Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 39


__ADS_3

Sementara di kamar lain Aiden tertawa puas karena berhasil mengerjai Vee, Aiden yang mengatakan akan melakukan malam pertama lagi. Membuat Vee yang baru saja di turunkan dari gendongan Aiden berlari ke kamar mandi, bahkan sampai sekarang tidak mau keluar.


"Vee kau mau didalam sana sampai kapan." Panggil Aiden.


"Aku tidak akan keluar Aiden." Ancam Vee, lagi-lagi membuat Aiden tertawa.


"Kau tahu menolak suami itu dosa." Ucap Aiden, membuat Vee yang di dalam kamar mandi langsung membuka pintu dan mengintip.


Ia tidak melihat keberadaan lelaki itu, dimana Aiden. Namun tiba-tiba seseorang mendorong pintu kamar mandi dan menarik tangan Vee.


Vee yang merasa tubuhnya tidak seimbang pun terjatuh, ia terjatuh di atas tubuh Aiden karena tadi Aiden berjongkok di depan pintu kamar mandi.


"Kau mau menggoda ku?" Tanya Aiden membuat bee terkejut.


"Kau, sungguh menyebalkan." Sengit Vee, Vee mencoba untuk bangun namun Aiden melingkar kan tangan nya dan memutar posisi kini Vee yang berada di bawah Aiden.


"Aku ingin ke kamar mandi kau tahu." Setelah mengatakan itu Aiden bangun dan masuk kedalam kamar mandi, sementara Vee terdiam dengan mata yang berkedip.


"Aku bisa g*la jika terus seperti ini." Gumam Vee, ia bangun dan mengganti pakaian nya.


...


Pagi hari semua orang sudah berkumpul di Restoran hotel, Aiden, Vee, Adelle dan Arka baru turun dan membuat para keluarga tersenyum.


"Dua manten baru, gimana lancar ga." Goda Julian, membuat Aleta malu mendengar perkataan sang papi.


"Etdah, boleh tukar papi gak si. Papi nya Aleta kalo ngomong gak pake filter." Ujar nya, mengundang tawa keluarga.


"Lah iya, boleh tukar tambah suami gak si." Ledek Mae, Julian hanya tertawa kecil melihat tingkah anak dan istrinya.


"Vee kenapa tuh wajah di tekuk gitu." Kekeh Anes.


"Biasa gak bisa tidur dia." Ceplos Aiden, lagi-lagi membuat wajah Vee merona.


Padahal semalam mereka tidur nyenyak tanpa melakukan apapun, Vee kesal karena pagi ini Aiden sulit dibangunkan hingga membuat mereka terlambat.


"Pengantin baru mah gas teros." Kekeh Axel dan Azka.


"Kalian benar-benar meresahkan." Ucap Alexi.


Kini merekapun sarapan bersama dengan tenang, setelah sarapan Aiden menitipkan Vee kepada sang mommy karena ia akan pergi ke kantor.


"Mom aku titip Vee, pagi ini aku ada meeting penting." Ucap Aiden.

__ADS_1


"Baiklah aku akan menjaga nya untuk mu." kekeh Dea.


Para keluarga pun kembali ke rumah nya masing-masing, setelah sampai rumah Dea meminta Vee untuk beristirahat. Sementara dirinya harus pergi karena ada urusan penting.


Di kamar Vee melihat-lihat album foto milik Aiden, disana tidak ada foto Adelle hanya ada foto Aiden, Alexi, Aneska, Aleta, Axel, Arka dan Azka.


Vee tersenyum melihat foto kecil Aiden yang tampan bukan main, namun ia merasa gemas dengan foto Alexi dan Aneska.


"Menggemaskan, apakah keluarga ini memang keluarga yang berpenghuni orang cantik dan tampan." Ujar Vee.


Vee juga melihat foto seorang wanita cantik yang membuat nya terpesona, tunggu kenapa wajah wanita ini seperti Anes?


Seperti pinang dibelah dua wajah Anes yang mirip dengan Dena yang berada di album foto itu.


"Hoaaaammm, aku mengantuk." Ucap Vee, ia terlelap dengan memeluk album foto itu.


Di kediaman Artadinata Mei menatap Adelle yang sedang duduk di atas tempat tidur, Mei tersenyum dan memegang bahu Adelle.


"Kau baik-baik saja?" Tanya mei.


"Hmmmmm, aku baik-baik saja." Jawab Adelle.


"Apa yang sedang kau fikirkan? Apa kau memikirkan Aiden dan istrinya?" Tanya Mei, Adelle tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Lalu?" Tanya mei.


"Mami aku_aku memiliki anak asuh di sebuah panti, aku begitu menyayangi anak itu. Apakah bang Arka akan memberikan ijin jika aku sering mengunjungi anak itu." Lirih Adelle.


"Kau memiliki anak asuh?" Tanya mei terkejut.


"Hmmmmm, aku melihat dia di pinggir jalan mungkin saat usia nya satu tahun. Dia dibawa-bawa oleh seorang gadis kecil, dan aku merasa tertarik kepada nya." Lirih Adelle, Mei tersenyum dan mengelus kepala Adelle lembut.


"Kau tidak ada niat untuk mengajak nya kesini?" Tanya mei.


"Tidak, aku bukan tidak ingin mengajak nya. Aku hanya takut jika aku dan bang Arka memiliki anak kandung, dia akan merasa iri kepada anakku nanti." Ucap Adelle, Mei tersenyum.


"Baiklah kau bisa bicarakan hal ini bersama suamimu, satu lagi apa kau menyukai Vee." Ujar Mei, Adelle menoleh.


"Apa aku terlihat tidak menyukainya?" Tanya Adelle, menatap Mei.


"Tidak juga." Kekeh Mei.


"Aku menyukai gadis itu, dia terlihat polos dan lucu. Aku merasa dia seperti adik Anes." Ujar nya.

__ADS_1


"Benarkah?" Tanya Mei, Adelle mengangguk.


"Bertemanlah dengan nya jika kau benar-benar menyukai Vee." Ucap Mei.


"Baiklah." Balas Adelle, Mei pun memutuskan untuk pergi dari kamar Adelle. Ia ingin membiarkan Adelle beristirahat di kamar nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading πŸ˜ŠπŸ€— jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™πŸ˜‰


N**: Selain kamu nulis Lo juga kang prank ya Thor😭


A: Heh mana ada πŸ˜‚


N: Dell maafin gue ya, gara-gara si othor gue seudzon sama elo Del 😭


A: Ck, mangkanya Jan suka tebak-tebak πŸ˜‚


N: Gue kaga suka tebak-tebak woy 😭


A: Sabar Uun ini ujian πŸ˜‚πŸ˜‚


N: Sueee πŸ˜’

__ADS_1


A: 🀣🀣🀣*


__ADS_2