Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 176


__ADS_3

Di sebuah perusahaan besar terlihat seorang lelaki yang sedang duduk di kursi kebesaran nya, Aiden menatap laptopnya dengan fokus.


Sampai tiba-tiba Alexi masuk kedalam ruang kerja nya, ia menatap adik bungsu nya dengan heran karena Alexi muncul tanpa memberi tahu nya terlebih dahulu.


"Ada apa?" Tanya Aiden.


"Ada beberapa masalah di perusahaan cabang milik opa." Ucap Alexi, Aiden terdiam milik opa? Opa yang mana yang dimaksud oleh Alexi.


"Milik opa?" Tanya Aiden.


"Ya papa dari Daddy." Jawab nya, Aiden mengangguk dan kembali menatap adik nya.


"Apakah begitu sulit untuk di selesaikan?" Tanya Aiden.


"Tidak terlalu sulit, kita hanya perlu pergi kesana untuk menyelesaikan nya dengan cepat." Ucap Alexi, Aiden mengangguk ia tahu jika ini bukanlah masalah yang kecil.


"Baik segera siapkan semuanya kita pergi bersama-sama kesana." Ucap Aiden.


"Bagaimana dengan Vee?" Tanya Alexi, Aiden tersenyum Alexi selalu mempedulikan kakak iparnya itu.


"Aku akan menjelaskan semuanya kepada Vee, aku juga yakin dia akan mengerti hal ini." Ucap Aiden, Alexi pun mengangguk dan ia pamit dari kantor Aiden.


...


Sementara itu di kantor Aleta Axel menatap kakak nya yang datang ke kantor hanya sendirian, dimana Anes? Apakah wanita itu masih galau karena ditinggal oleh aunty nya.


"Anes tidak datang ke kantor?" Tanya Axel.


"Kau pikir Anes akan mau ke kantor saat suasana hatinya tidak baik." Ucap Aleta.


"Tidak juga, tapi kenapa Anes sampai sesedih itu." Ucap Axel.


"Bagaimana tidak sedih, jika yang pergi itu aunty kesayangan nya." Ucap Aleta, Axel mengangguk dan ia menatap kakak nya.


"Kenapa kau menatapku seperti itu?" Tanya Aleta, saat tahu Axel menatap nya dengan aneh.


"CK, kau seperti penerus kisah cinta mami dan uncle Dio." Ledek Axel, membuat Aleta terbelalak.


"Axel sekali lagi kau mengatakan itu akan aku tenggelamkan kamu." Pekik Aleta, Axel tertawa mendengar perkataan Aleta lalu pergi begitu saja.


Sementara Aleta menghela nafas menatap kepergian Axel, kalau dipikir-pikir apa yang dikatakan oleh Axel ada benarnya.


...


Di tempat lain terlihat Alea yang sedang duduk di meja kerja nya, ia senang karena bisa menyaksikan pertunangan Aleta dan Azka.


"Nona tuan muda Alexi mengirimkan ini untuk anda." Ucap seorang wanita, yang tak lain adalah sekretaris Alea.

__ADS_1


"Alexi? Bukankah ia tidak pernah mengirim paket untukku." Gumam Alea.


"Baiklah terimakasih." Ucap nya, Alea bukan wanita yang mudah untuk di bo*ohi.


Ia menghubungi Alexi yang saat ini sedang meeting dengan klien nya, setelah selesai menghubungi Alexi wanita itu tersenyum miring.


Alea membawa kotak yang berisi gaun dan high heels itu keluar dari ruang kerja nya, beberapa karyawan menatap wajah datar Alea.


Braaaaaaaaakkkkk... Alea melempar kotak itu di atas meja kerja Haris, membuat Haris tersentak kaget.


"Apa yang kamu lakukan Naura?" Tanya Haris, pura-pura bo*oh.


"Harusnya aku yang bertanya apa yang kamu lakukan?" Ucap Alea.


"Aku tidak melakukan apapun, apakah kamu tidak melihat jika aku sedang bekerja." Ujar nya.


"Cih, kau mengirimkan paket memakai nama Alexi. Kau pikir aku percaya? Alexi tidak pernah memberiku paket seperti itu." Ucap Alea, Haris tercengang kenapa Alea menjadi semakin bar-bar.


"Apa maksudnya?" Tanya Haris masih pura-pura tidak tahu.


"Sudahlah aku tidak ada waktu untuk berbicara dengan lelaki bo*oh seperti kamu, sebaiknya kamu berikan semua itu untuk Alia istri kamu." Ujar nya, Haris terbelalak mendengar Alea mengatainya bo*oh.


"Katakan sekali lagi kau mengataiku apa?" Tanya Haris.


"Mulutku terlalu berharga untuk mengulangi kata-kata seperti itu." Ucap Alea, wanita itu berjalan keluar dari ruang kerja Haris.


"Kenapa kamu keluar dari ruang kerja Haris?" Tanya Alia, Alea tersenyum sinis.


"Itu bukan ruang kerja Haris, kau lupa jika suamimu hanya menumpang disini." Ucap Alea, kata-kata Alea selalu pedas di telinga Alia.


"Tutup mulutmu Naura, kau pikir kau siapa? Kenapa kau selalu merend*hkan kami." Ucap Alia, Alea menatap Alia dengan datar.


"Harusnya aku yang bertanya seperti itu, kau pikir kau itu siapa? Mulai lah menerima kenyataan Alia, dan aku sarankan sebaiknya kamu mencari tahu siapa diri kamu sebenarnya. Jangan sampai kamu merasa malu di kemudian hari karena sikap kamu yang seperti ini." Ucap Alea, Alia terpancing emosi ia mengangkat tangan nya berniat untuk menamp*r Alea.


"Kau_" Ucap Alia, namun saat Alia akan mendaratkan tangan nya di pipi Alea seseorang mencengkeram erat tangan Alia.


"Akkkhhh." Pekik Alia, ia terkejut melihat kehadiran Alexi yang tiba-tiba.


"Jangan pernah berani untuk menyentuhnya meskipun seujung kuku." Ucap Alexi, beberapa karyawan di kantor terlihat berbisik-bisik.


"Cih, kau begitu membela nya. Apa kau tahu wanitamu ini baru saja keluar dari ruang kerja suamiku." Teriak Alia, suara ribut-ribut di luar membuat Haris keluar dari ruang kerja nya.


"Apa kau tahu kenapa Alea keruang kerja suamimu." Ucap Alexi, suara rendah Alexi membuat Alia merinding.


"Tentu saja untuk menggoda suamiku." Ucap Alia bangga, Alexi menghempaskan tangan Alia saat melihat Haris yang keluar.


"Tanyakan saja kepada suamimu, siapa yang mengirimkan paket menggunakan namaku kepada Alea." Ucap Alexi, Alia mengerjapkan matanya apa maksud Alexi.

__ADS_1


"Apa maksudmu?" Tanya Alia.


"Alia suami kamu ini mengirimkan aku paket menggunakan nama Alexi, dia berpikir jika Alexi sudah pergi keluar kota. Padahal kenyataannya Alexi baru akan pergi besok, jadi siapa yang menggoda sebenarnya." Ucap Alea, membuat Alia menatap Haris.


"Katakan yang sebenarnya Haris." Ucap Alia.


"Gak sayang itu bohong, kamu tahu kan dari dulu Naura tidak pernah bisa menerima pernikahan kita." Ucap Haris.


"Kau pikir Alea tidak bisa menerima itu semua sampai sekarang?" Tanya Alexi, Haris terlihat gelagapan sangat tidak mungkin jika Alea masih tidak bisa menerima semuanya.


"Percayalah Alia, mereka semua itu bohong. Dan kau, sebaiknya kau pergi dari sini." Bentak Haris, kepada Alexi.


"Kau siapa berani mengusir Alexi." Ucap Alea.


"Naura kau terlalu dibutakan oleh cinta, kau tahu dia berniat memanfaatkan kamu." Ucap Haris, membuat Alea tidak menerima tuduhan Haris untuk Alexi.


"Apa yang bisa dia manfaatkan dariku? Dia tidak seperti kamu yang rela menikah hanya untuk mempertahankan perusahaan papa mu. Berhenti menjelekan Alexi sebelum aku memperlihatkan semua keburukan kamu." Ucap Alea, ia menunjuk wajah Haris membuat Alexi tersenyum tipis.


Alexi menarik tangan Alea dan membawa nya pergi, ia tak rela jika wanita nya itu berada di hadapan Haris lama-lama. Rasanya ingin sekali Alexi menendang Haris ke kutub Ut*ra.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Alexi gercep ya bund 😂*


A: Maklum bund si mantan Meresahkan 😌


N: Dikilo aja si halal ko itu pasti 😂


A: Kok bar-bar sekali anda 😒


N: Jangan setengah-setengah lah 😂


A: Udah pro ye kaya nya 😊

__ADS_1


N: 😂😂😂😂


__ADS_2