Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 158


__ADS_3

Satu Minggu berlalu hari ini Vee berniat untuk menghampiri Anes dan Aleta ke kantor nya, begitupun dengan Aiden lelaki itu ingin menemani istrinya.


Namun saat ke kantor Aleta mereka hanya bertemu dengan Anes saja, Aiden menatap Anes tumben sekali Anes tidak bersama dengan Aleta.


"Kamu sendirian?" Tanya Aiden.


"Memangnya aku harus bersama siapa." Jawab Anes, Vee tertawa kecil.


"Dimana Aleta?" Tanya Vee, Aiden mengangguk ia juga ingin bertanya tentang Aleta.


"Aku tidak tahu, beberapa hari ini Aleta sering menghilang dari kantor." Ucap Anes, tanpa mendengar perkataan Anes lagi Aiden langsung mengajak Vee keluar.


Anes yang penasaran mengikuti langkah kaki Aiden dan Vee, Anes mensejajarkan dirinya dengan Vee.


"Vee kita mau kemana?" Tanya Anes, ia seperti anak kecil yang mengekori kakak nya.


"Entahlah, aku juga tidak tahu kita ikuti saja dulu." Ucap Vee, Anes mengangguk baiklah ia akan mengikuti kakak nya.


Saat Aiden memasukan Vee kedalam mobilnya Anes memegang tangan Aiden, membuat Aiden mengernyit dan menatapnya.


"Aku bagaimana?" Tanya nya, bukan apa-apa pasalnya Anes tidak bisa satu mobil dengan Aiden. Karena kakak nya itu menggunakan mobil sport yang hanya bisa untuk dua orang saja.


"Bawa mobilmu sendiri." Ucap Aiden, Anes tercengang. Kakak macam apa dia bisa-bisanya menyuruh Anes mengemudikan mobilnya sendiri.


"Cih, menyebalkan." Ucap Anes, namun meski begitu Anes mengemudikan mobilnya sendiri.


Anes mengikuti mobil Aiden sampai pada akhirnya mereka tiba di sebuah bangunan yang menjulang tinggi, Anes keluar dari mobilnya dan mengernyit heran.


"Untuk apa kita kesini? Bukankah kita mencari Aleta?" Ucap Anes, Aiden menoleh menatap Anes.


"Bukankah kamu mengatakan jika akhir-akhir ini Aleta sering menghilang dari kantor." Ucap Aiden, Anes mengangguk polos.


"Iya, lalu kenapa kita ke kantor Azka?" Tanya Anes, Aiden tidak menjawab namun lelaki itu berjalan lebih dulu.


Anes dan Vee saling pandang hingga akhirnya kedua wanita itu mengikuti Aiden, Anes menggandeng tangan Vee.


"Selamat datang tuan." Sapa beberapa karyawan.


"Hmmm." Balas Aiden.


"Selamat datang nona." Sapa nya.


"Hmmm." Balas Anes.


Mereka kembali mengikuti Aiden yang masuk kedalam lift, Anes bertanya-tanya kenapa Aiden malah ke kantor Azka.


Ada apa dengan Azka sebenarnya, tunggu bahkan saat acara perjodohan Anes Azka memilih untuk mengajak Aleta pergi. Ada apa ini Anes benar-benar tidak mengerti dengan semua ini.


Setelah keluar dari lift disinilah mereka berada, di depan ruang kerja Azka. Anes dan Vee terdiam menunggu Aiden membuka pintu ruangan itu.


"Kak ada apa?" Tanya Anes, Aiden menggelengkan kepalanya dan_


Ceklek.... Pintu terbuka menampakkan Aleta dan Azka yang sedang berpelukan, Anes dan Vee tercengang melihat itu.

__ADS_1


Azka dan Aleta menoleh terkejut melihat kedatangan Anes, Aiden, dan Vee. Aleta langsung melepaskan pelukan Azka.


"A_" Ucapan Aleta terhenti, saat Anes menatap nya tak percaya.


Anes memang memiliki firasat jika Azka menyukai Aleta, tapi yang Anes harapkan Azka akan meminta Aleta secara langsung kepada Julian dan Mae. Bukan menjalin hubungan secara sembunyi-sembunyi.


Usia Aleta sudah cukup matang untuk menikah, Aleta seusia Aiden berbeda dengan Anes yang masih terbilang muda.


Anes mendekati Azka dan men*par nya, ia tidak ingin Azka mempermainkan perasaan Aleta yang akan membuat para keluarga bingung. Tentunya bingun untuk membela siapa.


Plaaaakkkkkk... Suara itu begitu nyaring terdengar oleh Vee dan Aiden, Azka tahu dirinya salah.


Anes sudah sering memberikan peringatan kepada Azka, jika menyukai Aleta maka bicaralah dengan kedua orang tuanya yang tak lain aunty dan uncle Anes.


Soal di restui atau tidak itu bisa di pikirkan lagi, asal jangan membuat kecewa. Anes juga mengatakan jika Aleta salah satu sepupu yang perempuan yang begitu di sayangi oleh Justin setelah Ayaza.


"Jelaskan!" Ucap Anes tegas, Vee menarik tubuh Aleta yang terlihat terkejut.


"Nes ini_" Ucap Azka terhenti.


"Ini apa? Kamu ingin mengatakan jika ini tidak seperti yang aku lihat? Atau kamu ingin mengatakan jika kamu menyukai dia, tapi tidak berani berbicara?" Cerocos Anes.


Azka menunduk membuat Aiden menepuk pundak nya, Azka mendongak menatap Aiden membuat Aiden hanya tersenyum tipis.


"Kita bicarakan ini dirumah." Ucap Aiden, Azka mengangguk merekapun berjalan keluar dari ruang kerja Azka.


Vee masih menggandeng Aleta, Anes hanya diam dan tidak banyak bicara hal itu membuat Aleta merasa tidak enak kepada Anes.


"Bilang saja kamu tidak ingin sendirian, sementara kami berpasangan." Ledek Aiden.


"Aku tidak sendirian." Ucap Anes.


"CK, benar juga. Kamu sudah memiliki Deandra sekarang." Ledek Aiden, Anes mendelik tajam.


"Berhenti menyebutkan namanya." Ucap Anes, masuk kedalam mobilnya diikuti oleh Aleta.


Di perjalanan menuju rumah Anes terus saja mengoceh membuat Aleta ingin tertawa, Aleta tahu jika Anes masih sensitif gara-gara perjodohan nya.


"Apa ini Aleta kenapa kamu tidak memberi tahu aku jika kamu dan Azka bersama." Ucap Anes.


"Anes aku bukan tidak ingin memberi tahu kamu, tapi akhir-akhir ini kamu terlihat begitu sensitif." Ucap Aleta, Anes terdiam benarkah seperti itu.


"Tapi jika kamu mengajakku berbicara aku tidak akan marah atau memakan kamu." Ujar nya, benar apa yang dikatakan oleh Anes.


Selama ini Anes selalu mengalah dan melindungi Aleta, buktinya tadi Anes lebih memilih untuk menampar Azka daripada harus marah-marah kepada Aleta.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama akhirnya merekapun tiba di kediaman Justin, Aiden menggandeng Vee diikuti oleh Azka.


Tak lama kemudian muncul Anes yang digandeng oleh Aleta, para keluarga yang sedang berkumpul terheran-heran melihat mereka berlima.


"Kalian tumben pulang cepat." Tanya mom Dea


"Tanyakan saja kepada keponakan mommy tersayang, apa yang membuat kami pulang cepat." Ucap Anes, Aleta mencengkeram erat tangan Anes.

__ADS_1


"Asssshhh, sakit." Pekik Anes, mom Dea dan dad Justin yang saat itu kebetulan ada dirumah mengernyit.


"Ada apa ini Anes?" Tanya sang mommy, sementara Dena hanya menatap para keponakan nya.


"Jelaskan." Satu kata yang keluar dari mulut Dena, membuat mereka menunduk.


Namun Aiden angkat bicara dan menjelaskan semuanya, mom Dea dan dad Justin cukup dibuat terkejut dengan penjelasan Aiden.


Pasalnya selama ini mereka mengira kejahilan Azka hanya sebatas saudara saja, seperti jahil nya Azka kepada Anes.


"Benar itu Azka?" Tanya mom Dea.


"Maaf mom, mungkin Azka yang tidak bisa mengendalikan perasaan Azka hingga menyeret Aleta kedalamnya." Ucap Azka, mom Dea menghela nafasnya.


Ia meminta Aiden menghubungi Mei, Dio, Julian dan Mae. Hal itu membuat Aleta dan Azka gelisah, bagaimana reaksi para orang tua mereka nanti.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Aiden feeling nya kuat Wak 🤣*


A: Bener banget, mana tepat waktu lagi 😭


N: Baru pelukan udah di grebek aja 😭


A: Bagus Uun biar ga kebablasan 🤣


N: Eh bener si 😂😂😂

__ADS_1


__ADS_2