Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 241


__ADS_3

Satu Minggu berlalu setelah pernikahan nya dengan Alea, kini Alexi mencoba untuk meluangkan waktunya lebih banyak lagi.


Alexi berharap bisa menghabiskan banyak waktu dengan Alea, seperti hari ini Alexi memutuskan untuk pulang lebih awal dan menjemput istrinya yang sedang bekerja.


Di kantor nya Alea sedang mengerjakan pekerjaan nya, sampai tiba-tiba seseorang mengetuk pintu ruang kerja Alea.


"Kamu kesini?" Tanya wanita itu dengan tersenyum manis.


"Apakah aku mengganggu kamu." Ucap Alexi, Alea menggelengkan kepalanya.


"Tentu saja tidak, aku senang karena kamu mau datang kesini." Ucap Alea.


"CK, benarkah." Ucap Alexi, Alea mengangguk dan tersenyum manis.


"Hmmm." Balas wanita cantik itu.


"Sudah selesai?" Tanya Alexi.


"Tinggal menandatangani beberapa dokumen saja." Ujar nya.


"Baiklah segera tanda tangani, setelah itu kita pulang." Ucap Alexi, Alea mengangguk dan segera menyelesaikan pekerjaan nya.


Sementara itu di perusahaan Axel masih terlihat heboh, setelah ada yang mengetahui jika Tatiana hadir di pernikahan Alexi.


"Tiana itu beneran kamu kan, kamu yang hadir di pernikahan tuan muda Al." Ucap salah satu karyawan.


"Mungkin mbak salah lihat." Ucap Tatiana.


"Mana mungkin saya salah lihat, jelas-jelas itu kamu. Kamu datang kesana bersama dengan nona Vee dan tuan Aiden." Ujar nya, Tatiana hanya bisa tersenyum tipis saja.


"Enggak nona mana mungkin seperti itu." Ucap Tatiana, ia benar-benar malu karena ada yang mengenal nya.


"Tiana kamu di panggil ke ruang kerja tuan muda." Ucap seseorang, yang datang menghampiri Tiana.


"Ha? Untuk apa?" Tanya wanita itu.


"Tidak tahu, tadi tuan hanya meminta saya untuk memanggil kamu." Ujar nya, Tiana pun mengangguk dan pergi ke ruang kerja Axel.


"Kamu mau kemana?" Tanya Aleta.


"Saya mau ke ruang kerja tuan muda nona." Jawab nya.


"Ke ruang kerja Axel?" Tanya Aleta.


"Hmmm." Balas nya, Aleta tersenyum manis kepada Tiana.


"Yasudah kamu temui saja Axel." Ucap Aleta, Tatiana pun mengangguk.


Tatiana wanita itu berjalan menuju ruang kerja bos nya, sebenarnya Tatiana masih tidak berani untuk menemui Axel namun bagaimana lagi ini adalah permintaan bos nya sendiri.


Tok-tok-tok... Tiana pun mengetuk ruang kerja Axel.


"Masuk." Ucap Axel dari dalam ruang kerja nya.


"Permisi tuan." Ucap Tiana, Axel mendongak menatap Tatiana.

__ADS_1


"Hmmm." Sahut nya.


"Maaf tuan apa benar anda memanggil saya?" Ujar nya.


"Iya, kamu tolong temani mami saya. Dia menelpon saya dan ingin kamu menemani mami." Ucap Axel, Tiana mengernyit heran.


"Menemani nyonya?" Tanya nya.


"Iya, kamu pergi ke cafe x nanti mami akan menemui kamu disana." Ucap Axel.


"T_tapi tuan pekerjaan saya." Ucap Tiana, Axel menatap Tiana dengan datar.


"Ini perintah kamu tahu perintah." Ucap Axel, Tiana pun mengangguk cepat.


"Baik tuan kalau begitu saya permisi dulu." Ujar nya, Axel mengangguk lelaki itu menatap kepergian Tatiana.


"Yaampun mami kenapa si bisa suka sama wanita itu, memang tidak ada wanita lain apa yang bisa dia dekatkan dengan putranya." Gumam Axel mengusap wajah nya dengan frustasi.


Setelah Alea selesai mengerjakan pekerjaan nya, Alexi pun langsung mengajak istrinya untuk pulang. Lelaki itu merangkul pinggang ramping Alea dan berjalan menuju lobby kantor, dari kejauhan Haris menatap Alexi yang merangkul pinggang Alea.


"Andai dulu saya tidak meninggalkan kamu, mungkin yang saat ini sedang bersama kamu itu adalah saya." Gumam Haris.


"Naura saya tidak percaya jika kamu benar-benar sudah melupakan saya, apa sudah tidak ada cinta sedikitpun di hati kamu untuk saya." Gumam nya lagi, entahlah bagaimana pemikiran Haris tentang Alea.


Alea dan Alexi sudah sampai di kediaman Justin, kedua orang itu berjalan memasuki rumah. Semenjak kehadiran Alea suasana rumah menjadi semakin hidup dan ramai, Alea berjalan dan melihat Vee yang sedang menggendong Varo.


"Kalian sudah pulang?" Tanya Vee.


"Hmmm, baby Varo oh aunty merindukan kamu." Ucap Alea, wanita itu mengambil alih tubuh mungil Varo.


"Tidak perlu nanti merepotkan kamu." Ucap Alea.


"Tidak merepotkan, lagipula aku juga akan ke kamar." Ucap Alexi, Alea mengangguk dan memberikan tas nya.


Vee tersenyum melihat adik ipar nya akur dan terlihat romantis, Alea menggendong Varo di hadapan Vee.


"Kamu tidak mau berenti bekerja saja?" Tanya Vee, Alea menatap Vee dan tersenyum.


"Aku mu berhenti tapi mungkin nanti kak, aku masih ingin bekerja untuk saat ini." Ucap Alea, Vee mengangguk wanita itu duduk di sofa.


"Aku juga ingin bekerja tapi Aiden melarang nya." Ucap Vee.


"Eummm, kakak kan sudah ada baby Varo. Kalau kakak bekerja bagaimana dengan Varo." Ucap Alea, Vee tertawa kecil.


"Iya si, tapi bete di rumah terus." Ucap Vee.


"Tunggu Axel nikah lah kita nanti jalan bareng, kakak, kak Aleta, kak Adelle dan istrinya Axel." Ucap Alea.


"Kaya bikin grup gitu gak si." Ucap Vee.


"Nah iya, kita berdoa saja agar Axel segera menikah." Ucap Alea, Vee tertawa lihatlah sedikit demi sedikit Alea akan ketularan jiwa Solimi keluarga Abrisham.


"Kita nongkrong gitu kan di cafe-cafe." Ucap Vee.


"Iya dong, tapi gak perlu nunggu Axel nikah juga gak masalah si, cuma gak asik kurang ramai." Ucap Alea.

__ADS_1


"Haha Alea mulai meresahkan." Ucap Vee.


"Ya gimana emang kaya gini dari dulu akutu." Ucap Alea, Vee tersenyum manis kepada Alea.


"Asik banget ini kedua ibu-ibu pada ngerumpi, lagi pada ngomongin apa?" Tanya Aiden yang baru saja pulang.


"Ngomongin Axel." Ceplos Alea polos, Vee memijat pelipisnya yang terasa pusing.


"Alea kenapa harus bilang si." Ucap Vee tertawa kecil.


"Ya kan memang kita sedang membicarakan Axel." Ujar nya, Vee mengangguk saja ia pasrah dengan sikap Alea yang jujur.


"Pasti pada ngomongin Axel biar cepet nikah kan." Ucap Aiden.


"Kok tau si Abang." Ucap Alea lagi, Aiden tertawa kecil melihat tingkah Alea.


"Tau lah orang hampir semua keluarga pada berharap Axel segera menikah." Ucap Aiden, Alea mengangguk begitupun dengan Vee.


"Eh Varo anteng banget di gendong kamu." Ucap Aiden.


"Anteng dong Tante nya kan cantik, jadi Varo betah." Ucap Alea, Aiden dan Vee tertawa.


Mereka malah seperti adik dan kakak kandung tidak terlihat seperti adik ipar, dan Aiden bangga karena Alea bisa membiasakan diri nya untuk dekat dengan saudara-saudara Alexi.


"Tau aja bocah sama yang cantik." Ucap Aiden tertawa kecil.


"Kaya Daddy nya gak gitu aja si." Ucap Vee, Aiden tersenyum mendengar perkataan istrinya.


"Gak apa-apa lah aku kaya gitu cuma sama kamu doang." Ucap Aiden, Alea tertawa bisa-bisanya Aiden menebar kemesraan di hadapannya.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


A: Guys yg minta Axel sama intan Tulung jangan salah alamat ye, kalo di novel Anes minta intan sama Axel kalian salah lapak 😭


N: Pantes gue bingung, padahal Axel muncul juga karena Anes masih kerja aja ya kan. 😂


A: Nanti jadinya berantakan, yg onomah khusus Anes kalo saudara-saudara nya itu cuma muncul dikit doang. 😌


N: Sabar Thor, semangat oke 😂

__ADS_1


A: Ngokhey 😊


__ADS_2