
Setelah selesai membersihkan diri dan memoles wajah nya dengan sedikit makeup, Anes pergi ke kamar tamu dimana Alea berada.
Anes melongok kedalam kamar membuat Alea sedikit terkejut, Anes nyengir kuda membuat Alea tertawa gemas kepada Anes.
"Boleh aku masuk?" Tanya Anes, Alea mengangguk Anes pun masuk kedalam kamar nya.
"Ada apa?" Tanya Alea, Anes tersenyum salah tingkah.
"Ini apa Anes mau ngomong." Ujar nya, Anes terlihat seperti anak kecil yang sedang merengek kepada temannya.
"Bicara saja tidak apa-apa kok." Ucap Alea.
"Alea nginep ya." Ucap Anes.
"Huh?" Alea terkejut, kenapa Anes meminta ia untuk menginap.
"Alea tahu tidak kalau mommy sudah memberikan pakaian ganti, itu artinya mommy ingin Alea menginap." Ucap Anes ngarang, meskipun benar Dea tidak akan memaksa Alea.
"Yasudah nanti aku ganti lagi baju nya." Ucap Alea tersenyum manis.
"Ih jangan, Alea nginap saja Anes gak ada teman sungguh." Ucap Anes, Alea mengernyit bukankah ada Vee.
"Kamu kan ada teman kak Vee, Aleta dan mommy." Ucap Alea.
"Gak Alea aku dan Aleta beda rumah, lalu Vee kau tahu Vee itu istri bang ai. Mana mau bang ai biarin aku ganggu Vee, Vee itu sudah jadi hak milik nya bang ai. Kalau kamu kan sudah jadi milik Alexi tapi belum ada sertifikat nya (Surat/ buku nikah)." Ucap Anes, Alea tertawa bisa-bisanya Anes berbicara seperti itu.
Sikap Anes sangat berbeda saat di rumah dan di kantor, jika sedang di luar rumah Anes akan terlihat elegan, tegas dan berwibawa. Namun saat dirumah ia terlihat manja dan menggemaskan.
Saat sedang membujuk Alea Alexi masuk ke kamar itu dan terkejut melihat Anes yang sedang bergelayut manja di tangan Alea, Alexi mengernyit apa yang sedang di rencanakan oleh Anes.
"Apa yang kakak lakukan?" Tanya Alexi, Anes terkejut dan langsung melepaskan tangan Alea.
"G_gak kok gak ada." Ucap Anes, Alea tertawa kecil melihat Anes yang gugup.
__ADS_1
"Aku pinjam Alea sebentar mommy dan Daddy manggil." Ucap Alexi, Alea dan Anes saling pandang. Alea merasa deg-degan apa yang akan dibicarakan orang tua Alexi, lalu apa yang harus ia katakan jika orang tua Alexi tidak merestuinya.
Setelah banyak berfikir disinilah mereka berada di ruang keluarga, ternyata bukan hanya Justin dan Dea saja. Ada Aiden dan Vee juga selalu kakak tertua.
"Duduk sayang." Ucap Dea, Alea mengangguk. Jiwa kepo Anes meronta-ronta, wanita itu mengekori alea dan adik nya.
Karena takut Alexi protes Anes langsung duduk di samping sang mommy, ia ingin tahu apa yang akan di bicarakan oleh kedua orang tua dan kakak nya.
"Bagaimana kabar papa dan mama mu girls?" Tanya Justin, Alea tersentak ia gugup dengan keadaan seperti ini.
"Kabar mama dan papa baik om." Jawab Alea, gadis itu mencoba tenang. Ya begitulah didikan tuan Xavier.
"Syukurlah kalau begitu, tidak perlu takut dad disini hanya ingin bertanya kepada kalian." Ucap Justin.
"Hmmmmmm." Ucap Alea dan Alexi secara bersamaan.
"Tegang amat udah kaya lagi di hukum guru karena bolos." Ceplos Anes, Aiden dan Vee tertawa kecil membuat Justin dan Dea juga tertawa.
"Begini boy kau benar-benar mencintainya?" Tanya Justin, Alexi menatap sang Daddy ia tahu dad seperti ini karena tak ingin Alexi menorehkan luka yang sama kepada Alea seperti apa yang dilakukan Haris kepada wanita itu.
"Hmmmmmm, jika tidak untuk apa aku mengajak nya kemari." Jawab putra bungsu Justin.
"Baiklah boy, dad rasa kau tahu Alea seorang wanita. Dan seharusnya kamu juga tahu sekuat apapun Alea ia tetap lah wanita yang harus kau jaga, dia memang terlihat kuat tapi kita tidak tahu bukan jika wanita sering rapuh dengan hati nya." Ucap Justin, Aiden dan Alexi menyimak. Sementara Alea merasa tersentuh akan ucapan Justin, apakah itu artinya Daddy Alexi ini ingin putranya menjaga Alea.
"Ya aku mengerti dad." Ucap Alexi.
"Bagus kalau begitu, kau juga harus tahu hal yang ingin dihindari oleh Alea. Kau harus tahu jika dia memiliki kenangan yang menyakitkan, maka dari itu kamu sebagai lelaki yang mencintai nya harus menyembuhkan luka yang tertanam di hati Alea. Jangan pernah memberikan luka yang sama untuknya, jaga dia sayangi dia seperti kamu menyayangi mommy dan kakak-kakak mu. Hargai dia sebagai wanitamu, perlakuan dia layaknya seorang putri yang akan menemani mu yang menjadi pangeran dalam keadaan apapun." Ucap dad Justin, ia tahu apa yang di alami oleh Alea dari tuan Xavier, papa Alea itu menitipkan putrinya kepada Justin.
Tuan Xavier mengatakan jika Alexi tak memiliki perasaan yang sungguh-sungguh kepada putrinya lebih baik tinggalkan saja Alea, tuan Xavier tidak ingin Alea kembali terpuruk soal cintanya.
Maka dari itu dad Justin menegaskan Alexi dan Alea untuk saling percaya, jangan mudah terpengaruh oleh orang lain. Dan Alea menikah nya Haris dengan Alia anggap sebagai pelajaran, jangan mudah percaya orang-orang seperti Alia. Percailah pasanganmu, yaitu Alexi Justin tahu jika Alia selalu merasa iri kepada Alea.
Alea menitihkan air matanya ia terharu dengan Justin yang meminta Alexi untuk tidak menyakitinya, Anes yang melihat Alea sesenggukan pun mendekati gadis itu dan memeluk nya.
__ADS_1
"Jangan bersedih kami ada untuk mu Alea, dad mengatakan itu agar kau berhati-hati dari Alia. Bisa saja dia berusaha untuk merebut Alexi dari kamu, tapi tenanglah kami ada bersama kamu." Ucap Anes, Alea mengangguk.
"Terimakasih." Balas Alea, kini setelah banyak berbincang mereka memutuskan untuk makan malam.
Setelah selesai makan malam Alea pamit pulang namun Justin melarang nya, selain ini sudah terlalu larut. Ini juga atas rengekan dari Anes, ia membujuk sang Daddy agar Alea menginap. Anes terpaksa melakukan itu karena ia tak berhasil membujuk Alea.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Terharu gue Thor, andai ada yang begitu di dunia nyata 🤭*
A: Pengen kan Lo 😂
N: Kalo di kasi mah gue mau lah gabakal nolak 😂
A: Bisaan Marni 😂
N: 😂😂😂
__ADS_1