
Vee menatap Aiden yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan telanjang dada, perkataan Alea yang mengatakan jika dirinya tengah hamil terngiang-ngiang di pikiran nya.
"Kamu kenapa sayang?" Tanya Aiden.
"Sayang aku gendut ga?" Ucap Vee, membuat Aiden menelan saliva nya bukan karena hasr*t. Melainkan karena pertanyaan istrinya.
"Enggak, kenapa kamu bertanya seperti itu." Tanya Aiden, sebenarnya tubuh Vee agak berisi namun Aiden takut mengatakan itu.
Karena Aiden tahu Vee paling sensitif mengenai postur tubuh nya, ia tak ingin membuat mood istrinya rusak hanya karena jawaban dari pertanyaan Vee.
"Sayang." Panggil Vee.
"Hmmm." Balas Aiden menatap istrinya.
"Kata Alea aku di suruh periksa ke dokter karena." Ucap Vee.
"Periksa ke dokter untuk apa? Kamu sakit?" Tanya Aiden mulai khawatir.
"Enggak ih bukan itu loh." Ucap Vee, Aiden menatap Vee.
"Lalu?" Tanya nya.
"Katanya aku harus ke dokter kandungan takutnya aku hamil, padahal aku ga ngerasain apa-apa kok." Ucap Vee, wajah Aiden langsung berseri-seri mendengar nya.
"Siap-siap sayang kita ke rumah sakit sekarang." Ucap Aiden, Vee tercengang dengan sikap suaminya.
"Besok aja ini sudah malam." Ucap Vee.
"Gak apa-apa bisa sekarang kok." Balas Aiden tidak sabar.
"Sayang besok aja aku capek mau bobok, sini peluk." Ucap Vee lagi, Aiden tertawa gemas kepada istrinya.
__ADS_1
"Baiklah sini aku peluk ya bobok nyenyak sayang." Ujar nya, Vee pun mengangguk dan tersenyum manis.
Sementara itu di kamar lain terlihat Alea yang sedang senyum-senyum sendiri, sampai mendidih Alexi bingung dengan tingkah istrinya.
"Sayang kamu baik-baik aja kan?" Tanya Alexi.
"Baik kok memangnya kenapa?" Ucap Alea.
"Kau kamu baik-baik aja kenapa senyum-senyum sendiri?" Tanya nya lagi, Alea menganga mendengar perkataan suaminya. Apakah Alexi m
berpikir jika Alea g*la sampai bertanya seperti itu.
"Maksud kamu aku g*la karena senyum-senyum sendiri?" Ucap Alea, Alexi tertawa kecil menanggapi perkataan istrinya.
"Enggak tapi kamu aneh sayang." Ucap Alexi, lelaki itu menubruk tubuh istrinya dan tersenyum manis.
"Ashhh berat." Pekik Alea.
"Gak apa-apa sengaja aku, coba bilang kenapa kamu senyum-senyum sendiri?" Tanya Alexi.
"Kata siapa?" Tanya Alexi.
"Kata aku kan aku yang bicara." Ucap Alea, Alexi tertawa lagi mendengar nya.
"Loh kok kata kamu, kamu tahu dari mana hmmm?" Alexi menatap istrinya.
"Nebak aja si, tapi aku yakin kalau Varo akan memiliki adik." Ujar nya.
"Woww ternyata kamu sudah beralih profesi menjadi peramal." Ucap Alexi, Alea tertawa dan mengigit hidung mancung suaminya.
"Gak gitu sayang, aku cuma nebak dan aku juga minta kak Vee untuk periksa ke dokter kandungan. Aku sangat berharap semoga kak Vee beneran hamil." Ucap Alea.
__ADS_1
"Kenapa harus kak Vee? Kenapa gak kamu aja yang hamil." Ucap Alexi, mulai membuat Alea panas dingin.
"Sayang tunggu adik Varo dulu setelah itu baru adik Gavin." Ucap Alea, Alexi tertawa kecil.
"Barengan juga gak apa-apa kok." Kekeh nya.
"No, aku gak mau nanti aku gak bisa gendong adik nya Varo." Ucap Alea.
"Kamu bisa gendong adik nya Gavin." Ucap Alexi, Alea menghela nafasnya karena Alexi selalu punya jawaban atas perkataan nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
Sedikit dulu ya gaes ya, pencerahan nya mulai macet Mon maklum🙏