
Sesampainya di mall Vee dan Adelle berjalan mendorong stroller baby anak nya masing-masing, sementara suster membawa barang-barang dari Varo dan Rava.
"Vee kita ke toko aksesoris bayi lucu kaya nya." Ucap Adelle.
"Aku kalau kesana suka pengen punya bayi cewek tau, kaya lucu-lucu aja gitu aksesoris nya." Ucap Vee.
"CK, bener banget. Papi nya Rava malah minta nambah anak." Ucap Adelle, Vee tertawa mendengar perkataan Adelle.
"Daddy nya Varo belum minta nambah si, tapi kalau dia mau gas lah gas yakali gak di gas." Ucap Vee.
"Rem lah Vee rem nanti kebablasan bahaya." Ucap Adelle, suster Rava dan Varo tertawa kecil mendengar perkataan nona mereka.
Saat mereka sedang berjalan Vee bertemu dengan wanita yang selalu mencoba untuk mendekati suaminya, wanita itu berjalan mendekati Vee.
"Nona Vee." Panggil nya, Vee tersenyum tipis.
"Iya ada apa." Balas Vee.
"Tidak menyangka saya bisa bertemu dengan nona disini, ada angin apa istri dari seorang Aiden Giovaro Abrisham berjalan-jalan di mall. Pasti mau ngabisin duit suami kan, kamu kan gak kerja jadi cuma ngarepin duit dari Aiden doang." Ujar nya tersenyum manis, Adelle menatap wanita itu dengan sinis ia tahu siapa wanita itu.
"CK, saya juga tidak menyangka bisa bertemu dengan wanita yang mencoba untuk mendekati suami saya. Ngapain disini lagi cari mangsa baru ya karena gak bisa mendapatkan Aiden, atau mau gaet suami orang lagi?" Ucap Vee, membuat Adelle mengulum bibir nya menahan tawa.
"Jaga perkataan kamu ya Vee." Ucap nya masih terdengar lembut.
"Iya saya jaga perkataan kok, kamu juga jangan lupa jaga sikap ya mbak ya. Suka kok sama suami orang kaya gak ada cowo lain aja, h*rga diri masih ada kan belum di gadein buat beli barang-barang branded." Ucap Vee, woow Vee perkataan kamu benar-benar membuat Adelle takjub.
Lembut namun menusuk selain itu juga terlihat elegan karena Vee tidak koar-koar, Vee membalas perkataan wanita itu juga tak kalah lembut.
"Sudah ganti profesi kah dari pembisnis menjadi pel*kor." Ceplos Adelle, wanita itu mengalihkan pandangan nya menatap Adelle.
"Adelle." Lirih nya.
"Haii, dari dulu gak berubah ya suka nya sama laki orang." Cibir Adelle.
"Maksud kamu apa." Ujar nya pura-pura polos.
"Gak perlu pura-pura polos kalau jiwa perebut nya sudah mendarah daging!" Sindir nya, dari dulu memang Adelle tidak menyukai wanita itu.
"Maksud kamu apa aku gak ngerebut siapapun loh." Ucap nya.
"Iya si gak ngerebut siapapun tapi mepet-mepet kaya orang kegatelan." Ucap Adelle, wanita itu sebenarnya ingin sekali menyerang Vee dan Adelle.
__ADS_1
Namun ia tahu suami dari kedua wanita itu bukan orang sembarangan, apalagi Aiden ia tahu betul bagaimana Aiden.
"Gatel ya di garuk Shay bukan nempelin suami orang, udah kaya ulat keket saja." Ucap Vee, oh tolong untuk suami Vee dan Adelle harap membawa pergi istri-istrinya karena bisa membuat orang kena mental.
"Betul lagian kenapa si kalau Vee ngabisin duit Aiden, dia kan suaminya jadi wajar-wajar saja. Kalau yang Vee abisin itu duit suami orang itu baru wajib di hajar." Ucap Adelle.
"Ya kasihan kali suami kerja cari uang istri cuma foya-foya saja." Ujar nya, tetap ingin terlihat baik.
"Nona mon maap ya itu yang kerja suami saya, duit suami saya, dan suami saya itu kerja nyari uang untuk anak dan istrinya. Anak nya ini (menunjuk baby Varo) dan istrinya itu saya, masalah nya sama anda dimana? Dia suami saya hello bukan suami anda jadi gausah repot." Ucap Vee, kan mulai kan jiwa emak-emak Vee lebih meresahkan.
"Orang ngasih tau bukan terimakasih malah sewot." Cibir nya, Adelle tertawa kecil mendengar perkataan wanita itu.
"Ngasi tahu itu cukup di bicarakan kepada orang nya langsung, jangan di depan banyak orang itu sama saja kamu mau mempermalukan dia." Ucap Adelle, wanita itu menatap sekeliling banyak orang yang menatap ke arah mereka.
"Lagian Vee pergi juga atas permintaan Aiden, Aiden tahu kalau istrinya merasa bosan dan jenuh berada di rumah terus. Jadi kamu sebagai orang asing dan bukan siapa-siapa dalam kehidupan Aiden nggak usah ikut campur, urus aja hidup kamu sendiri yang belum tentu benar." Ucap Adelle.
"Oke." Ujar wanita itu lalu pergi.
"G*la ya tu orang masih aja sok-sokan lembut." Ucap Vee.
"Harus hati-hati sih sama orang kayak gitu kayak cuma buat cari muka doang, dari dulu tuh dia nggak berubah dia itu emang dari dulu suka sama suami kamu Veronica." Ucap Adelle.
"Ini kamu seriusan nggak bercanda, dia meluk suami kamu di kantor Oh my God dari dulu tuh dia memang gak pernah berubah heran." Ucap Adelle, tapi tunggu kenapa wanita itu bisa ada di sini. Bukankah dia tinggal di luar negeri.
Entahlah Adelle tidak ingin tahu tentang wanita berwajah dua itu, saat Adelle dan Vee memasuki toko aksesoris bayi mereka melihat Alia bersama dengan seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik.
"Pemandangan apa lagi ini." Ucap Adelle, Vee tertawa ia tahu Adelle malas bertemu dengan Alia.
"Sekali ya keluar bisa meresahkan kaya gini ya." Ucap Vee tertawa kecil.
"Iya rada-rada nyesel gitu ya keluar dari rumah." Ucap Adelle, membuat Vee tertawa lagi.
Alia melihat ke arah Vee dan Adelle dengan sinis, sementara Vee dan Adelle memilih untuk tidak mempedulikan tatapan dari Alia.
"Sudah lah gak usah di pedulikan gak kenal kita sama dia." Ucap Adelle.
"Benar si, kitamah kenal sama Alea doang kan." Ucap Vee, Adelle mengangguk dan tertawa kecil.
"Kan bener banyak aksesoris bayi wanita lucu-lucu." Ucap Vee.
"Sabar ya sayang sabar kita harus memproduksi nya dulu." Ucap Adelle, Vee tertawa mendengar perkataan Adelle.
__ADS_1
"Memproduksi gak tuh." Ucap Vee tertawa kecil.
"Alia kamu kenapa?" Tanya wanita itu, yang tak lain adalah mami Haris.
"Itu saudara dari calon suaminya Naura mi." Jawab Alia, mami Haris menoleh dan menatap kedua wanita yang terlihat elegan dan mewah itu.
"Memangnya calon suami Naura berasal dari keluarga mana?" Tanya mami lagi.
"Gak tau si mi tapi kalau gak salah marga kekasih Naura itu Abrisham." Jawan Alia.
Damn, seketika mami Haris terdiam setelah mendengar nama Abrisham. Mami Haris menatap Alia dengan bingung.
"Kamu yakin?" Tanya mami.
"Hmmm, dua Minggu lagi mereka akan melakukan lamaran mi." Jawab nya, oke mami akan melihat apakah benar kekasih Alea salah satu dari keluarga Abrisham.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Siapapun tolong kurung Vee, dia sangat membahayakan 😭*
A: Bar-bar ya wak 🤣
N: Bukan lagi, kalo liat cewek yg deketin Aiden berasa mau di telen hidup-hidup 😭
A: Heh 😂
N: 🤣🤣🤣
__ADS_1