
Satu Minggu berlalu hari ini Alea dan Vee memutuskan untuk pergi ke supermarket, mereka akan belanja mingguan. Setelah Alea dan Alexi menikah kini kedua menantu keluarga Abrisham itu suka sekali berbelanja dan masak, bahkan keduanya sampai membagi tugas mereka.
"Kak sudah siap belum?" Tanya Alea, wanita itu menghampiri Vee yang berada di kamar nya.
"Sudah tapi tunggu sebentar lagi, aku sedang memakaikan sepatu Varo." Jawab Vee.
"Varo mau di ajak? Kan kita belanja kak kasihan nanti dia kecapekan." Ucap Alea.
"Gampang aku akan mengajak suster untuk menjaga Varo nanti." Ucap Vee, Alea mengangguk dan tersenyum.
Saat keduanya sedang berjalan menuruni anak tangga, Alexi dan Aiden menatap para istri mereka.
"Kalian mau kemana?" Tanya Aiden.
"Kita mau pergi berbelanja." Jawab Vee.
"Belanja kenapa tidak bilang kepadaku semalam." Ucap Aiden, Vee tersenyum manis kepada suaminya.
"Ini belanja mingguan, bahan-bahan untuk memasak di rumah sudah habis." Ucap Vee.
"Kenapa tidak meminta mbak saja yang membelinya." Ucap Aiden, Vee menggelengkan kepalanya.
"Tidak perlu sayang aku dan Alea bisa membelinya, boleh kan Alexi kalau Alea pergi ke supermarket bersama dengan aku." Ucap Vee, Alexi mengangguk saja ia tidak mau melarang Alea pergi dengan Vee.
"Tentu saja boleh, tapi dengan satu syarat." Ucap Alexi.
"Apa?" Tanya Vee dan Alea.
"Kalau ada apa-apa segera hubungi aku ataupun bang Aiden." Ucap Alexi, Vee mengangguk.
"Siap kamu tenang saja kalau soal itu." Ucap Vee, Alexi mengangguk.
"Kalau begitu aku pergi dulu." Ucap Alea, Alexi mengangguk dan mengecup kening istrinya.
"Lancar amat ci*m kening istri di hadapan orang tua." Ceplos Aiden.
"CK, berkaca lah sebelum berbicara. Dulu juga kalian sering menebar kemesraan di hadapan aku yang belum menikah." Ucap Alexi, Vee tertawa kecil.
"Sudah jangan berdebat, sayang aku pergi dulu ya." Ucap Vee, Aiden mengangguk tidak ingin kalah dari adik nya Aiden justru mengecup setiap inci wajah cantik Vee.
Dan itu membuat Alexi memutar bola matanya, Aiden benar-benar sangat meresahkan. Sementara Alea hanya tertawa saja melihat kelakuan kakak beradik ini.
Setelah berpamitan kepada para suaminya Alea dan Vee pun pergi ke supermarket, Alea mengemudikan mobilnya sendiri dan Vee duduk di samping Alea.
Sementara itu suster duduk di kursi belakang sembari memeluk Varo dalam pangkuannya, Alea dan Vee memutuskan untuk membeli banyak bahan makanan.
Setelah sampai di supermarket Alea memarkirkan mobilnya dengan rapi, Alea Vee dan suster pun keluar dari mobil. Alea wanita itu berjalan menuju bagasi mobil untuk mengeluarkan stroller baby milik Varo.
"Mbak berat gak tubuh nya Varo kan mulai mbul sekarang." Ucap Vee.
"Tidak nona." Jawab suster, dengan tersenyum manis kepada kedua nona nya.
Tanpa Vee sadari Alea ternyata membawa stroller untuk Varo, Vee dan suster tersenyum melihat kepekaan Alea.
"Sini." Ucap Alea, wanita mengambil alih tubuh mungil Varo dan menaruhnya di dalam stroller baby.
__ADS_1
"Kamu bawa stroller nya Varo?" Tanya Vee.
"Iya tadi Alexi yang meningkatkan untuk membawa stroller Varo." Ucap Alea, dengan seperti ini Varo seperti memiliki dua mommy dan dua Daddy.
"Ayok." Ajak Alea, Vee dan suster pun mengangguk dan berjalan masuk kedalam supermarket.
"Kita mau belanja apa dulu kak?" Tanya Alea.
"Kita belanja kebutuhan rumah dulu setelah itu bahan-bahan makanan." Ucap Vee, Alea mengangguk kedua wanita itu terlihat seperti adik dan kakak.
Alea mendorong troli belanjaan sementara Vee memilih barang-barang yang akan mereka beli, Alea tertawa saat Vee salah mengambil barang.
"Kak kata kakak bang Aiden suka pengharum ruangan yang beraroma mint." Ucap Alea.
"Iya ini." Ucap Vee.
"Itu lavender kaya nya bukan mint." Ucap Alea, Vee pun baru menyadari nya.
"CK, salah ngambil aku." Ucap Vee, Alea tertawa begitupun suster yang mengikuti nona muda nya.
"Kalau Alexi mau yang aroma apa?" Tanya Vee.
"Sama seperti bang Aiden kak." Jawab Alea, Vee pun mengangguk.
"Aku ingin membeli beberapa camilan." Ucap Alea, Vee mengangguk ia juga ingin membeli beberapa camilan yang diinginkan nya.
"Nona apakah saya bisa membantu nona?" Tanya suster.
"Eh, enggak sus gak perlu kamu jaga Varo saja." Ucap Vee, suster pun mengangguk dan menuruti perintah nona nya.
Setelah membeli beberapa kebutuhan rumah, Vee dan Alea berjalan menuju tempat buah-buahan. Vee dan Alea memilih beberapa buah yang disukai oleh para keluarga, Alea menatap Vee yang sedang memegang sekotak strawberry.
"Kamu suka strawberry?" Tanya Vee.
"Hu'um, gak apa-apa kan kalau beli agak banyak." Ucap Alea, Vee tersenyum.
"Tentu saja tidak apa-apa, mau kamu beli semua juga bisa." Ucap Vee, Alea tertawa kecil mendengar perkataan kakak ipar nya.
"Mau beli ini juga gak?" Tanya Alea menunjukkan buah anggur hijau.
"Boleh, ambil saja apa yang kamu mau." Ucap Vee.
Tanpa Alea sadari bahwa ada Alia, Haris dan mama Haris di supermarket yang sama. Diam-diam Alia memperhatikan Alea yang sangat dekat dengan Vee, padahal dengan Alia sendiri Alea tidak sedekat itu.
"Al kamu suka ini tidak?" Tanya Vee menunjukkan buah naga.
"Enggak terlalu tapi pernah makan si." Ucap Alea, Vee tertawa kecil.
"Pas makan habis tidak?" Tanya Vee.
"Ya habis lah." Ucap Alea, Vee menggelengkan kepalanya ia merasa gemas kepada Alea.
"Aku beli ini ah." Ucap Vee.
"Untuk apa?" Tanya Alea, wanita itu mendekati Vee.
__ADS_1
"Untuk Varo." Ucap Vee, Alea mengernyit heran.
"Jangan nanti Varo bersayap." Ucap Alea bercanda.
"CK, tar kita beli dulu sayap butterfly." Ucap Vee, Alea tertawa.
"Ini buah naga kan mana ada naga bersayap butterfly." Ucap Alea, keduanya tertawa entahlah Vee sudah meracuni Alea dengan kelakuan absurd nya.
"Sayang kamu ngeliatin apa?" Tanya mama Haris kepada Alia.
"Eh, enggak kok mi gak apa-apa." Jawab nya.
"Hmmm." Mama Haris pun mengikuti arah pandang Alia.
"Bukankah itu Naura." Ucap mama, membuat Haris ikut memandang arah yang sama.
"I_iya itu Naura." Ucap Alia.
"Dia terlihat sangat dekat dengan kakak ipar nya, benar kan itu kakak ipar Naura." Ucap mama lagi.
"Hmmm." Balas Alia.
"Alia bahkan Naura tidak sedekat itu dengan kamu, mami heran kepada Naura bersikap dingin terhadap kamu nak." Ucap mama Haris.
"Mungkin Naura tidak menyukai aku ma." Jawab Alia.
"Atas dasar apa dia tidak menyukai kamu, kamu itu kakaknya bagaimanapun juga dan apapun kesalahan yang kamu buat kepada Naura seharusnya dia bisa memaafkan kamu." Ucap mama Haris, Alia hanya bisa tersenyum tipis saja saat mendengar perkataan mama mertua nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
A**: Maaf baru update akunya lagi kurang baik soalnya 😊*
N: Cepet baik ya Thor, jangan lama-lama sick nya 🤗
A: Iya makasih Uun 🤗
__ADS_1
N: Semangat terus 🤗
A: Iya makasih 😊