Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 223


__ADS_3

Setelah berbicara dengan teman kuliahnya Aiden, Vee berjalan untuk menyusul suami dan putranya di ruang kerja Aiden.


Vee membuka pintu ruangan dan nampaklah suaminya yang sedang memangku putra kecilnya, Aiden menatap Vee yang berjalan masuk menghampirinya.


"Sudah mengambil barang yang ketinggalan nya sayang? tanya Aiden.


"Sudah sayang bagaimana Varo rewel tidak?" Ucap Vee.


"Engga kok sayang Varo ga rewel." Ucap Aiden, Vee tersenyum manis dan duduk disamping suaminya.


"Aduh aduh putra mommy pintar sekali, tidak nangis ya nak ya anak pintar tidak menangis." Ucap Vee, mengambil tubuh mungil Varo dari gendongan Aiden.


"Sayang kamu mau minum apa?" Tanya Aiden.


"Apa saja sayang." Ucap Vee, Aiden mengangguk dan tersenyum manis.


"Yasudah aku minta sekretaris untuk membeli makanan dan minuman saja untuk kamu ya." Ucap Aiden.


"Iya boleh sayang." Balas Vee.


Aiden pun berjalan keluar dari ruangan nya, sementara Vee menatap Aiden yang sudah hilang dari pandangan nya.


(Kita memang menikah dengan cara paksaan, tapi untuk menjalani hari-hari setelah menikah bukankah itu tidak ada paksaan sama sekali. Sampai hadirnya Varo di antara aku dan Aiden kita tidak pernah lagi mempermasalahkan kenapa pernikahan ini terjadi, oleh karena itu apapun yang terjadi aku tidak akan pernah membiarkan orang lain mendekati kamu ai meskipun itu teman kamu sendiri.) Batin Vee, wanita itu memeluk Varo dengan erat.


"Kita akan selalu bersama-sama ya sayang dengan Daddy." Ucap Vee, wanita itu sedikit termenung memikirkan wanita itu. Menurut Vee wanita itu tidak bisa dibiarkan.


" Hei kenapa kok ngelamun si istrinya aku." Ucap Aiden, saat melihat Vee sedikit termenung.


"Eh kamu sudah balik." Ucap Vee.


"Sudah sayang, kamu kenapa hmmm lagi mikirin apa?" Tanya Aiden.


"Hehe, enggak kok aku gak apa-apa Daddy." Ucap Vee, Aiden tersenyum dan mengusap pipi Vee dengan lembut.


"Yasudah kamu tunggu sebentar aku mau kerjain pekerjaan aku dulu." Ucap Aiden.


"Oke selamat bekerja Daddy." Ucap Vee menirukan suara anak kecil.


"Terimakasih kedua bayiku." Ucap Aiden tertawa kecil.


"Hei, kamu yang bayi ya bukan aku." Ucap Vee, Aiden tertawa kecil mendengar perkataan Vee.


Aiden duduk di kursi kerjanya dan mengecek beberapa berkas yang ada di meja kerjanya, sementara itu vee memperhatikan suaminya yang sedang bekerja dengan tersenyum manis.


Tidak lama kemudian sekretaris Aiden masuk ke dalam ruangan untuk mengantarkan makanan yang dipesan oleh bos nya, Vee tersenyum saat melihat sekretaris suaminya masuk.


"Permisi ini makanan yang dipesan sudah datang." Ucap sekretaris Aiden.

__ADS_1


"Iya makasih ya mbak." ucap Vee.


"Sama-sama nona, kalau begitu saya permisi nona." Ucap sekretaris Aiden.


"Hmmm, iya." Ucap Vee.


Sementara itu di perusahaan lain terlihat Axel yang berjalan keluar dari ruang kerjanya, Axel berjalan dengan tidak fokus karena sedang memainkan ponselnya.


Begitupun dengan Tatiana yang juga tidak terlalu memperhatikan jalan, tanpa disengaja Axel dan Tatiana bertabrakan dan menyebabkan ponsel Axcel terjatuh.


"Ashh." Desis Tiana, Axel menatap ponselnya yang sudah terjatuh di lantai.


Lalu Axcel menatap siapa orang yang sudah menabraknya dan menyebabkan ponselnya terjatuh, Axel memelototkan matanya saat melihat Tatiana lagi yang sudah menabraknya.


"Kamu lagi kamu sebenernya jalan itu pakai mata gak sih, dan kenapa kamu selalu menabrak saya." Ucap Axel dengan nada tingginya.


"Ma_maaf Tuan Saya tidak sengaja." ucap Tatiana dengan gugup.


"Kalau jalan bisa hati-hati kan, kamu tuh kebiasaan tau gak setiap kerja selalu seperti ini dan selalu ceroboh." Bentak Axel lagi, membuat Tatiana ketakutan karena Axel membentak nya.


"Ma_maaf tuan saya benar-benar tidak sengaja." Ucap Tiana, ia sedikit menitihkan air matanya.


"Gak usah nangis kamu selalu membuat masalah." Ucap Axel.


Saat Axcel sedang menatapnya dengan tajam tiba-tiba saja mae sang mani datang, Mae menatap Axcel dan Tatiana yang sedang berdiri berhadapan.


Axel mengusap wajahnya dengan kasar saat sang mami menatapnya dengan penuh pertanyaan, Iya bingung harus mengatakan apa kepada maminya.


"Mi aku." Ucap Axel.


"Apa kamu kenapa? Katakan kepada mami apa yang kamu lakukan kepada Tiana?" Tanya Mae, semua karyawan menatap Mae dan Axcel. Mereka merasa bingung kenapa Mae begitu perhatian kepada Tatiana.


"Mi tidak ada apa-apa sungguh." Ucap Axel.


"Kalau tidak ada apa-apa lalu kenapa Tiana menangis jelaskan." Ucap Mae.


"Maaf nyonya Ini salah saya karena saya berjalan dengan tidak hati-hati, sehingga saya tidak sengaja menabrak tuan Axel." Ucap Tiana, Mae menatap putranya dengan tajam.


"Ikut mami ke ruang kerja kamu sekarang." Ucap Mae, menarik tangan putranya.


"Mi." Ucap Axel, sementara itu Tiana mematung menatap kepergian Axcel dan maminya.


Senior Tiana menghampiri wanita itu dan memegang tangannya, mereka mencoba untuk menenangkan Tiana.


"Tiana kamu nggak apa-apa kan?" Tanya senior Tiana.


"Enggak kok mbak aku gak apa-apa." Jawab nya.

__ADS_1


"Sudah ya jangan menangis lagi lagian yang salah bukan kamu kok, aku melihat sendiri kalau tuan Axcel berjalan sambil memainkan ponselnya." Ucap senior Tiana.


"Iya mbak gak apa-apa lagian saya juga salah karena tidak hati-hati." Ucap Tiana, senior nya mengangguk dan tersenyum manis kepada Tiana.


Sementara itu di ruang kerja nya Axel duduk di hadapan Mae, ia merasa bingung dengan Mae yang begitu ingin melindungi Tiana.


"Mami apaan si mi, kenapa mami tarik-tarik aku." Ucap Axel.


"Kamu yang apa-apaan El bisa-bisanya kamu berteriak dan membentak Tatiana di depan banyak orang seperti itu, apa kamu tidak punya perasaan." Ucap Mae.


"Mi ini semua karena dia yang berjalan tidak hati-hati, mami tahu ponsel aku pecah karena dia." Ucap Axel, Mae menatap Axel dengan tajam.


"Hanya karena ponsel kamu membentak dia? Come on Axel kamu bahkan bisa membeli sepuluh sampai dua puluh ponsel seperti itu." Tegas Mae.


"Iya aku tahu mi." Ucap Axel.


"Ya memang kamu harus tahu, Tatiana itu seorang wanita bagaimanapun juga Tiana memiliki prasaan El. Dia pasti merasa malu karena kamu bentak-bentak dia." Ucap Mae, Axel menundukkan kepalanya


(Apa aku keterlaluan sekali kepada Tiana, tapi apa yang dikatakan oleh mami itu benar. Ayolah Axel kenapa jadi mudah marah seperti ini.) Batin Axel.


"Iya mi aku minta maaf." Ucap Axel.


"Minta maaf kepada Tiana jangan kepada mami, satu lagi El jangan bersikap kasar kepada Tiana atau kepada wanita manapun. Ingat mami kamu juga seorang wanita!" Ucap Mae, setelah mengatakan itu Mae beranjak dari duduknya dan pergi dari ruang kerja Axel.


.


.


Maaf sebelumnya ini masih banyak yang belum paham kaya nya, dan masih banyak juga komen yang minta novel Anes dipisah. Aku sudah beberapa kali kasih tau kalau novel Anes memang sudah aku pisah, kalau tidak ketemu di pencarian bisa klik profil aku ya judul novel Anes itu (CINTA TUAN MUDA)



⏫⏫⏫⏫⏫


(Cinta Tuan Muda) Novel Anes dan Deandra 🙏


.


happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


A***: Axel galau karena masih jomblo woy 😂


N: Axel kalau gamau sama Tatiana mending sama gue aja dah 😂


A: Iya kita juga mau ye kan 😂


N: Betul sekali 😂

__ADS_1


__ADS_2