Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 234


__ADS_3

Tiga hari berlalu setelah acara makan malam di kediaman Alea, Axel berada lebih tertekan karena mami selalu meminta Axel untuk segera memberikan calon menantu.


Jika Axel tidak bisa mencari sendiri maka Tatiana lah solusinya, mami mengatakan jika Axel masih belum menemukan wanita yang bisa membuat mami dan mommy nya yakin maka Axel harus menerima jika harus menikah dengan Tatiana.


"Mamp*s saja kau Axel, bagaimana bisa mencari pasangan dalam waktu dekat. Mami juga ngarang sekali, dikira nyari pasangan kaya beli siomay kali ya." Grutu nya, Axel mengusap kepalanya dengan frustasi.


"Sudah El terima saja Tiana dia cantik kok, gak kalah cantik dari Alea dan Vee." Ucap Azka.


"Berisik kamu ka, kamu gampang kan sebelum mami kamu minta menantu sudah mendapatkan calon lebih dulu." Ucap Axel.


"Heh tutup botol, kamu lupa siapa yang membuat aku dan Aleta bisa nikah cepat." Ucap Azka.


"Ya aku dan yang lain." Ucap Axel.


"Ya itu, aku juga akan membuat kamu dan Tiana menikah dengan cepat." Ucap Azka.


"Jangan macem-macem de ka, jangan aneh-aneh aku dan Tiana itu tidak saling mencintai." Ucap Axel.


"Kamu lupa jika mami dan papi kamu juga tidak saling mencintai, tapi mamu kamu bisa hamil sama papi kamu." Ucap Azka.


"Ya itu si papi lupa ngerem itu." Ucap Axel, Azka memukul tangan Axel.


"Jangan ngarang deh El, lagian apa kurang nya si Tatiana." Ucap Azka.


"Ya gak ada kurang nya si, lengkap kok itu tangan dua, kaki dua, mata dua." Ucap Axel.


"Terserah lah, ingat El sekuat apapun kamu menolak Tatiana kalau keluarga sudah setuju kamu bisa apa." Ucap Azka.


"Si*l pergi saja kamu sana, disini cuma bikin orang pusing doang." Ucap Axel.


"Pernikahan Alexi satu Minggu lagi El, persiapkan lah." Ucap Azka, semakin membuat Axel kalang kabut.


"Azka pergi kau." Ucap Axel, Azka tertawa melihat adik ipar nya.


Sementara itu di tempat lain terlihat Vee, Adelle dan Alea yang sedang memilih gaun pengantin untuk Alea.


"Yang ini bagus si al." Ucap Adelle.


"Emmm, iya benar itu bagus tuh." Ucap Vee.


"Gimana bagusnya menurut kalian saja." Ucap Alea.


"Loh kan yang mau nikah itu kamu sayang, yakali kami yang milih." Ucap Vee.


"Ya gak apa-apa aku suka kok pilihan kakak." Ucap Alea.


"Yasudah yang ini saja bagaimana, ini lucu dan bagus si." Ucap Adelle.


"Boleh." Ucap Alea.


"Setelah ini kita ke mommy yang sedang mendekor gedung kan." Ucap Vee.

__ADS_1


"Eh iya benar, aku juga ingin melihat bagaimana dekorasi pernikahan nya." Ucap Alea, Vee dan Adelle mengangguk dan tersenyum.


Setelah selesai dengan urusan gaun Vee, Adelle dan Alea pergi untuk menemui mom Dea, mom Mae dan mom Mei.


Setibanya mereka di gedung Vee memanggil mom Dea, hingga membuat dua mommy yang lain nya menoleh.


"Mom." Panggil Vee.


"Sayang kalian kesini juga ternyata." Ucap mom Dea.


"Iya, kita gak apa-apa kan mom kesini?" Tanya Vee.


"Gak apa-apa dong sayang, ini Varo dan Rava di ajak juga. Apa gak kecapekan nanti nya hmmm." Ucap mom Dea.


"Enggak kok mom, masa kecapekan kan Vee gendong." Ucap Vee.


"CK, bisa saja kamu." Ucap mom Dea tertawa kecil.


"Oiya Alea bagaimana kamu sudah dekorasi nya?" Tanya Mae.


"Suka aunty bagus banget, aku percaya pilihan mommy dan aunty itu tidak pernah salah." Ucap Alea.


"Bisa saja kamu, ini nanti bisa aunty jadikan inspirasi untuk nikahan El dan Tatiana." Ucap mom Mae, Adelle tertawa kecil mendengar perkataan mom Mae.


"Memang El nya mau sama Tiana aunty?" Ucap Adelle.


"Kebalik dong sayang, harusnya kamu bertanya memang Tatiana mau dengan El." Ucap Mei, mereka semua tertawa kecil mendengar perkataan Mei.


"Aunty mungkin Axel menyukai wanita yang suka menghabiskan uangnya, selama ini kan Axel selalu menjadi ATM berjalan mantan kekasih nya." Ucap Adelle.


"Ya gak masalah si dell, yang penting wanita itu tulus kepada Axel saja aunty sudah senang." Ucap Mae.


"Kak jarang wanita tulus kalau di suguhkan uang di awal, berbeda jika Axel biasa saja dan tidak terlalu memanjakan wanita itu. Mungkin bisa membuat wanita itu benar-benar tulus kepada Axel." Ucap Mei.


"Benar apa kata aunty Mei, Axel itu terlalu baik aunty jadi selalu di manfaatkan oleh perempuan." Ucap Vee, Mae mengangguk sepertinya keputusan Mae untuk menikahkan Axel dengan Tiana itu sudah tepat.


"Sepertinya keputusan aku untuk menikahkan Axel dengan Tiana itu sudah tepat." Ucap Mae.


"Ya tepat si, masalah nya Axel mau gak takutnya nanti malah Tiana yang sakit hati." Ucap mom Dea.


"De kalau mereka tinggal di rumah mana verani si Axel galak-galak sama istrinya." Ucap Mae.


"Nah, kan ada aunty Mae yang mengawasi jadi tidak akan macam-macam Axel nya." Ucap Adelle.


"Bagaimana saat nikahan aku dan Alexi Tatiana di undang saja, kan dia bisa datang bersama dengan kak Aleta atau kak Vee." Ucap Alea.


"Sama kamu dan Alexi si harusnya, Tiana kan terlihat dekat dengan Alexi seperti Kakak adik." Ucap Adelle.


"Eh, jangan yang nikahan kan Alea dan Alexi yakali mereka mau jadi tamu undangan." Ucap Vee, Adelle tercengang ia baru ingat jika Alea dan Alexi menjadi tuan rumah nya.


"CK, maaf-maaf aku lupa." Ucap Adelle, Alea tertawa kecil.

__ADS_1


"Gak apa-apa nanti Tiana datang bareng aku dan Aiden saja." Ucap Vee.


"Nah boleh tuh, Aiden juga pasti tahu kan siapa Tiana." Ucap Adelle.


"Yasudah itu bisa kita bicarakan nanti, sebaiknya sekarang kita pulang dulu." Ucap mom Dea, Alea pun mengangguk dan menggandeng tangan mommy nya.


Mom Dea tertawa karena Alea dan Alexi ternyata sama manja nya, mom Dea mengelus tangan Alea.


Mom Dea, Mae, dan Mei pisah mobil dengan Alea, Vee, dan Adelle. Mereka memutuskan untuk mengikuti mobil yang ditumpangi oleh mom Dea, di mobil Vee Alea yang mengemudi karena Vee dan Adelle mengajak anak mereka.


"Rava dan Varo kecapekan gak si?" Tanya Alea khawatir.


"Enggak kok aunty tenang saja, kita gak capek kan untuk membantu aunty." Ucap Adelle.


"Benar sekali jarang-jarang kan kita bisa keluar, biasanya kalau mau keluar harus sama suami dulu." Ucap Vee.


"Masa iya?" Tanya Alea.


"Iya Al, nanti kamu juga tahu apa yang kita rasain selama ini." Ucap Adelle, Alea tertawa kecil mendengar perkataan Adelle.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Plis mom Mae gak bisakah jadikan saya sebagai menantu nya, saya mau memaksakan diri ini. 😩*


A: Bener banget, bisa-bisanya Tiana gelud Mulu sama Axel 😭


N: Nah kan, padahal kita aja pengen laki modelan Axel 😂


A: Lebih ke yang kaya Alexi dan Aiden ga si 😂


N: Axel juga boleh si, Aiden dan Alexi sudah ada pawang nya 😂


A: Etdah 🤣


N: 😂😂😂

__ADS_1


__ADS_2