Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 41


__ADS_3

Pagi hari Vee terbangun dari tidurnya, ia merasa panas sampai tubuh nya berkeringat. Saat Vee membuka matanya gadis itu melihat Aiden yang sedang memeluknya, Vee berniat untuk memindahkan tangan Aiden namun saat Vee memegang tangan nya ia terkejut dengan tubuh Aiden yang panas.


"Ai tubuhmu demam." Ucap Vee menempelkan tangan nya di kening Aiden.


Vee berniat untuk bangun ia akan mengambil air untuk mengompres Aiden, namun pergerakan nya di tahan oleh sang suami.


"Jangan pergi biarkan seperti ini." Lirih Aiden, jujur saja saat ini jantung Vee sedang berdisko ria.


"Ak_aku hanya akan mengambil air untuk mengompres mu." Ucap Vee, namun Aiden menggeleng cepat meminta Vee untuk tidak pergi.


"Baiklah aku tidak akan pergi, tidurlah lagi." Ucap Vee, kini Vee memiringkan tubuhnya menghadap Aiden. Hingga membuat Aiden menyembunyikan wajahnya di dada Vee.


(Kenapa wajah nya harus kesitu aku harus apa sekarang, biarkan saja aku juga tidak tega melihat wajah nya yang pucat.) Batin Vee, wanita itu mengelus kepala Aiden lembut membuat Aiden merasa nyaman.


Bukankah jika seperti ini keduanya lebih terlihat seperti sepasang suami istri sungguhan, seperti suami istri yang sudah mengungkapkan rasa cintanya.


Si meja makan terlihat Justin yang diam menatap kursi kosong milik Aiden dan Vee, Dea yang menyadari itu tersenyum.


"Kau mencari menantu dan putramu." Ucap Dea, mengambil makanan untuk suaminya.


"Hmmmmm, dimana mereka tumben sekali Vee tidak turun." Ucap Justin.


"Mungkin mereka masih tidur dad." Ucap Anes, kini gadis itu duduk di kursinya.


"Dimana Alexi?" Tanya Dea.


"Sebentar lagi dia akan turun." Jawab Anes, gadis itu memakan roti yang sudah dibuat oleh sang mommy.


"Pagi mom dad." Sapa Alexi duduk di samping Anes.


"Kau ke kantor Al." Tanya Dea, Alexi pun melihat jam yang melingkar di tangan nya.


"Tidak aku akan pergi ke pulau B untuk melihat kantor cabang disana." Ucap Alexi, Dea mengangguk.


Saat mereka mulai makan Vee turun ke lantai satu dengan tergesa-gesa, bahka Vee terlihat masih mengenakan pakaian tidur nya.


Anes yang melihat penampilan Vee seperti hampir menyemburkan makanan yang sedang dikunyah nya, selama ini Vee terlihat sangat peduli dengan penampilan.


"Vee kau kenapa?" Tanya Dea yang terlihat heran.

__ADS_1


"Aku tidak apa-apa mom." Jawab nya.


"Tapi kenapa tumben sekali kau masih mengenakan pakaian tidur di jam segini." Ucap Anes, membuat Vee tersadar dan tersenyum malu.


"Ma_maaf Aiden demam maka dari itu aku baru bisa keluar kamar saat ia tertidur." Ujar Vee, membuat Justin dan Dea khawatir.


"Aiden sakit?" Tanya Dea.


"Hmmmmm, iya mom maka dari itu aku memintanya untuk kembali tidur. Agar aku bisa mengambil air untuk mengompres Aiden, dan membuat bubur untuk nya." Jawab Vee, setelah mengatakan itu Vee langsung melesat cepat ke dapur.


Melihat Vee yang panik Dea dan semuanya tertawa kecil, mereka tidak habis fikir dengan Aiden dan Vee. Tapi mereka juga bersyukur karena Vee mau merawat Aiden.


Setelah selesai membuat bubur Vee kembali ke kamar nya diikuti oleh Dea, dan Anes. Karena Alexi dan Justin harus pergi ke kantor.


Saat membuka pintu kamar Vee melihat Aiden yang sudah membuka matanya dan mengerucutkan bibirnya, Aiden kesal karena Vee meninggalkan nya.


"Kau sudah bangun." Ucap Vee menaruh bubur di atas nakas samping tempat tidur.


"Hmmmmm." Jawab Aiden, Dea menyentuh kening sang putra.


"Tubuhmu sangat panas biar mommy panggillkan dokter." Ucap Dea.


"Tidak perlu mom." Ucap Aiden.


Vee mengambil bubur dan menyuapi Aiden, tadinya Aiden menolak karena merasa mual namun akhirnya ia mau menerima makanan yang disiapkan oleh Vee.


Tak lama kemudian dokter pun tiba dan langsung memeriksa keadaan Aiden, dokter menjelaskan jika Aiden kelelahan. Dan untuk beberapa hari harus istirahat dirumah tanpa melakukan apapun.


Ini yang Aiden tidak suka dokter selalu mengatakan jika Aiden harus istirahat, yang membuat mommy dan adik-adiknya berubah menjadi posesif.


"Istirahat lah, Vee mom titip Aiden." Ucap Dea.


"Baik mom." Jawab Vee.


Gadis itu memberikan obat kepada Aiden lalu berjalan ke kamar mandi, Vee mengambil air untuk mengelap tubuh Aiden.


"Kemari biar aku bersihkan tangan dan tubuhmu." Ucap Vee, wanita itu membantu Aiden melepaskan kaos yang dipakai nya.


Dengan cekatan Vee mengelap wajah, tangan dan tubuh Aiden. Tidak lupa juga ia mengelap kaki Aiden, karena suhu tubuh yang panas membuat Aiden lemas untuk berjalan.

__ADS_1


Aiden tersentuh dengan sikap keibuan Vee yang terlihat secara perlahan, bahkan ia tidak menyangka gadis yang terlihat manja bisa bersikap tenang seperti ini.


"Ini ganti baju dan celana mu." Ucap Vee, Aiden mengangguk dan mengganti pakaian nya.


Vee kembali menemani Aiden dengan mengelus kening Aiden berharap lelaki itu tidur, benar saja lima belas menit berlalu akhirnya Aiden pun terlelap.


Kini waktunya untuk Vee yang membersihkan dirinya, setelah selesai mandi Vee turun hanya untuk mengambil selembar roti dengan selai coklat lalu kembali ke kamar nya.


Tanpa Vee sadari ada yang memperhatikan gerak-gerik nya, Dea ya wanita itu adalah ibu mertua Vee yang bangga akan gadis itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


N**: Gue terhura oyy liat kepedulian Vee 🤩


A: Gue juga ko UUn sama 😌


N: Bapereu 😭


A: Dilarang bapeureu 😂

__ADS_1


N: Solimi 😌


A: 🤣🤣🤣*


__ADS_2