
Sore hari Aiden menjemput Anes di kantor nya, Anes sengaja minta jemput kepada sang kakak karena ia tidak membawa mobil. Semua itu karena ulah Aleta yang menculik nya pagi tadi, sebelum Aleta keluar dari ruang kerja nya Anes buru-buru pergi keluar.
"Nona hati-hati." Ucap beberapa karyawan, Anes hanya mengangguk dan tersenyum.
Setibanya di lobi Anes kembali berlari dan masuk kedalam mobil sang kakak, Aiden menatap Anes dengan tersenyum tipis.
"Sudah puas sekarang?" Tanya Aiden, membuat Anes menoleh menatap sang kakak.
"Tidak puas jika mereka belum menikah." Jawab Anes, Aiden tertawa kecil mendengar perkataan Anes.
"Kenapa kamu ingin mereka segera menikah? Apa kamu berpikir jika Aleta dan Azka sudah menikah mom dan Daddy akan berhenti menjodohkan kamu." Ucap Aiden, Anes menoleh menatap kakak nya.
"Mungkin saja itu bisa terjadi." Ucap Anes, ia senang jika itu semua terjadi.
"Sayangnya itu semua tidak akan pernah terjadi." Ucap Aiden, Anes menoleh lagi menatap kakak nya.
"Kenapa begitu?" Tanya Anes, Aiden menjewer telinga Anes hingga membuat adik nya memekik.
"Aaakkkhhh, saki copot nanti kuping Anes jahat banget." Ujar nya, Aiden tertawa kecil.
"Kamu ingin tahu kenapa itu semua tidak akan terjadi." Ucap Aiden, Anes mengangguk.
"Hmmm, kenapa?" Tanya nya.
"Karena Aleta anak uncle Julian dan aunty Mae, sementara kamu anak mommy dan Daddy. Pernikahan Aleta dan Azka tidak akan menghalangi perjodohan kamu dengan Deandra." Ucap Aiden, Anes terdiam benar juga apa yang dikatakan oleh Aiden.
"Ah biarkan saja, yang penting Anes sudah membuat Aleta dan Azka menikah. Setidaknya itu bisa mengulur acara pertunangan Anes dan Deandra." Ucap nya bangga, Aiden menggelengkan kepalanya Anes selalu memiliki cara untuk melindungi dirinya sendiri.
"CK, kamu tidak pernah berubah." Ucap Aiden.
"Karena aku selalu menjadi diriku sendiri." Balas nya, Aiden mengelus kepala Anes dengan lembut.
Kini keduanya sudah sampai di rumah Anes melihat beberapa mobil mewah yang terparkir dengan rapi, ia yakin itu adalah mobil para uncle dan saudaranya.
Anes masuk dengan gembira membuat Aleta dan Azka yang sudah berada di dalam menatap Anes dengan tajam, Anes tidak menggubris ia malah berjalan dengan santai dan duduk disamping Vee.
"Hai keponakan aunty baik-baik disana, nanti kamu akan memiliki banyak teman untuk main. Anak uncle Arka akan segera lahir sama seperti kamu, sementara anak uncle Azka sedang dalam perjalanan mencari pintu sayang." Ucap Anes, Mae dan Mei tercengang mendengar perkataan Anes.
"Dalam perjalanan?" Tanya Julian.
"Tentu saja, kecebong nya Azka belum mendarat dengan sempurna." Ceplos Mae, membuat semua terbelalak termasuk Aleta.
"Mami aku belum sampai tahap situ." Celetuk Aleta, membuat semua orang menatap nya.
__ADS_1
"Jadi kamu baru sampai tahap mana ta?" Goda Anes, Azka menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Boro-boro main kecebong Azka mau c*um b*b*r saja sudah kena pukul duluan oleh Aleta, Aleta kelabakan bukan itu yang dia maksud.
"Ish, sebenarnya apa yang kalian pikirkan aku tidak melakukan hal-hal aneh." Ucap Aleta, Anes menatap curiga kepada Aleta.
"Aku tidak yakin kamu masih polos ta, sementara saat honeymoon bang Aiden saja_" Ucapan Anes, langsung terhenti saat Aleta memelototi nya. Hampir saja Anes keceplosan jika ia keceplosan habislah Anes di hukum oleh sang kakak.
"Waktu honeymoon aku kenapa?" Tanya Aiden, lelaki itu menatap curiga kepada Anes.
"Waktu honeymoon bang ai Aleta mengatakan jika ia juga ingin segera honeymoon." Ucap Anes ngasal, Aleta menganga kenapa malah ia lagi yang kena.
"Benar begitu ta?" Tanya Aiden, kali ini Anes yang mendelik tajam kepada Aleta.
"Iya kak, waktu itu kan Aleta sedang galau ingin menikah." Jawab Aleta, dalam hatinya Aleta menyumpah serapahi Anes.
"Sudah cukup Aleta, Azka begini kita semua meminta kalian untuk berkumpul disini itu karena ingin membahas rencana pernikahan kalian." Ucap dad Justin.
"Dad Aleta belum siap kasi Aleta waktu lagi." Ucap nya.
"Kenapa harus minta waktu lagi, bukankah kalian saling mencintai." Ucap Adelle, kali ini Adelle berada di pihak Anes.
"Kenapa harus aku duluan yang menikah, bukankah seharusnya Anes yang lebih dulu menikah." Ucap Aleta.
"Tapi kamu yang lebih dulu di jodohkan." Ucap Aleta tak mau kalah.
"Loh hubungan aku dan Deandra belum sebaik hubungan kamu dan Azka, lagipula akhir-akhir ini aku malah jarang sekali bertemu dengan Deandra." Ucap Anes.
"Apa yang dikatakan oleh Anes benar sayang, mereka memang lebih dulu di jodohkan tapi sampai sejauh ini kami belum melihat Deandra datang kerumah untuk menemui Anes." Ucap Julian.
"Benar itu, kami belum melihat keseriusan dari Deandra. Itu artinya kami tidak bisa gegabah dalam menikahkan Anes dengan Deandra." Ucap Keanu, ah akhirnya uncle tampan kesayangan Anes itu buka suara.
"Tapi Aleta dan Azka_" Ucapan Aleta terhenti.
"Kamu tidak perlu khawatir, jika Azka menyakiti kamu maka kami akan menjadi orang terdepan yang membela kamu. Lagian Azka tidak akan macam-macam karena kami bisa ikut memantau Azka, berbeda dengan Deandra ia memiliki kekuasaan nya sendiri." Ucap Dio, mendengar Deandra memiliki kekuasaan sendiri membuat Anes dan Aleta saling pandang.
Ada rasa bersalah di hati Aleta karena membiarkan Anes pergi dengan lelaki itu, harusnya Aleta ikut mendukung Anes dalam mengerjai Deandra agar lelaki itu membatalkan perjodohan nya.
"Benar, jika Anes menikah dengan Deandra dalam waktu yang dekat. Dan Dean melakukan sesuatu yang tidak kita inginkan terhadap Anes, itu akan merusak nama baik kedua keluarga. Meskipun kami yakin Deandra tidak akan melakukan hal seperti itu." Ucap Julian.
"Jadi bagaimana Aleta apa kamu mau untuk segera menikah, kami tidak ingin kamu lepas kontrol." Ucap Justin.
"Daddy tidak percaya kepada Aleta?" Tanya nya.
__ADS_1
"Tidak sayang bukan seperti itu, Daddy percaya bahkan sangat percaya kepada kamu nak. Hanya saja Daddy melihat kalian sudah saling mencintai." Ucap dad Justin.
"Bisakah jika bertunangan dulu, jangan buru-buru menikah Aleta masih butuh waktu." Ujar nya.
"Baiklah jika itu yang kamu inginkan, nanti mom dan para mami akan mengatur pesta pertunangan kamu dan Azka." Ucap Daddy, Aleta dan Azka mengangguk Anes tersenyum manis kepada Azka membuat Azka ikut tersenyum.
Azka tahu Anes melakukan semua ini untuk Azka, Anes memang selalu menjadi sepupu yang baik dan peduli kepada Azka dan Arka.
Setelah membicarakan hal-hal yang serius Anes mengadu jika Aleta mengerjai dirinya, semua anggota keluarga tertawa mereka merasa aneh dengan Anes.
Apa lagi yang Anes inginkan sementara kriteria lelaki Anes ada pada Deandra semua, entahlah merekapun bingung dengan cara berfikir Anes dan Deandra.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading π€π jangan lupa like komen dan vote nya ππ
N***: Bukan Anes jika tidak berhasil menjalankan misi π
A: Misi mempersatukan Azka dan Aleta ye kan π
N: Tepat sekali, gue seneng kalo udah bagian Kaya giniπ
A: Lah sama π
__ADS_1
N: ππππ