Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 208


__ADS_3

Satu bulan berlalu hari ini Aleta berjalan di sebuah perusahaan terlihat Tatiana yang sedang memberikan secangkir teh untuk salah satu karyawan nya, Tatiana tersenyum manis saat melihat kedatangan Aleta.


"Pagi nona." Sapa nya.


"Pagi Tiana." Balas Aleta, Tiana mengedarkan pandangannya mencari keberadaan seseorang.


"Nona tumben sendirian nona Anes mana?" Tanya Tiana, Aleta tersenyum manis kepada wanita itu.


"Anes nya lagi gak ke kantor Tiana." Ucap Aleta, wanita itu tersenyum dan mengangguk.


"Tiana buatkan saya teh." Ucap Axel yang harus aja datang, Aleta menoleh menatap Axel.


"Baik tuan, nona kalau begitu saya permisi untuk kanji bekerja." Ucap Tiana, dan berpamitan kepada Aleta.


"Oh iya, semangat ya." Ucap Aleta.


"Iya terimakasih nona." Balas Tiana, Aleta berjalan pergi menuju ruang kerja nya sementara Tiana wanita itu membuatkan secangkir teh untuk bos nya.


Di tempat lain terlihat Aiden yang sedang memeriksa beberapa berkas, ia menatap menandatangani berkas-berkas itu.


"Tuan jam 10 nanti ada meeting dengan tuan X." Ucap sekretaris Aiden.


"Baik kamu atur saja jadwalnya." Ucap Aiden, sekretaris nya itu mengangguk.


Saat Aiden sedang fokus dengan pekerjaan nya tiba-tiba saja ponsel Aiden berdering, ia melihat istrinya yang menelpon.


****Panggilan telepon*


Aiden***: Hallo sayang ada apa hmmm, baru beberapa jam sudah kangen kah. (menggoda).


Vee: Tidak bukan itu maksudku.


Aiden: Lalu?


Vee: Sayang sepertinya mommy sakit, seharian ini mommy tidak mau keluar kamar.


Aiden: Seharian bagaimana, ini belum sehari dari aku dan Daddy berangkat ke kantor.


Vee: Maksudku tidak biasanya mommy langsung pergi ke kamar setelah kamu dan Daddy pergi.


Aiden: Baiklah aku akan menelpon dokter, kamu tolong temani mommy dulu ya sayang.


Vee: Oke baiklah.


Aiden mematikan panggilan telepon nya, ia langsung menghubungi dokter keluarga dan memintanya untuk kerumah.


Di kediaman dada Justin Vee menatap mommy yang terlihat pucat, beberapa hari ini mommy terlihat kurang bersemangat.


"Mom kenapa tubuh mommy sangat panas." Ucap Vee.


"Sayang mom tidak apa-apa, kamu jaga Varo saja ya nak." Ucap mommy.


"Enggak aku gak tenang kalau meninggalkan mommy, lagian Varo bisa dijaga oleh suster.


"Enggak Vee mommy gak apa-apa." Ucap mom Dea tersenyum kepada Vee.


Tak lama kemudian dokter datang bersama dengan Alexi dan Alea, Alexi memutuskan untuk pulang setelah mendapat kabar dari Aiden jika mommy nya sedang sakit.

__ADS_1


"Vee ini ada dokter yang akan memeriksa keadaan mommy." Ucap Alexi.


"Iya al." Ucap Vee, mom Dea pun di periksa oleh dokter.


"Bagaimana dok?" Tanya Alexi.


"Nyonya hanya mengalami demam, itu bisa saja di sebabkan karena terlalu banyak fikiran dan kurang nya istirahat." Ucap dokter.


"Tapi mommy gak apa-apa kan." Ucap Alexi.


"Tidak tuan nyonya baik-baik saja, ini saya berikan resep obat tuan tinggal membelinya di apotek." Ucap dokter, Alexi mengangguk dan mengantarkan dokter keluar.


"Mommy sembuh ya kita gak mau mommy sakit." Ucap Alea, mom Dea tersenyum mendengar perkataan Alea.


"Iya sayang maaf ya mommy sudah membuat kalian khawatir." Ucap mom Dea.


"Enggak kok mom, mommy istirahat ya nanti setelah Alexi membeli obat aku akan kesini lagi." Ucap Alea, Vee tersenyum manis kepada Alea yang sangat perhatian kepada mom Dea.


Setelah menyelimuti tubuh mommy Vee dan Alea keluar dari kamar, Vee melihat Alea yang begitu tulus menyayangi keluarga Alexi.


"Baby Varo mana?" Tanya nya.


"Oh Varo sedang di jaga suster soalnya tadi aku lagi jaga mommy kan." Jawab Vee.


Vee berjalan ke ruang tengah disana ada putranya yang sedang dijaga oleh suster, Alea mengikuti Vee dan ikut duduk di ruang tengah.


"Bagaimana kabar kamu, ah maaf aku baru menanyakan kabar kamu." Ucap Vee.


"Kabar aku baik kok dan sangat baik." Ucap Alea, sebenarnya wanita itu ingin sekali berbagi cerita kepada Vee.


Tapi ia takut jika Vee menganggap nya sok kenal atau sok dekat, Alea menatap Vee dengan lekat Vee yang menyadari itu menoleh menatap Alea.


"Tidak." Jawab nya.


"Alea tidak perlu sungkan anggap saja aku ini kakak kamu, tapi memang aku akan menjadi kakak kamu kan." Ucap Vee tertawa kecil, Alea ikut tertawa menanggapi perkataan Vee.


"Ada yang ingin aku tanyakan." Ucap Alea, mumpung Alexi sedang membeli obat untuk mommy nya.


"Kamu tahu Tiana?" Tanya Alea, Vee sedikit berpikir ia tidak tahu Tiana tapi pernah mendengar nama itu.


"Tidak aku tidak tahu Tiana, tapi aku pernah mendengar nama itu." Jawab Vee jujur.


"Sedekat apa dia dengan Alexi." Lirih Alea, ada rasa takut di hatinya, Alea takut kejadian dulu saat dirinya kehilangan Haris akan terulang.


"Setahu aku Alexi dan Tiana tidak dekat, mungkin hanya sekedar saling sapa saja." Ucap Vee.


"Benarkah?" Tanya Alea.


"Ya, karena sepertinya yang mencoba untuk mendekati Tiana itu aunty Mae. Mommy hanya membantu saja, lagian mana mungkin Alexi dekat dengan Tiana dia kan sudah punya kamu." Ucap Vee, Alea tersenyum mendengar perkataan Vee.


"Aku hanya takut saja." Ucap Alea.


"Tidak perlu takut aku yakin Alexi bukan tipe orang yang mudah dekat dengan orang lain, bukankah kamu wanita pertama yang berhasil menaklukkan hati seorang Alexi." Ucap Vee, Alea tersenyum manis kepada Vee.


Tak lama kemudian Alexi pulang Alea dan Vee menatap Alexi, Alexi mengernyit melihat Alea dan Vee yang sedang duduk berbincang.


"Kalian sedang membicarakan apa?" Tanya Alexi.

__ADS_1


"Tidak ada, kemarikan obat nya aku akan memberikan ini kepada mommy." Ucap Vee, Alexi mengangguk dan memberikan obat itu kepada Vee.


"Apa yang sedang kamu bicarakan?" Tanya Alexi, kepada Alea saat Vee pergi.


"Tidak ada." Jawab Alea.


"Jujur apa yang kamu bicarakan." Ucap Alexi, menangkup wajah cantik Alea.


"Kamu, aku sedang membicarakan kamu." Jawab nya jujur, Alexi tertawa kecil mendengar perkataan Alea.


"Jujur banget si." Kekeh Alexi.


"Kan kamu nanya itu aku jawab jujur sejujur jujurnya." Ucap Alea, Alexi tersenyum dan mencubit hidung Alea.


"Aaaaa, sakit nakal banget si." Ucap Alea.


"Ya kan sengaja mau bikin kamu kesakitan." Kekeh Alexi, Alea mengerucutkan bibirnya.


"Gak usah mancing-mancing bisa, bibirnya biasa aja bisa." Ucap Alexi.


"Enggak bisa, ini sudah bawaan dari pabrik nya." Ceplos Alea, Alexi tertawa kecil mendengar perkataan Alea.


"Ngarang pabrik ga tuh." Ucap Alexi tertawa kecil.


"Sayang mommy kenapa kok bisa sampai sakit ya." Ucap Alea.


"Mungkin mommy kelelahan, selama ini kan mommy selalu mengikuti kemanapun Daddy pergi." Ucap Alexi, Alea mengangguk ya bisa jadi seperti itu.


Melihat pernikahan mommy dan Daddy dari kekasihnya itu, Alea merasa ingin seperti mom Dea dan dad Justin selalu romantis.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Bisa kok Alea kaya Daddy dan mommy, kamu kan nanti nikah sama keturunan nya 😂*


A: Positif thinking aja dulu ye kan 😂


N: Nah iya berucap dan berpikir lah yang baik-baik 😂

__ADS_1


A: Good Uun 😁


N: 😂😂😂


__ADS_2