Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 97


__ADS_3

Hari-hari begitu cepat berlalu kini Anes dan Aleta menjadi semakin dekat, keduanya selalu pergi berdua. Adanya konfly bukan menjauhkan mereka, melainkan membuat keduanya semakin dekat.


Aleta menjadikan semua yang terjadi sebagai pelajaran, ia tak bisa terus mengorbankan Anes demi ego nya. Anes sudah banyak berkorban untuk nya, bahkan Anes yang di larang bekerja oleh kakak dan Daddy nya bersikeras untuk bekerja membantu Aleta.


Awalnya Aleta tak banyak mengerti tentang perusahaan, namun berkat Anes Aleta mampu memahami semuanya. Anes adalah anak Justin dan Dea, kedua orangtuanya memiliki darah pembisnis dan menurun kepada anak-anaknya.


Jika Aleta hanya Julian yang paham akan bisnis dan perusahaan, sementara Mae bukan tak paham ia hanya tidak mau terlalu ikut campur tentang perusahaan.


Saat sedang berjalan Aleta tak sengaja menabrak Azka, lelaki itu sampai membuat tubuh mungil Aleta terpental.


"Aaakkkhhhh." Pekik Aleta, gadis itu kini duduk bersimpuh di lantai.


"Loh kamu ngapain ta, kalau mau duduk di kursi ta ko duduk di lantai." Ucap Azka, bukannya minta maaf Azka malah mengejek Aleta.


"Duduk-duduk udelmu, badanmu terbuat dari apa si ka nabrak dikit aja langsung mental." Sengit Aleta, gadis itu berusaha untuk bangun dari duduknya.


"Lah ta gak liat ni badan atletis begini." Ucap Azka bangga, Aleta mendengus kesal.


"Berasa nabrak Titan aku." Ucap Aleta, Azka tertawa bisa-bisanya Azka di katai Titan oleh Aleta.


"Ta kamu kenapa?" Tanya Anes yang baru saja tiba melihat Aleta memegang pinggang nya, sebenarnya Anes tadi sudah bersama dengan Aleta hanya saja ia kembali ke ruang kerja Aleta untuk mengambil beberapa berkas.


"Nabrak Titan nes." Jawab Aleta, Anes mengernyit dimana ada Titan?


"Titan?" Tanya Anes, Aleta mengangguk dan menunjuk Azka dengan mata nya.


"Ohahaha, bisa-bisanya kamu ngatain Azka yang ganteng Titan." Goda Anes, Azka memasang wajah sok cool nya.


"Gaada obat kan nes aku tampan nya." Ucap Azka.


"Ada tuh obat diare." Ucap Anes, Azka mendengus dikira dia sedang diare kali.


"Pinggang aku sakit nes." Adu Aleta sambil berjalan.


"Elah itu belum apa-apa ta, gimana nanti kalau malam pertama bisa lepas tuh pinggang kamu." Ceplos Azka, Anes tertawa lepas ia refleks tertawa mendengar perkataan Azka.


"Iya hati-hati saja calon istrimu nanti encok ka punya suami Titan kaya kamu." Ejek Aleta.


"Lah elah, gak lah istri aku nanti servis dulu ta sebelum malam pertama." Ucap Azka, Aleta dan Anes tertawa puas.


"Dikira mobil harus servis sebelum di pake." Ucap Aleta, Azka tertawa ia melirik Aleta yang berjalan disampingnya.


"Bisa lah ta, biar kuat berjam-jam." Ucap Azka.


"Semoga calon suami aku gak kaya kamu ya ka, bisa-bisa remuk badan kalau begitu caranya." Ucap Aleta, Azka tertawa bisa-bisanya ia membicarakan tentang itu dengan kedua sepupunya.


....


Di tempat lain terlihat Aiden tengah menemani Vee jalan-jalan, karena wanita itu merasa bosan terus di rumah. akhirnya Aiden pun memutuskan untuk mengajak Vee jalan-jalan.

__ADS_1


"Sayang aku ingin naik itu." Ucap Vee.


"Nanti ya sayang, kamu sedang hamil nanti kalau dedek nya sudah keluar." Ucap Aiden, Vee merengut masam.


"Sayang kalau naik itu nanti dedek nya pusing, kasian kan kita cari yang lain saja yang lebih aman." Ucap Aiden, Vee pun mengangguk menyetujui.


Sudah setengah hari Aiden menemani Vee bermain, kini wanita itu merasa kelaparan Aiden yang mengerti langsung mengajak Vee ke restoran.


Vee memesan banyak makanan sementara Aiden hanya tersenyum, semenjak hamil porsi makan Vee meningkat. Dan itu membuat Aiden senang, ia berharap dengan melihat Vee yang sehat dan bahagia bayi mereka juga akan sehat dan bahagia.


"Sayang pelan-pelan saja nanti tersedak." Ucap Aiden.


"Hmmmmmm." Balas Vee.


"Habis ini mau kemana?" Tanya Aiden, lelaki itu mengelap bibir Vee yang kotor akibat makan yang tidak hati-hati.


"Aku ingin menemui Anes dan Aleta." Lirih nya, Aiden menatap Vee untuk apa menemui Anes dan Aleta.


"Kenapa tidak pulang saja sayang kamu butuh istirahat." Ucap Aiden, Vee menggelengkan kepalanya membuat Aiden menghela nafasnya.


Usia kandungan Vee sudah menginjak usia tiga bulan, belum terlalu menonjol memang. perut Vee masih terlihat datar karena wanita itu selalu memakai pakaian yang tidak terlalu ngepas.


Setelah selesai makan Aiden menemani Vee yang ingin menghampiri Anes, sesampainya di kantor Axel Aiden menuntun Vee untuk mencari Anes.


Beberapa karyawan menatap kagum kepada Aiden yang mengenakan pakaian casual, dan Vee yang juga terlihat mengenakan pakaian santai.


Vee memeluk tangan Aiden dengan posesif, semenjak hamil Vee memang lebih posesif. Aiden sendiri merasa bingung dengan sikap Vee, jika di tanya wanita itu akan menjawab. Taku karena semenjak hamil Aiden malah semakin tampan, sementara dirinya terlihat lebih berisi, Vee takut Aiden akan mencari wanita yang lebih cantik dari dirinya, lucu sekali bukan. Hal itu juga yang membuat Aiden semakin mencintai Istrinya.


"Anes, huaaaaa aku kangen banget sama kamu." Ucap Vee memeluk Anes, Aiden mengernyit mood Vee berubah-ubah semenjak hamil. Kangen katanya? Padahal setiap hari Anes dan Vee bertemu.


"Utuk-utuk ibu hamil ku jangan nangis, kasihan dedek bayi nya." Ucap Anes, tak sengaja Adelle mendengar perkataan Anes.


"Vee hamil?" Tanya nya, Aiden dan Anes menoleh keduanya saling menatap.


Bukan sengaja menyembunyikan nya dari Adelle, selama ini wanita itu terlihat depresi Adelle ingin sekali segera memiliki baby.


"Adelle." Lirih Vee, Adelle menatap Aiden oh God. Kenapa mantan kekasih nya itu menjadi semakin tampan?


Vee berhasil menjaga dan mengurus Aiden, sampai Adelle merasa takjub dengan ketampanan Abang ipar nya itu.


"Sejak kapan?" Tanya Adelle.


"Ti_" Ucapan Vee terhenti.


"Kandungan Vee sudah berusia tiga bulan." Jawab Aiden, Adelle terkejut kenapa ia tak tahu.


"Wow, selamat ya Vee. Pantas selama ini kamu tidak pernah ikut Anes lagi." Ucap Adelle dengan suara gemetar, Vee mendekati Adelle dan memeluk Adelle.


"Jangan bersedih aku akan berdoa untukmu, semoga kamu juga cepat hamil." Ucap Vee, Adelle tersentuh ia memeluk Vee dan tersenyum.

__ADS_1


"Hmmmmmm, terimakasih." Ucap Adelle, Anes tersenyum mengelus pundak Adelle.


Aiden menitipkan Vee kepada Anes sementara, ia akan menemui Axel terlebih dahulu. Aiden di perhatikan para karyawan wanita membuat Vee cemberut, Adelle yang mengerti tersenyum kecil.


"Suamimu terlalu tampan Vee, jadi bersabarlah." Ucap Adelle, Vee menunduk membuat Anes tertawa kecil dan mengajak Vee untuk duduk di sofa.


.


.


.


.


.


.


.


.


Aiden



Veronica



***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


A**: Haaaaaiii, maaf baru up lagi maaf banget ya guys. aku baru sempet up. maaf udah bikin kalian nunggu 😌*


N: Gak apa-apa Thor, meskipun gedek juga gue tungguin 😌


A: 😂😂😂 Mon maap ya uun maap sekali 🤗


N: Okelah oke, aktif lagi kan Thor?


A: Aktif kok aktif 😁


N: siip😁 sekalinya muncul pake visual yg bikin meleyot 😂


A: Nikmati aja uun 😂


N: Jantung kaga aman 😭


A: 😂😂😂

__ADS_1


N: 😭😭😭


__ADS_2