Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 67


__ADS_3

Pagi hari di kediaman Artadinata para keluarga sedang berkumpul di ruang makan, mereka melakukan sarapan dengan tenang sampai akhirnya Mei bersuara menatap Adelle.


"Dell kamu belum isi?" Tanya mei, Adelle yang saat itu sedang mengunyah makanannya tiba-tiba terhenti dan langsung menelan nya.


"Belum mom." Jawab Adelle, Mei menatap Adelle lagi.


"Kamu tidak menunda kehamilan kamu kan." Ucap Mei.


"Tidak kok, Adelle tidak menunda kehamilan Adelle." Balas nya.


Mei mengangguk ia melanjutkan makan nya, sementara Adelle gadis itu sudah tidak berselera untuk makan.


Adelle menjadi kefikiran dengan ucapan sang mami, ia juga tidak tahu kenapa dirinya belum hamil. Padahal setiap malam Adelle selalu berolahraga bersama Arka.


Setelah selesai sarapan Adelle langsung pamit lebih dulu tanpa menunggu Arka, hatinya merasa tidak karuan dengan mendengar pertanyaan seperti itu.


Bagi wanita pertanyaan seperti itu sangatlah sensitif, Adelle takut jika dia akan mengecewakan Arka dan keluarga nya.


Sementara itu di kediaman Abrisham tepatnya kediaman Justin, Anes sedang merengek agar Aiden dan mommy mengijinkan Anes untuk mengajak Vee.


Tadinya Aiden menolak karena takut Vee kelelahan, namun karena jurus yang Anes keluarkan akhirnya Aiden pun mengijinkan Anes untuk mengajak Vee.


"Jangan membuat Vee kelelahan." Ucap Aiden.


"Iya nanti Anes gendong Vee nya biar gak kelelahan." Ucap Anes, membuat Justin dan Dea tertawa.


"Gak gitu konsep nya Anes." Ucap Aiden.


"Lagian kakak tuh kebiasaan tiap Anes mau ngajak Vee pasti ngomong, jangan bikin Vee kelelahan." Ucap Anes.


"Sudah kenapa kalian selalu berdebat, kasihan tuh Vee nya kelihatan bingung." Ucap Justin, merekapun menghentikan perdebatan nya.


Setelah selesai sarapan Anes langsung menggandeng tangan Vee, sementara Aiden menarik tangan istrinya itu.


"Hati-hati, kalau kamu bosan hubungi aku biar nanti supir yang akan menjemput kamu." Ucap Aiden mengecup kening Vee di hadapan Anes.


"Bisa tidak hargai aku yang jomblo, kenapa kalian selalu menebar kemesraan di hadapan ku." Ucap Anes memelas.


"Suruh siapa kamu diam disitu." Ucap Aiden datar.

__ADS_1


"Kak aku hanya meminjam istrimu untuk menemani aku, kenapa kau berlebihan seperti itu." Protes Anes, Aiden tertawa kecil dan mengecup kening Anes.


"Pergilah dan hati-hati." Ucap Aiden, akhirnya Anes dan Vee pun bisa pergi dengan tenang.


Saat dalam perjalanan Anes menatap Vee yang sibuk dengan ponselnya, ah Anes yakin itu pasti Aiden yang sedang mengganggu Vee.


"Bang ai mengirimi kamu pesan?" Tanya Anes.


"Hmmmmm, dia berkata jangan kelelahan." Jawab Vee.


"Kubur saja suamimu itu Vee, heran kita sampai saja belum sudah berpesan seperti itu." Kesal Anes, ia baru tahu jika tingkat kebucinan Aiden melebihi batas wajar.


Setelah sampai di kantor Anes masuk ke ruang pemotretan, gadis itu melihat Adelle yang sedang termenung.


"Kamu kenapa dell?" Tanya Anes, Vee duduk di samping kiri Adelle sementara Anes duduk di samping kanan.


"Kamu sudah datang." Ucap Adelle tanpa menjawab pertanyaan Anes.


"Kamu kenapa ada masalah?" Tanya Anes, Adelle menggeleng baru kali ini Anes melihat Adelle galau tingkat kuadrat.


"Gak kok aku gak apa-apa." Jawab nya, ah Anes gak percaya ia terus mendesak Adelle sampai membuat Vee tertawa kecil.


"Enggak kok Anes aku gak apa-apa." Jawab nya lagi, kali ini Adelle menatap Vee sendu.


"Kamu sudah isi Vee?" Tanya Adelle, Anes dan Vee mengernyit.


"Isi, sudah kok kan tadi aku sudah makan." Jawab nya, Anes tertawa.


"Yaampun pinter doang ditanya beginian melongok." Kekeh Anes.


"Memangnya?" Tanya Vee, Adelle tersenyum.


"Kamu sudah hamil?" Ucap Adelle, Vee menggelengkan kepalanya.


"Belum." Jawab Vee.


"Mom Dea bertanya seperti itu tidak?" Tanya Adelle.


"Tidak, mommy tahu mungkin Tuhan masih ingin aku dan Aiden pacaran dulu." Ucap Vee, karena Dea selalu mengatakan jangan memikirkan hal yang membuat kamu stres. Karena itu hanya akan menghambat kesehatan kamu, seperti itulah kurang lebih.

__ADS_1


"Apakah aunty Mei bertanya seperti itu?" Tanya Anes, Adelle tersenyum.


"Sabar ya Adelle, setiap wanita pasti ingin mengandung dan memiliki anak. Tapi itu semua balik lagi sama yang maha kuasa, kita hanya bisa berdoa dan berusaha." Ucap Anes, Adelle mengangguk dan tersenyum.


Ia bersyukur karena Anes mau menasehati nya, ia juga bersyukur karena Vee tidak menjauhinya. Adelle menyesal karena sempat ingin mengetahui perasaan Aiden, yang jelas-jelas sudah menjadi milik Vee.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


N**: Bener tuh kata Anes, kita hanya bisa berdoa dan berusaha 😊


A: Bener banget Uun, terkadang emang pertanyaan seperti itu bisa membuat kita sedih 😊


N: Fighting Adelle, kamu pasti bisa dan untuk Vee cepek Midun ya 😁

__ADS_1


A: Fighting 😁*


__ADS_2