
Keesokan harinya Vee selalu menghindar dari Alea, ia berharap Alea pergi jalan-jalan atau pergi ke kantor namun ternyata Alea lebih memilih untuk berdiam diri di rumah.
"Kamu tidak ke kantor?" Tanya Vee, ia duduk di samping Alea.
"Kenapa tumben sekali kakak menyuruh aku ke kantor." Ucap Alea.
"Hey aku bertanya bukan menyuruh." Ucap Vee.
"Apakah ada yang ingin kamu lakukan dan kamu berharap aku tidak ada dirumah." Ucap Alea.
"Ya sepertinya itu lebih baik." Balas Vee, Alea tertawa mendengar perkataan Vee.
"Kau jahat tapi tidak apa-apa aku sayang." Ucap Alea, Vee mendengus mendengar perkataan Alea.
"Mau kemana?" Tanya Vee.
"Masak mie instan." Ucap Alea dengan tatapan mengejek.
"Yaampun jauhkanlah aku dari godaan j*n ipr*t yang satu ini." Ucap Vee, Alea tertawa mendengar perkataan Vee.
"Hey aku adikmu jika aku j*n ipr*t lalu kau apa? J*n Tomang." Ucap Alea.
"Sudah cukup aku bisa g*la jika terus berdebat dengan kamu." Ucap Vee, namun ia mengikuti Alea yang pergi ke dapur.
"Katanya mau masak mie kok malah keluarin buah-buahan." Ucap Vee, ia duduk di meja dapur.
"Aku tidak tega jika harus membuat kakakku tersiksa karena aku makan mie." Ucap Alea, Vee tertawa kecil sampai Aleta muncul dan duduk di hadapan Vee.
"Kenapa rumah sepi sekali." Ucap Aleta.
"Kata siapa sepi rumah ini selalu ramai karena Alea." Ucap Vee, Aleta dan Tiana menoleh menatap Alea.
"Kenapa Alea?" Tanya Aleta.
"Dia sangat menyebalkan kau tahu." Ucap Vee.
__ADS_1
"Aku melakukan itu untuk kebaikan kamu jika kau lupa." Ucap Alea, Aleta mengernyit heran kenapa Vee dan Alea seperti saling menyerang.
"Sudahlah aku lelah." Ucap Vee.
"Wajar kau lelah karena kamu sudah tua." Ceplos Alea.
"Hey tua-tua begini suamiku selalu mengatakan aku cantik dan menggoda." Ucap Vee.
"Cih, semua suami juga akan mengatakan hal yang sama." Balas Alea, Aleta tercengang melihat perdebatan kedua wanita di hadapan nya.
"Kalian ini kenapa malah berdebat." Ucap Aleta.
"Semua ini salah dia." Ucap Alea.
"Kenapa aku?" Ucap Vee.
"Tentu saja kamu." Balas Alea.
"Cukup aku lapar apakah ada sesuatu di kulkas." Ucap Aleta.
"Hmmm, makanan di rumah tidak ada yang aneh maka dari itu aku kesini." Ucap Aleta, Alea tertawa kecil mendengar perkataan Aleta.
"Mie instan seperti nya enak kak." Ucap Tiana, membuat Alea tertawa mendengar nya.
"Masak saja jika kalian ingin." Ucap Alea.
"Bukankah itu tidak sehat." Ucap Vee, berharap mereka tidak memasak mie instan.
"Tidak apa-apa jika sesekali asal jangan sering saja." Ucap Aleta.
"Eh tapi dimana mie nya?" Tanya Tiana.
"Tanya Mbak deh soalnya yang menaruh mie mbak." Ucap Alea, Vee mendengus melihat ketiga wanita itu.
"Kalian benar-benar menyebalkan kita gak temenan deh." Ucap Vee, Aleta menoleh menatap Vee.
__ADS_1
"Lah kamu kenapa biasanya juga gak apa-apa aku masak mie." Ucap Aleta.
"Dia lagi gak boleh makan mie sama Abang." Ucap Alea.
"Benarkah wahh Vee gak boleh ya aku aja yang makan kamu cukup cium aroma nya." Kekeh Aleta membuat Alea dan Tiana tertawa renyah.
"Saudara macam apa kalian." Gumam Vee.
"Macam manusia." Ceplos Aleta, ah sudahlah mereka memang suka sekali bercanda. Vee hanya memperhatikan Aleta dan Tiana yang memasak mie sementara Alea ia memberikan sepiring buah untuk Vee.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
A: Sedikit dulu belum dapet pencerahan 😌
N: Besok harus dapet pencerahan 😁
A: Semoga saja 😁
N: fighting 🤗
__ADS_1