Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 111


__ADS_3

Keesokan harinya di sebuah perusahaan besar terlihat seorang wanita cantik berlari menuju lift, seorang karyawan wanita menghampiri gadis cantik itu.


"Nona maaf anda mau kemana?" Tanya nya.


"Saya harus pergi, apa ada hal penting yang ingin kamu tanyakan." Ucap Alea, berkata sambil menunggu pintu lift terbuka.


"Begini nona hari ini anda ada pertemuan dengan klien dari perusahaan Xx." Ujar nya, Alea menatap jam yang melingkar di tangan nya.


"Tolong kamu handle pertemuan ini, saya ada urusan penting." Ucap Alea, membuat Alia yang sedang menatap nya dari kejauhan tersenyum sinis.


"Urusan apa yang sangat penting bagi seorang nona muda Naura Xavier." Ucap Alia, membuat Alea menoleh dan menatap Alia dengan tajam.


"Ini bukan urusanmu Alia." Ucap Alea, Alia tertawa renyah.


"Benarkah, apakah seorang nona muda yang sangat profesional dalam pekerjaan ini mulai tidak peduli dengan pekerjaannya." Cibir Alia.


"Alia kau tidak perlu repot-repot mengusrusi hidupku, kenapa tidak kau urus saja hidupmu dan suamimu yang tajir itu." Ledek Alea, membuat Alia menatap nya kesal.


"Kamu lakukan seperti apa yang aku katakan, aku pergi dulu." Ucap Alea kepada sekretaris nya.


Alia menatap kepergian Alea dengan kesal, kenap Alea selalu bisa mengalahkan nya. Bahkan sekarang mama dan papa selalu mengutamakan Alea.


Disinilah Alea berada di perusahaan milik Alexi, ya Alexi. Lelaki itu sengaja mengatakan kepada Alea jika dirinya sedang sakit, Alexi ingin tahu sesayang dan sekhawatir apa Alea kepada dirinya.


Para karyawan yang sudah mengetahui jika Alea adalah wanita Alexi, mereka membiarkan saja Alea masuk dengan mudah.


"Nona." Sapa sekretaris Alexi.


"Dimana Al?" Tanya Alea, sekretaris Alexi mengernyit heran kenapa Alea terlihat begitu panik.


"Tuan ada di dalam nona." Ucap nya, tak menunggu lama Alea langsung membuka pintu ruang kerja Alexi.


Betapa terkejutnya ia melihat Aiden, Arka, Azka, dan Axel yang sedang berkumpul di ruang kerja kekasih nya itu.


Kelima lelaki yang ada di ruangan itu juga cukup terkejut melihat kedatangan Alea, Alexi sendiri pun tidak menyangka jika Alea benar-benar datang dengan wajah panik nya.

__ADS_1


"So_sorry apa aku mengganggu kalian?" Tanya Alea gugup, Axel, Aiden dan Azka langsung menatap Alexi yang terlihat tenang.


"Tidak, sepertinya kita yang mengganggu disini." Ucap Aiden, Alea menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kemarilah." Ucap Alexi melambaikan tangan nya, Alea pun menurut ia berjalan pelan mendekati Alexi.


Saat sudah berada di dekat Alexi hal pertama yang Alea lakukan adalah memegang tangan dan kening Alexi, ia merasa takut jika Alexi benar-benar sakit.


Aiden dan Axel mengernyit melihat perhatian Alea, ia juga ingin di perhatikan seperti itu. Tapi sayang kekasih nya tidak sepeka Alea.


"Tubuhmu tidak panas." Bisik Alea, Alexi tertawa kecil.


"Oke, daripada kita jadi nyamuk disini lebih baik kita cabut duluan." Ucap Azka, Alexi tertawa kecil melihat wajah masam Azka.


Setelah kepergian para saudara Alexi Alea duduk disamping Alexi, lalu menatap Alexi dengan sendu.


"Apanya yang sakit?" Tanya Alea lagi, Alexi tersenyum gemas kepada Alea.


"Tidak ada." Jawab nya santai.


"Huh?" Ucap Alea bingung.


"Ngeselin banget sumpah, ish aku khawatir sama kamu." Pekik Alea, saat tahu apa yang dimaksud oleh Alexi.


"CK, maaf." Ucap Alexi memasang wajah gemas nya.


"Ish, untung sayang." Ceplos Alea, Alexi tertawa kecil.


"Kalau gak sayang gimana tuh." Goda nya.


"Aku cubit lah, kaya gini nih cubit." Ujar nya, mencontohkan dengan mencubit gemas pipi Alexi.


"Gemesin banget si, pacar nya siapa coba." Ucap Alexi.


"Calon nya bapak Al." Ucap Alea.

__ADS_1


"Ganti marga nih sebentar lagi." Goda Alexi, wajah Alea merona.


"Alexi ihh, suka banget bikin orang salah tingkah." Pekik Alea, wanita cantik itu menyembunyikan wajahnya di dada bidang Alexi.


"CK, coba mana wajah cantik nya mana." Ucap Alexi, Alea mendongak menatap wajah tampan Alexi.


"Cup, dah tuh bonus karena udah buru-buru kesini." Ucap Alexi, Alea memegang dada nya.


"Jantung adek gak aman inimah bang, butuh oksigen tolong oksigen." Ujar nya, Alexi tertawa kecil menangkup wajah cantik Alea.


"Jangan dulu main oksigen, nanti kita ngucao janji dulu di hadapan penghulu dan para saksi." Ucap Alexi, Alea kembali menyembunyikan wajahnya di dada bidang Alexi.


"Udah dong bee, wajah aku panas ini." Racau nya, Alexi tertawa.


Setelah selesai bercanda Alexi memutuskan untuk mengajak Alea pergi, ia akan mengajak Alea ke suatu tempat yang akan menjadi momen indah bagi keduanya.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


A**: Dikit dulu ya, jangan Bapeureu Uun jangan 😂*


N: Rasa ingin Alexi 😂

__ADS_1


A: Ngada-ngada 😒


N: 😂😂😂


__ADS_2