
Pagi hari di ruang makan Anes melihat Alexi yang sedang menuruni anak tangga, wanita itu menatap wajah tampan adik nya.
"Tumben tuh muka cerah amat." Ucap Anes, Alexi tertawa kecil melihat tingkah kakak perempuan nya.
"Cerah salah kusut salah, salah Mulu emang Alexi mah." Ujar nya, Anes mencibir sang adik yang sedang protes.
"Iya emang nafas aja salah kamu mah." Ucap Anes, Alexi mendengus jika bukan kakak nya sudah Alexi tendang Anes ke planet lain.
"Kalian itu apa tidak bisa jika tidak berdebat sehari saja." Ucap Justin, Anes tertawa kecil menatap sang Daddy.
"Gak bisa dad udah bawaan dari orok." Kekeh Anes, sang Daddy hanya menggelengkan kepalanya saja.
"Al dad dengar semalam kamu pulang begitu larut, dari mana saja?" Tanya Justin.
"Alexi lembur dad." Jawab nya.
"Kamu dari kantor tidak selarut itu." Ucap Dea, membuat Alexi diam ia harus bicara apa kepada mommy nya.
"Ah, iya Alexi ada urusan semalam jadi sampai rumah nya telat." Ucap Alexi, Anes dan Aiden menatap curiga kepada adik bungsunya.
"Alexi semalam pulang bau parfum cewek mom." Ucap Aiden mengompori.
"Parfum cewek?" Tanya Vee, pasalnya wanita itu juga tahu saat Alexi pulang.
"Sayang iya in aja apa, kamu semenjak hamil kalau liat aku kaya liat musuh." Ucap Aiden, ia tahu jika Vee pasti membela sang adik.
"CK, anak nya udah ngajak gelud sejak jadi zigot." Ledek Anes.
"Mana semalam bapaknnya dibuat masak." Kekeh Alexi.
"Anak Aiden doang yang beda, Masi ngontrak aja di perut Vee udah banyak gaya." Ucap Aiden, Justin yang sedang makan tertawa.
"Aiden bisa-bisanya cucu Daddy kamu bilang ngontrak." Ucap Justin, Dea dan Anes sampai sakit perut di buatnya.
"Ngontrak dad, mana lama banget 9 bulan 10 hari. Udah gitu ngerjain bapak nya Mulu." Ucap Aiden, bisa-bisanya ia mengatai anak nya yang belum lahir.
"Kamu apaan si masa anak aku ngontrak." Ucap Vee tidak terima, Aiden diam ia salah bicara.
Mana istrinya itu sedang sensitif tidak boleh salah sedikit pasti marah dan nangis, kenapa anak Aiden begitu solimi selalu membuat Vee dan Aiden berdebat.
"Sayang kan dia didalam perut cuma 9 bulan saja, jadi ngontrak dong bukan menetap." Ucap Aiden.
__ADS_1
"Aku tidak ingin ikut campur dalam ketidak warasan ini, jadi aku jalan ke kantor duluan." Ucap Alexi, Aiden mendelik tajam kepada adik bungsunya itu.
Setelah keluar dari rumah Alexi langsung melajukan mobilnya, tak lama kemudian keluarlah Aiden dan Justin yang akan pergi ke kantor.
"Kamu harus sabar kak, Vee itu masih muda untuk mengandung jadi kamu yang dewasa harus lebih mengerti keadaan Vee." Ucap dad Justin, ia tidak ingin Aiden membuat kesalahan dan mengecewakan Vee yang sedang mengandung.
"Iya dad aku tahu." Jawab Aiden.
"Lagipula Vee seperti itu kan semenjak dia hamil, itu artinya yang rese itu calon anak kamu bukan Vee nya." Ucap dad Justin lagi.
"Hmmmmm, kadang aku mikir ini anak belum lahir saja seperti ini kalau sudah lahir bagaimana." Ucap Aiden.
"Seperti kamu dulu waktu kecil ngeselin." Ucap Justin, lelaki itu langsung pergi saat mobil berhenti di hadapannya.
Sementara Aiden lelaki itu mencerna ucapan sang Daddy yang mengatakan jika dirinya ngeselin, tapi kalau Aiden ngeselin itu artinya Justin lebih menyebalkan saat kecil.
Di sebuah perusahaan besar terlihat Alexi yang sedang duduk di kursi kerja nya, tak lama Azka, Axel dan Aiden tiba membuat Alexi mengernyit.
"Tumben datang barengan." Tanya lelaki itu.
"Kamu tahu pembisnis kedua setelah keluarga kita." Ucap Axel.
"Aku dengar keluarga itu sudah kembali ke tanah air satu Minggu yang lalu." Ucap Axel.
"Biarkan saja kita tidak ada urusan dengan nya bukan." Ucap Alexi.
"Kamu tidak ingin menjalin kerjasama dengan nya?" Tanya Aiden, Alexi mengernyit.
"Tidak, kerja sama dengan kalian saja membuat kepalaku pusing." Cibir nya, Aiden mendengus Alexi itu lebih muda dari Aiden. Tapi kenapa Alexi malah seperti kakak nya, yang selalu mengatai Aiden.
"Inilah contoh adik yang hala untuk di tukar tambah." Ucap Aiden, Axel dan Azka tertawa.
"Pasang iklan bang dijual adik solimi yang selalu menistakan kakak nya." Ucap Axel, kali ini Aiden dan Alexi mencibir lelaki itu.
"Saya mau pasang iklan, dijual dengan diskon tertinggi putra bungsu dari tuan Julian dan nyonya Mae. Jika berminat maka bisa menghubungi nomor di bawah ini." Ucap Alexi, Azka dan Aiden tertawa puas.
"Kalian berdua g*la." Sengit Axel, lagi-lagi membuat ketiga lelaki itu tertawa.
Entahlah mereka selalu seperti itu jika sedang bersama, apalagi jika ada Arka maka semuanya akan semakin ramai.
Setelah selesai dengan urusan nya di kantor Alexi merekapun pamit untuk pergi ke perusahaan nya masing-masing, sementara Alexi lelaki itu ada meeting penting hari ini. Jadi tidak bisa pergi ke kantor Aiden ataupun Axel.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N**: Alexi kerja keras kan biar bisa cepet-cepet jemput gue Thor 😂*
A: Bangunnnn wooyyy bangun, Alexi punya gue ngimpi aee Lo 😏
N: Lo ngapa si sensi amat Thor 🤣
A: Yang lain apa Uun jangan Alexi, gue Sleding juga Lo 😒
N: 🤣🤣🤣 ngakak kan gue 😁
A: Sabar sabar gak boleh semosi gak boleh 😌
N: Nah kan, jadi boleh dong 😂
A: Uun tunggu nanti malam ya, tunggu aeee Uun kalo rumah Lo berisik itu gue yang sengaja bikin Lo kaga bisa tidur 😌
N: Sungguh teganya dirimu Thor 😭
A: Gaboleh ya Uun gaboleh oke 😂
N: Ngokhey dah 😂
__ADS_1