
Tiga hari berlalu hari ini Alexi, Aiden, Axel, Arka dan Azka mendapatkan undangan dari salah satu rekan bisnisnya. Dan kelima lelaki itu memutuskan untuk datang bersama dengan para istri mereka, Axel awalnya lelaki itu menolak untuk mengajak Tatiana namun dengan ancaman Aleta yang mengatakan jika akan mengadukan nya kepada sang papi akhirnya Axel pun memutuskan untuk mengajak istrinya.
Mereka pergi dengan menggunakan mobil masing-masing, jangan lupa Aiden dan Vee tidak mengajak jagoan kecil mereka karena ingin melindungi privasi putranya yang masih terlalu kecil.
"Mbak saya titip Varo ya tolong di jaga jangan di tinggal sendiri." Ucap Vee.
"Baik nona anda tenang saja saya tidak akan meninggalkan tuan muda Varo." Ucap suster.
"Sayang ayok kita pergi Alexi dan yang lain pasti sudah menunggu." Ucap Aiden.
"Iya ayok sayang." Balas Vee, dan akhirnya merekapun pergi namun sebelum itu Vee dan Aiden mengecupi putranya terlebih dahulu.
Aiden melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, setelah menempuh perjalanan yang cukup lama akhirnya merekapun tiba di tempat tujuan. Aiden dan para saudara memarkirkan mobil dengan berdekatan.
"Haii ketemu lagi kita." Ucap Aleta kepada Vee dan Adelle.
"Benar sekali sudah lama rasanya tidak bertemu." Ucap Aleta mendramatisir keadaan.
"Jangan dulu berghibah sayang kita masuk sekarang ayok." Ucap Azka, Adelle tertawa kecil mendengar perkataan Azka kepada Aleta.
Merekapun masuk dan tanpa di duga jika kedatangan mereka menarik perhatian para tamu undangan, beberapa tamu berdecak kagum dengan ketampanan dan kecantikan mereka.
"Tuan Aiden family senang sekali karena anda mau hadir dalam acara saya." Ucap lelaki tua.
"Tidak perlu sungkan tuan suatu kehormatan bagi kamu karena tuan berkenan mengundang kami." Ucap Aiden.
"Saya sangat bangga karena acara saya ini di datangi oleh anda-anda tuan." Ucap nya, Aiden mengangguk sopan.
"Terimakasih tuan ini sangat berlebihan." Ucap Arka.
"Tidak masalah mari silahkan duduk tuan." Ujar nya, merekapun masuk kedalam gedung dan duduk dalam meja yang sama.
Alea mengedarkan pandangannya menatap suasana pesta namun tiba-tiba ia beradu tatap dengan Alia, Alea menghela nafasnya dan membuat Alexi bertanya.
"Kamu kenapa sakit?" Tanya Alexi.
"Sakit mata aku." Jawab nya, Vee dan yang lain ikut menatap Alea yang menghela nafas nya.
"Kamu kenapa sakit?" Tanya Vee, Alea tersenyum tipis.
"Ada Alia disini." Jawab Alea, dan jawaban Alea membuat Vee, Adelle, dan Aleta menoleh mencari wanita yang bernama Alia itu.
"CK, sudah biarkan saja anggap saja dia wanita yang tidak pernah bahagia." Ucap Aleta.
"Benar lagian kenapa terus mengganggu Alea, jelas-jelas dia dan Alea sudah menikah dan memiliki suami masing-masing." Balas Adelle.
__ADS_1
"Kalian tunggu disini kita para lelaki akan menemui para pembisnis disana." Ucap Aiden, para istri pun mengangguk.
"Aku kesana dulu tidak apa-apa?" Tanya nya kepada Alea.
"Hmmm tidak apa-apa, ada kakak-kakak disini." Jawab nya, Alexi mengelus kepala Alea membuat para saudara ipar nya terbawa perasaan.
"Uwwwuuuu romantis sekali." Ucap Adelle, merekapun tertawa bersama.
"Kamu kenapa kok wajah nya kesal seperti itu?" Tanya Haris kepada Alia.
"Tidak apa-apa." Jawab Alia.
"Alia jaga sikap kamu ya kita sedang berada di luar jangan buat aku malu." Ucap Haris, Alia menatap Haris dengan kesal.
"Kamu apa si aku bilang aku gak apa-apa." Ucap Alia.
"Oke bagus kalau emang kamu gak apa-apa." Balas Haris, Alia terdiam ia menatap Haris yang sedang berbincang dengan para pembisnis tua maupun muda.
"Alea kamu gak ada niat buat ngerjain dia?" Ucap Adelle.
"Gak ah kasian baru selesai melahirkan." Cibir Alea merekapun tertawa, Alia yang kesal karena Alea selalu tertawa dengan para saudara nya berjalan menghampiri Alea.
"Ada yang pura-pura bahagia dengan tertawa nih." Ucap Alia, Alea tidak menggubris perkataan Alia.
"Kak Aleta amit-amit gitu." Ucap Tiana.
"Amit-amit yaampun kok bisa ya." Ucap Aleta.
"Naura." Panggil Alia.
"Kuping aku kok sakit ya." Ucap Alea, membuat Adelle dan yang lain tertawa dan hal itu membuat Alia marah karena merasa di permalukan.
"Begini ya kelakuan kamu di belakang mama dan papa, aku ini kakak kamu Naura." Ucap Alia, mencoba untuk membuat orang-orang merasa benci kepada Alea.
"Aku gak punya kakak kamu paham Alia." Ucap Alea, Alia tersenyum sinis ia berhasil membuat Alea merespon nya.
"Iyakah tapi nyatanya aku sudah menjadi kakak kamu." Ucap Alia.
"Cih, kakak angkat saja bangga." Ucap Alea, Alia mengeraskan rahangnya jika ini bukan acara para pembisnis ia sudah menyerang Alea sejak tadi.
"CK, kasian ya berharap jadi anak tunggal tapi nyatanya malah jadi anak bungsu yang terbuang. Asal kamu tahu tanpa kamu mama dan papa sudah bahagia karena aku berhasil memberikan cucu untuk mereka." Ucap alia, ia tahu jika kelemahan Alea adalah kedua orang tuanya.
"Baguslah kalau begitu kamu juga harus tahu tanpa kehadiran kamu sebagai kakakku aku jauh lebih bahagia." Ucap Alea.
"Nona kenapa tidak kau urusi saja kehidupanmu kau jaga suamimu, aku lihat kau seperti orang ketakutan jika Alea lebih bahagia dari pada kamu." Ucap Aleta, Alia meremat tangan nya.
__ADS_1
"Cih jangan sok tahu aku jauh lebih bahagia dari pada dia." Ucap Alia.
"Kalau begitu buktikan jangan cuma bicara saja, kalau hanya bicara anak SD juga bisa nona." Ucap Adelle, Alea tertawa mendengar saudara yang ikut membela nya.
"Apa lagi yang harus aku buktikan? Aku sudah berkeluarga dan memiliki anak, aku bisa mendapatkan apa yang aku mau." Ucap Alia.
"Bagus kalau begitu kamu urusi saja keluarga dan anakmu, tidak perlu sibuk mengusik kebahagiaan Alea karena dia sudah sangat bahagia dengan keluarga kami. Satu lagi jangan pernah menyakiti nya karena dia adik kami." Ucap Adelle lagi, Alia menatap Alea ia semakin membenci Alea sekarang.
Karena merasa kesal Alia pun pergi meninggalkan meja Alea dan yang lainnya, ia bingung kenapa Alea selalu mendapatkan apa yang diinginkan nya.
Bahkan sekarang Alea mendapatkan keluarga yang sangat menyayangi nya, jika dibilang iri ge tentu saja Alia iri Alea mendapatkan Alexi yang sangat menyayangi dan mencintai nya, belum lagi para saudara ipar yang terlihat begitu melindungi Alea.
"Kamu dari mana?" Tanya Haris.
"Tidak dari mana-mana kamu sudah berbincang nya." Ucap Alia.
"Sudah aku tidak tenang meninggalkan kamu sendirian." Ucap Haris, Alia tersenyum dan merangkul tangan Haris ia berharap Alea melihat nya, namun sayang Alea terlalu asik berbincang dengan saudara-saudara nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Kasian Alia niat pamer ga di gubris 😂*
A: Iyalah pamer kaya gitu doang Alea tiap hari di peluk-peluk Alexi 😂
N: Belum tahu aja Alia sebucin apa anak dad Justin kalo udah jatuh cinta 😂
A: Uuuhh garem aja terasa manis Uun 🤣
N: Etdah 🤣🤣🤣
__ADS_1