
Satu bulan berlalu namun Axel belum juga bisa menemukan dimana Tiana berada, lelaki itu benar-benar terlihat kacau dan disini Axel baru menyadari betapa pentingnya kehadiran Tatiana di kehidupan Axel.
Julian yang saat ini berdiri cukup jauh dimana putranya sedang duduk menerawang jauh, Axel menatap lurus pemandangan indah di hadapannya.
"Ada apa Pi?" Tanya Aleta menghampiri Julian yang sedang memperhatikan Axel, lelaki itu duduk di gazebo halaman belakang rumah nya.
"Lihat adik kamu." Ucap Julian, Aleta menatap Axel dan tersenyum tipis melihat nya.
"Ini sudah menjadi konsekuensi dari apa yang sudah dia lakukan kepada Tiana Pi, jadi biarkan saja dia meratapi kesalahannya." Ucap Aleta.
"Papi tidak tega melihat Axel murung seperti itu ta, tapi papi juga tidak bisa membenarkan sikap Axel." Ucap Julian, ia merasa gagal sebagai seorang ayah untuk putranya.
"Pi semua ini tidak akan pernah terjadi kalau sebelumnya Axel berpikir jernih, percayalah semua akan baik-baik saja." Ucap Aleta, semua keluarga mendiamkan Axel termasuk Julian ya anggap saja itu sebagai teguran untuk Axel.
Sementara itu di sebuah rumah minimalis namun terlihat mewah terlihat Tiana yang sedang duduk dengan Vee, Tiana menatap Vee yang tidak pernah meninggalkan nya karena Aiden juga selalu pulang ke rumah itu.
"Kak." Panggil Tiana.
"Ada apa." Sahut Vee, ia menatap Varo yang sedang bermain dengan suster nya.
"Terimakasih atas semua kebaikan yang kakak lakukan untuk aku, aku tidak tahu jika tidak ada kakak dan kak Anes akan bagaimana hidupku." Ucap Tiana, wajah pucat Tiana membuat Vee tersenyum manis dan menangkup wajah cantik wanita itu.
"Tiana kamu wanita baik bahkan sampai sekarang kamu tidak pernah menjelekan keluarga kami kepada mama kamu, terimakasih untuk itu. Dan aku berjanji kami akan menjaga kamu dengan baik, satu lagi jaga kandungan kamu dengan baik oke." Ucap Vee mengelus perutnya Tiana.
Ya setelah tiga Minggu Tiana pergi dari kediaman Julian wanita itu jatuh sakit, tubuh nya terlihat lemas dan pucat namun ternyata Tiana sedang mengandung dan usia kandungan nya saat itu baru dua Minggu.
Tiana menangis mengingat jika saat Axel melakukan itu dirinya sedang ada di masa subur nya, namun Vee dan Alea menguatkan Tiana kini ada Alea dan Tiana yang sedang mengandung.
"Apakah aku bisa melewati semuanya." Lirih Tiana.
"Tentu saja kami disini bersama kamu, jangan takut." Ucap Vee, tak lama kemudian ada Alea dan Adelle yang masuk kedalam rumah itu terdengar mudah bagi mereka yang sudah tahu tempat persembunyian Tiana.
Namun sulit untuk Axel Anes benar-benar menutup semua akses dan jejak tentang Tiana, Anes membuat seperti tidak ada nama Tiana di dunia ini hal itu yang membuat Axel kalang kabut.
Axel mengagumi sikap Anes yang melindungi Tiana, namun ia juga tahu selain menggunakan kekuasaan keluarga nya Anes juga menggunakan kekuasaan suaminya dan itu berhasil dilakukan oleh Anes untuk menyembunyikan Tatiana.
"Hello semuanya aku datang." Ucap Adelle.
"Hai kamu bawa apa tuh." Ucap Vee.
"Bawa makanan dong untuk bumil." Ucap Adelle.
"Woow aku mau." Ucap Vee, Tiana tertawa kecil mendengar perkataan Vee dan Adelle.
__ADS_1
"Vee kamu tahu berita terbaru tentang Axel." Ucap Adelle, wanita itu menata makanan di meja yang ada di ruang tengah.
"Kenapa?" Tanya Vee sambil mencomot makanan.
"Dia terlihat sangat frustasi setelah kepergian Tiana, aunty Mae sudah meminta Anes untuk mengembalikan Tiana namun Anes menolak." Ucap Adelle.
"Ya wajar si Anes nolak secara perlakuan Axel ke Tiana sudah sangat kelewatan." Ucap Vee.
"Iya dan yang sekarang Axel pikirin itu dia takut kalau Tiana jauh dengan nya saat sedang hamil, dan ternyata benar Tiana mengandung anak Axel." Ucap Adelle.
"Axel macam-macam nya sama Anes si, kota sudah mengingatkan agar Axel menyudahi semuanya tapi tetep ngeyel." Ucap Vee, Tiana tersenyum tipis menatap wajah Alea yang hanya manggut-manggut karena sedang fokus dengan makanan nya.
"Benar." Ucap Alea, Vee mencubit tangan adik ipar nya.
"Jangan benar-benar nya doang lah kamu dari tadi makan Mulu." Ucap Vee.
"Ya orang lapar pasti makan lah, memangnya kakak mau kalau aku makan kakak." Ucap Alea.
"Ya enggak lah yakali kamu makan aku." Ucap Vee.
"Alea jangan aneh-aneh cukup Aiden yang memakan Vee." Kekeh Adelle, mereka semua pun tertawa mendengar nya.
...
"Bagaimana keadaan Tatiana?" Tanya dad Justin.
"Baik dad." Jawab Vee.
"Bang bagaimana keadaan Axel?" Tanya dad Justin kepada Aiden dan Alexi.
"Begitulah dad dia sering marah-marah kepada para karyawan nya, meskipun semua pekerjaan bisa dia selesaikan dengan cepat namun kasihan pada karyawan yang merasa tertekan." Ucap Aiden, dad Justin tertawa kecil mendengar perkataan putra sulung nya.
"Kita sudah mengingatkan nya secara baik-baik, namun Axel tak mempedulikan hal itu dia hanya berpikir tentang prasaan nya. Sampai akhirnya Anes yang harus turun tangan, kita semua tahu bagaimana anak itu kan tidak banyak bicara namun banyak bertindak." Ucap dad Justin.
"Hmmm, aku juga sebenarnya ini melakukan ini sejak lama tapi aku berpikir tentang prasaan Axel. Aku tidak menyangka jika anak perempuan Daddy tak pandang bulu." Ucap Aiden.
"Ya itu akibat dulu mommy mengirim dia untuk tinggal bersama dengan aunty nya, kau tahu sendiri bagaimana aunty kamu." Ucap dad Justin, ya Aiden tahu jika aunty nya itu lebih suka bertindak dari pada berbicara.
"Tapi bagaimana dengan kandungan nya?" Tanya mom Dea.
"Kandungan nya baik-baik saja mom, hanya saja setiap malam Tiana selalu terbangun entah mungkin mengingat Axel." Ucap Vee.
"Kandungan pada trimester pertama itu memang sangat membutuhkan peran seorang suami, apalagi kalau mengalami morning sicknes." Ucap mom Dea, merasa kasihan kepada Tiana.
__ADS_1
"Tapi sepertinya Tiana tidak mengalami itu, dia nyaman-nyaman saja dengan kehamilannya." Ucap Alea.
"Bagus kalau begitu mommy harap Tiana dan bayinya kuat, mungkin jika mommy yang ada di posisi Tiana belum tentu bisa sekuat itu." Ucap mom Dea.
"Ngapain di posisi Tiana suami kamu masih war*s honey." Ucap dad Justin, mom Dea menghela nafasnya dan menatap sang suami.
"Jangan mulai dad ingat kamu sudah jadi opa lagi." Ucap mom Dea, Aiden, Vee, Alea dan Alexi pun tertawa kecil melihat tingkah mommy dan Daddy nya.
Mereka selalu menyelipkan canda dan tawa dalam setiap percakapan, untuk mempererat Ikatan keluarga yang harmonis.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading π€π jangan lupa like komen dan vote nya ππ
N***: Nah kan bener-bener double kill sakit nya π
A: Merdeka ye kan kita karena si Axel di hukum π
N: Bukan maen Thor yang lama Thor belum puas gue π
A: Ngokhey π
N: Oke BESTie kita sekarang Thor π
A: Iya in biar cepet βΊοΈ
__ADS_1
N: πππ