
Tiga hari berlalu kini seorang lelaki sudah kembali ke rumah nya, ia berjalan masuk kedalam rumah.
Yang ia cari pertama kali adalah sang mommy, senyum nya mengembang saat melihat mommy yang sedang berjalan ke arah nya.
"Kau sudah pulang sayang." Sapa Dea.
"Hmmmmm, bagaimana kabarmu mom." Ujar nya, ya Alexi memang sangat dekat dengan mommy nya.
"Baik boy, kapan kau akan memikirkan dirimu." Ucap Dea, kini keduanya sudah duduk di sofa ruang tengah.
"Aku selu memikirkan diriku mom." Jawab nya.
"Kau bohong, jika kau memikirkan dirimu maka kau tidak akan sibuk bekerja seperti sekarang." Ujar nya, bagi Dea kebahagiaan putranya selalu menjadi yang utama.
Namun bukan Alexi namanya jika mau mendengarkan kata sang mommy, lelaki itu benar-benar membesarkan perusahaan sang Daddy yang sudah besar.
"Tidak perlu mommy fikirkan hal itu." Ujar nya.
"Apa uang yang kau miliki belum cukup Alexi, sampai kau menjomblo selama itu." Ucap Azka yang berjalan masuk, diikuti oleh Axel dua playboy cap kaki tiga.
"Cih, uang ku lebih dari cukup memang nya kenapa." Dengus Alexi.
"Jika uang mu cukup kenapa kau tidak mencari pasangan hidup, apa kau menunggu mommy mu mencarikan calon." Ledek Azka.
"Sepertinya itu lebih baik." Jawab Alexi, membuat Azka dan Arka saling menatap.
"Dasar keras kepala, kau harus mencari pasangan mu sendiri." Ucap Axel.
"Kenapa tidak kekasihmu saja kau berikan kepadaku." Ujar nya santai, membuat Axel melempar bantal sofa.
"S*al apa kau tidak bisa mencari wanita sendiri sampai harus meminta milikku." Cebik Axel.
"Aku tidak ada waktu untuk hal-hal tidak penting seperti itu." Jawab Alexi, Dea tertawa geli melihat wajah kesal Axel dan Azka.
"Sikap mu itu benar-benar seperti tuan muda dalam nov*l, sampai Aiden saja kalah dingin oleh mu." Dengus Azka.
"Itu bukan urusan ku, aku dan Aiden itu berbeda meskipun kami adik kakak." Ucap Alexi.
"Benar-benar ini anak satu, Alexi kau habis ke pulau xx apa kau bertemu dengan dia." Tanya Axel.
"Hmmmmm, dia menghampiriku ke kantor tapi aku tidak menghiraukan nya." Jawab Alexi, lagi-lagi membuat Axel kesal.
"Mamp*s saja kau Alexi, wanita secantik itu saja kau tolak." Umpat Axel.
"Ambil saja jika kau mau." Jawab Alexi, pelayan datang membawa makanan dan minuman.
"Apa kau yakin jika kau normal Alexi?" Tanya Azka, membuat Axel tertawa kecil.
"Bo*oh kau fikir aku tidak normal." Sengit Alexi melempar bantal sofa kepada Azka.
"Cih, aku hanya bertanya." Ujar Azka.
"Sungguh pertanyaan yang sangat tidak normal, sama seperti kau." Sengit Alexi, Dea benar-benar sakit perut melihat perdebatan para pemuda ini.
__ADS_1
"CK, menyebalkan." Dengus Azka, sementara Alexi tidak menghiraukan hal itu ia berjalan keluar rumah berniat untuk pergi ke kantor.
Azka dan Axel pun langsung pamit kepada Dea untuk mengikuti Alexi, Dea menggelengkan kepalanya saja.
Saat sampai depan rumah Alexi melihat Arka yang keluar dari mobil bersama dengan Adelle, namun Alexi tidak mempedulikan hal itu dan langsung pergi.
"Mau apa kau kesini?" Tanya Azka.
"Apa urusannya dengan mu, aku ingin bertemu mommy." Jawab Arka.
"Pergilah." Ucap Axel, membuat Arka mengangguk dan menarik tangan Adelle.
Kini Axel dan Alexi pergi menyusul Alexi, semenjak Aiden menikah Alexi lah yang menjadi aset perkumpulan mereka.
"Arka." Sapa Dea, Arka tersenyum manis.
"Mom." Sapa Arka.
"Ada apa hmmmmm?" Tanya Dea.
"Begini mom kami mau mengundang untuk makan malam." Jawab nya, kini mereka sudah duduk di sofa.
"Makan malam, tumben sekali dalam rangka apa kalian mengundang untuk makan malam" Tanya Dea.
"Tidak ada, hanya saja Adelle sudah memenangkan projek besar dalam pekerjaan nya mom." Jawab Arka.
"Benarkah, selamat sayang kau memang berbakat." Ucap Dea, mereka mengalihkan pandangan nya saat melihat Vee menuruni anak tangga.
"Hai Vee." Sapa Adelle.
"Dimana Aiden?" Tanya Dea.
"Aiden, bukan kah dia di kantor apa mom lupa." Ucap Vee, duduk di samping Dea.
"Ah, iya mom lupa." Kekeh Dea.
"Bagaimana kabarmu?" Tanya Adelle.
"Baik." Jawab Vee.
Arka menatap wajah mungil Vee yang terlihat lucu, pantas saja sekarang Aiden tidak ingin berjauhan dengan Vee.
"Loh ada kalian." Ucap Aiden tiba-tiba, baru saja dibicarakan orang itu sudah muncul.
"Kau sudah pulang." Tanya Dea.
"Hmmmmm." Jawab Aiden, Dea tersenyum.
"Ada apa ini kenapa tumben sekali berkumpul seperti ini?" Tanya Aiden.
"Arka mengundang kita makan malam ai, untuk merayakan keberhasilan Adelle dalam pekerjaan nya." Jawab Dea, Aiden menatap Vee.
"Aku tidak bisa hadir, aku ada acara bisnis." Jawab Aiden.
__ADS_1
"Tidak masalah, ada Vee yang akan menggantikan kau bang." Ucap Adelle, Arka tersenyum.
"Masalahnya aku akan mengajak Vee, aku pulang cepat untuk menjemput Vee." Jawab Aiden membuat Vee terkejut.
"Huh?" Ujar Vee.
"Ayok bersiaplah." Ucap Aiden menarik tangan Vee.
"Tapi mau apa, kita mau kemana?" Tanya Vee.
"Kita mau pergi dan berusaha buat cucuk untuk mommy." Ceplos Aiden, membuat Vee melesat secepat kilat ke kamar nya.
Ia merasa malu dengan ucapan Aiden barusan, sementara Dea dan Arka tertawa kecil melihat kelakuan Vee yang menggemaskan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A**: Maaf baru up beberapa hari kemarin aku kurang enak badan 😌
N; Cepet sembuh ya Thor 🤗
A: Makasih Uun 🤗
N: Sama-sama Thor 🤗
A: Dan maaf juga buat yg komen up nya gak teratur gak kaya dulu, aku punya kehidupan nyata dan punya keluarga, punya pekerjaan juga. Kalo aku lagi gak up berarti memang lagi kecapean atau lagi ada urusan lain, aku bukan robot yang gak punya rasa capek. Mohon dimengerti 🙏
N: gak usah difikirin Thor, gue tau Lo capek nulis begini gak mudah 😊
__ADS_1
A: Oke sekali lagi makasih 🤗
N: 🤗🤗🤗*