnya lelaki itu mengatakan tujuan nya.


"Tidak mau aku bisa membayar nya sendiri." Ucap Aleta, namun bukan Azka namanya jika tidak bisa mengalahkan Aleta.


Azka menarik baju-baju yang berada di tangan Aleta, dengan sekali tarikan baju-baju itu sudah berpindah tempat ke tangan Azka.


Aleta tercengang melihat kelakuan Azka, ia menatap Azka dengan kesal. Karena merasa kesal Aleta memilih untuk pergi, sementara Anes memberikan baju-baju nya kepada Axel.


"Apa ini?" Tanya Axel.


"Bayarin aku mau kejar Aleta." Ucap Anes, Axel tercengang mendengar perkataan Anes.


"Mantep banget itu ngomong bayarin." Ucap Axel, Anes hanya tertawa tanpa dosa.


Axel menatap tajam Azka karena Azka ia jadi harus membayar belanjaan Anes, bukan apa-apa hanya saja Axel kesal karena Azka membuat Aleta marah.


"Bukan untung malah buntung." Cebik Axel, Azka tertawa mendengar perkataan Axel.


Sementara kasir toko itu hanya tertawa melihat pemandangan di hadapannya, mereka merasa iri kepada Anes dan Aleta yang di rebutkan oleh dua lelaki tampan. Tanpa mereka ketahui jika Axel adalah adik sepupu Anes.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


A**: Maaf baru up ya gaes, selain banyak hal yg harus aku kerjakan aku juga kurang enak badan. jadi harap maklum 🙏*


N: Iya Thor gak apa-apa kok.


A: Dan ya, aku bukan gamau buat keluarga Dena dan Dea kumpul. Hanya saja sulit mereka ada di dua novel yang berbeda, jadi belum bisa aku gabungin semua. mungkin nanti kalau salah satunya udah tamat bisa aku munculin sedikit-sedikit, bijak lah dalam berkomentar jangan membandingkan karya orang lain, karena setiap orang itu berbeda-beda. 😊


N: Oke Thor gue paham kok, gue udah liat Dea muncul di novel Dena 😁

__ADS_1


A: hmmmmmm.


N: 🤗🤗🤗


__ADS_2