Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 124


__ADS_3

Tepat pukul 12 siang Azka memutuskan untuk pergi ke perusahaan milik Axel, lelaki itu sudah tak sabar ingin bertemu dengan sahabat karibnya.


Saat memasuki perusahaan beberapa karyawan menatap Azka dengan kagum, setelah menghilang beberapa hari ternyata membuat Azka semakin tampan.


Azka melenggang masuk ia menunggu pintu lift terbuka, tak lama kemudian pintu lift pun terbuka dan Azka masuk kedalam nya.


Ia menekan tombol yang akan membawa nya ke lantai paling atas karena disanalah ruang kerja Axel berada, setelah tiba pintu lift terbuka dan Azka keluar bertepatan dengan Aleta yang juga baru keluar dari ruang kerja nya.


Azka tersenyum manis menatap Aleta, sementara Aleta mengernyit heran dengan sikap Azka yang sok manis.


"Hai gadis." Sapa Azka, Aleta menatap Azka dari atas sampai bawah.


"Titan makin gede aja heran." Ujar nya, Azka terkejut dengan perkataan Aleta.


"Apanya yang makin gede heh, ngada-ngada ini anak." Ucap Azka, sungguh jika sudah berhadapan dengan Aleta Azka akan lemot begitupun sebaliknya.


"Badan kamu ngaco, fikiran kamu terlalu jauh." Ucap Aleta, Azka tertawa lalu merangkul leher Aleta.


"Haha, gak kangen apa ta. Lama loh gak ketemu." Goda nya, Aleta memberontak mencoba untuk melepaskan rangkulan Azka.


"Azka ma*i ih, leher Aleta patah nanti satu-satunya ini." Pekik Aleta, Axel yang baru keluar dari ruang kerja nya terkejut melihat kelakuan Azka dan Aleta.


"Heh, kamu apain kakak aku." Pekik Axel, Azka benar-benar baru saja muncul sudah membuat kehebohan.


"Mau aku culik bawa ke penghulu boleh gak si." Ucap Azka nyeleneh, Aleta mendengus ia masih tidak bisa melepaskan diri dari rangkulan Azka.


"Penghulu si penghulu gak gini caranya pak, elah leher orang jadi korban ini." Ucap Aleta, Azka tak menghiraukan hal itu. Ia menyeret tubuh Aleta mengikuti langkah kaki Axel.


"Adik lucknut, kakak nya di aniaya malah santai." Teriak Aleta, Azka tertawa membuat Aleta tersadar dengan kejadian yang di alami oleh Azka, seketika Aleta pun menghentikan langkahnya dan membuat Azka ikut berhenti.


"Are you ok?" Tanya Aleta, Azka yang semula tertawa pun diam lalu menunduk menatap kepala Aleta. Karena ia masih menjerat leher wanita itu.


"Hmmmmmm, i'm ok." Jawab nya santai.


"Benarkah, jika kamu baik-baik saja kenapa kamu menghilang beberapa hari ini." Ucap Aleta, Azka tertawa kecil lalu menarik Aleta ke sebuah balkon di kantor.


Keduanya kini berdiri berdampingan karena Azka sudah melepas rangkulan nya, kedua orang yang terlihat berbeda itu menatap langit biru secara bersamaan.


"Terkadang orang membutuhkan waktu untuk menyendiri, menyelesaikan masalah dengan diri dan hatinya lebih dulu. Sebelum ia menghadapi orang lain yang belum tentu mengerti keadaan nya." Ucap Azka, Aleta menoleh kenapa Titan nya menjadi mellow seperti itu.


"Hmmmmmm, apa harus selama itu?" Tanya Aleta lagi, Azka semakin gemas ia ingin sekali mendorong Aleta kebawah.

__ADS_1


"Kamu tahu rasanya sudah sungguh-sungguh mencintai namun di kecewakan, ralat di khianati." Ucap Azka, Aleta diam ia mengingat perkataan Lolita mengenai sebuah kehamilan.


"Apakah kamu papi dari bayi itu?" Tanya Aleta, Azka terkejut darimana Aleta tahu hal itu? Selama ini Azka menyembunyikan kejelekan Lolita, agar wanita itu tak di pandang buruk oleh orang-orang di sekitar Azka.


"Apa maksudmu?" Tanya Azka, Aleta menghela nafas dan menatap langit biru dan cerah itu.


"Beberapa hari yang lalu seseorang menelpon ku, dan mengatakan jika Lolita mabuk berat. Dan saat itu pula Lolita mengatakan semuanya_" Ucap Aleta menceritakan semua yang di ucapkan oleh Lolita, Azka tersenyum miris kenapa Lolita melakukan semua itu.


Padahal jika akhirnya dia menyesal kenapa harus melakukan kesalahan yang fatal seperti ini, kenapa Lolita tidak berfikir lebih dulu sebelum melakukan hal itu.


"Lalu?" Tanya Azka santai, ia sudah mencoba untuk berdamai dengan hatinya.


"Kamu papi dari bayi itu?" Tanya Aleta lagi, Azka tersenyum lalu menggelengkan kepalanya.


Tepat sekali Aleta sudah mengira Azka bukan lelaki yang seperti itu, ia tahu betul bagaimana Azka, Arka, Aiden, Alexi bahkan Axel adiknya yang suka sekali gonta-ganti wanita. Namun tak sampai meniduri wanita, karena memang itulah prinsip mereka.


"Apa kamu fikir aku bisa melakukan hal seperti itu kepada wanita yang aku cintai?" Tanya Azka.


"Tidak, sepertinya itu tidak mungkin." Ucap Aleta, Azka menatap Aleta yang sedang memandang lurus kedepan.


"Ya, memang tidak mungkin. Yang mungkin sekarang hanya menyelesaikan semuanya, agar Lolita tidak lagi melakukan kesalahan yang lainnya." Ucap Azka.


"Hmmmmmm, selesaikan saja itu akan lebih baik." Ucap Aleta.


"Titan kalau saja mendorong kamu dari sini kebawah itu di halalkan. Maka aku akan melakukan hal itu sekarang." Ucap Aleta, Azka tertawa kecil ia melirik Aleta.


"Dan aku akan menggenggam tangan kamu, agar kita ma*i bersama. Bukankah sangat dramatis menjadi kisah cinta sehidup semati." Ucap Azka, araaaaaaaaggggghhhh Azka benar-benar membuat kepala Aleta menjadi pusing.


"Kalian kenapa malah mojok disini?" Ucap Anes tiba-tiba, membuat Azka dan Aleta terkejut.


"Anes ganggu orang aja si." Ucap Azka, Anes menatap sinis Azka namun ada rasa kasihan di hatinya.


"Tumben akur, pake acara mojok lagi. Gak ada tempat lain buat mojok Wak, ini kantor." Ucap Anes, Aleta mendengus ia ingin sekali menjewer telinga Anes.


"Siapa yang mojok Aneska yaampun." Ucap Aleta.


"Kalian berdua lah, yakali om Julian sama aunty Mei." Ucap Anes, Azka dan Aleta mendelik tajam kepada Anes.


"Mon maap mbak itu Mei mami saya, ngada-ngada anda." Ucap Azka.


"Maap juga ni ya Julian papi saya, jangan sampai mbak Mae ngamuk prihal seperti ini." Ucap Aleta, Anes tertawa kecil melihat tingkah Aleta dan Azka.

__ADS_1


"Sudah-sudah, jadi apa yang kalian lakukan disini?" Tanya Anes.


"Sedang berunding tentang membangun rumah tangga, gak tau si diamah jomblo teross." Ucap Azka ngasal.


"Gagal nikah gak bikin kamu g*la kan ka." Cibir Anes.


"Jangan gitu lah nes, kalau ngomongin gagal nikah kan Aleta juga pernah gagal nikah." Ucap Azka, Aleta mendongak menatap Azka.


"Si Titan bener-bener ya, ini lagi ngomongin kamu kenapa malah bahas aku." Ucap Aleta.


"Karena apapun yang mereka bahas tentang aku, akan selalu ada cerita kamu di dalamnya." Ucap Azka, ia mengelus kepala Aleta lalu pergi dari hadapan Anes dan Aleta.


Kadua wanita itu mematung mencoba mencerna perkataan Azka, keduanya tidak mengerti apa yang di maksud oleh Azka.


"Dia kenapa si?" Tanya Anes heran.


"Mana aku tahu." Ucap Aleta, setelah bergelut dengan fikiran nya masing-masing kedua wanita itu memutuskan untuk pergi makan siang.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Si Azka bisa-bisanya nya abis Gegana (gelisah galau merana), malah ngerusuh 😂*


A: Bukan Azka namanya kalau ga rusuh 😂


N: Kan Aleta yang di gombalin gue yang Bapeureuuuu Thor 😂


A: Bisa-bisanya Uun 😌

__ADS_1


N: 😂😂😂


__ADS_2