
Hari ini Vee memutuskan untuk pergi ke kantor suaminya, Vee berniat untuk memberikan kejutan kepada Aiden.
Dari rumah Vee sudah terlihat bersiap-siap bahkan wanita itu memasak untuk makan siang bersama dengan Aiden, beberapa pelayan di rumah menyukai dan begitu mengagumi sosok Vee.
Vee tipikal orang yang tidak terlalu ribet, ia akan mengerjakan pekerjaan nya sendiri tanpa harus merepotkan orang lain. Contohnya seperti hari ini Vee memasak sendiri, bahkan Vee melarang para pelayan untuk membantu nya.
"Nona biar saya bantu." Ucap kepala pelayan.
"Tidak perlu pak saya bisa sendiri." Jawab nya sopan.
"Tapi nona tuan muda akan marah jika tahu nona mengerjakan semuanya sendiri." Ujar nya takut-takut.
"Aiden tidak akan marah karena ini keinginan ku sendiri." Ucap Vee, kepala pelayan pun hanya bisa mengangguk patuh.
Setelah itu Vee pun berjalan keluar rumah dengan membawa kotak makan, ia memutuskan untuk di antar oleh supir karena Vee ingin kembali ke rumah bersama dengan Aiden.
Dalam perjalanan senyum Vee tidak luntur sedikit pun, bahkan supir yang melihat nya merasa terpesona dengan kecantikan nona muda mereka.
Tak butuh waktu lama akhirnya Vee pun tiba di kantor milik suaminya, para karyawan yang sudah tahu jika Vee istri dari bos nya menunduk sopan.
"Selamat siang nona." Sapa resepsionis itu dengan ramah.
"Siang, Aiden ada di ruangannya?" Tanya Vee.
"Ada nona, tapi tuan_" Ujar nya terhenti saat Vee mengangguk dan melenggang pergi, resepsionis itu terlihat sedikit ketakutan.
Bagaimana jika Vee melihat Aiden yang tak sendiri, tapi ia juga yakin Vee bukan tipe orang yang akan mempermalukan dirinya sendiri.
Saat tiba di depan ruang kerja suaminya Vee membuka pintu begitu saja tanpa mengetuk, bahkan sekretaris Aiden dibuat terkejut oleh kedatangan Vee yang tiba-tiba.
Vee mematung di ambang pintu saat melihat suaminya yang dipeluk paksa oleh seorang wanita lain, apakah Vee marah? Tentu saja ia marah meskipun bukan Aiden yang menginginkan nya, disini Aiden menjadi korban.
"Lepaskan saya kamu sudah melewati batas!" Bentak Aiden, membuat wanita itu menatap tidak percaya kepada Aiden.
Namun lebih tidak percaya lagi Aiden yang melihat kehadiran istri kesayangan nya, Aiden mematung saat melihat Vee menatap nya dengan mata yang memerah.
"Nona." Lirih sekretaris Aiden.
"Vee." Lirih Aiden, mendengar ada orang yang melihat nya Kenny pun membalikkan tubuhnya dan menatap Vee.
Vee berjalan masuk kedalam ruang kerja suaminya, ia menyimpan kotak makanan itu di atas meja kerja Aiden.
__ADS_1
"Apakah aku mengganggu waktu kalian?" Tanya Vee dingin.
"Ti_tidak sayang ini tidak seperti apa yang kamu lihat." Ucap Aiden, Vee menatap tajam Kenny.
"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Kenny, ia sedikit bingung dengan kehadiran Vee.
"Seharusnya aku yang bertanya untuk apa kau berada di kantor suamiku, lalu apa yang aku lihat barusan kau memeluk paksa suamiku." Sinis Vee, Kenny menatap tak suka kepada Vee.
"Cih, tidak mungkin Aiden menyukai gadis seperti dirimu." Ucap Kenny.
"Kenny tutup mulutmu!" Ucap Aiden tegas.
"Benar kan ai, kamu tidak mungkin menyukainya aku tahu seleramu itu sekelas aku dan Adelle." Ucap Kenny.
"Cih, mau sekelas dirimu atau Adelle pada dasarnya akulah yang menjadi istrinya disini." Ucap Vee, Aiden memijat pelipisnya kenapa Vee jadi sulit mengendalikan emosi nya.
"Aiden tidak mungkin benar-benar mencintai kamu." Teriak Kenny.
"Dan Aiden juga tidak mungkin Sudi melihat wanita gatal seperti kamu " Teriak Vee, sekretaris Aiden dibuat pusing siapa yang harus ia bela. Ah bo*oh tentu saja Vee, wanita itu adalah nona nya.
"Maaf nona Kenny anda harus pergi dari sini." Ucap sekretaris Aiden.
"Kenapa kau malah mengusir ku, harusnya kau mengusir wanita asing yang sudah mengganggu pertemuan pertama ku dengan Aiden." Sengit Kenny.
"Lepaskan tanganmu." Bentak Kenny kepada sekretaris Aiden.
"Kenny pergilah sebelum aku mengambil semua hal yang sudah kau raih." Ucap Aiden datar, Kenny menelan Saliva nya ia tidak mungkin mengorbankan karirnya.
Sebelum pergi Kenny menatap tajam kepada Vee yang diam, ia tidak percaya jika Aiden menikah dengan gadis biasa saja.
Biasa katanya mentang-mentang penampilan Vee yang tidak memperlihatkan kemewahan, namun Kenny tahu betul setiap pakaian yang menempel di tubuh Vee itu bernilai fantastis.
"Aku pergi." Ucap Kenny, Vee hanya menatap datar wanita itu.
Setelah kepergian Kenny dan sekretaris Aiden Vee membalikkan tubuhnya dan menatap Aiden yang terlihat diam, Aiden yang tahu Vee meminta penjelasan pun merengkuh tubuh mungil Vee.
"Maafkan aku sungguh aku tidak ada niat apa-apa." Lirih Aiden.
"Aku tahu." Jawab Vee.
"Istri aku gak boleh marah dong nanti cantik nya hilang." Ucap lelaki itu, mengecup sekilas b*b*r Vee.
__ADS_1
"Bagian mana yang dia sentuh?" Tanya Vee kesal.
"Tidak ada sayang, dia hanya mencoba memelukku tapi aku menolak nya karena hanya kamu yang bebas menyentuhku." Ucap Aiden, ada rona merah di pipi Vee yang membuat Aiden gemas.
"Kau kesini sendiri?" Tanya Aiden, lelaki itu mengajak Vee duduk di sofa ruang kerja nya.
"Hmmmmm, niat hati ingin memberikan kejutan malah aku yang dibuat terkejut." Ucap Vee mencebikan bibirnya.
"CK, maafkan aku. Lain kali aku tidak akan lagi menerima tamu wanita ke ruang kerja ku." Kekeh Aiden, Vee mengangguk ia memeluk Aiden erat.
Tuhan jangan ambil lelaki yang begitu dicintai nya ini, karena Vee sudah kehilangan laki-laki yang berperan begitu penting dalam kehidupan nya yaitu sang opa.
Aiden mengecup kening Vee dan mengelus kepala Vee, Aiden suka jika Vee sudah dalam mode manja.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N**: Kenny lama-lama gue lempar juga Lo ke sarang ubur-ubur 😏*
A: Sabar Uun sabar lagi puasa 😁
N: Iya untung lagi puasa ye kan, coba kalau enggak udah gue ulek itu cewek 😏
A: Iya sabar ya sabar un kalo mau marah-marah nanti malam saja 😁
N: Bisa-bisa nya orang kesel suruh di pending dulu 😌
A: Ya mau gimana lagi 😂
__ADS_1
N: 😌😌😌