
Di sebuah perusahaan Axel menemui Aiden ia bercerita jika setiap kali melihat wajah Tiana dirinya selalu merasa emosi, Axel tak mengerti kenapa ia bisa sampai seperti ini.
"Bang." Panggil Axel.
"Hmmm." Sahut Aiden yang sedang fokus dengan laptopnya.
"Mau cerita." Ucap Axel, Aiden menghentikan kegiatan nya dan menatap Axel.
"Ada apa?" Tanya lelaki yang sudah memiliki anak itu.
"Kenapa ya setiap aku lihat wajah Tiana selalu merasa marah dan tidak nyaman." Ucap Axel, Aiden mengernyit dan menatap Axel dengan intens.
"Alasan kamu seperti itu apa? Dan marah kamu seperti apa membentak dia atau hanya diam saja?" Tanya Aiden.
"Bang aku selalu marah-marah kepada Tiana dan selalu membentaknya, aku berpikir mungkin orang tuanya saja tak pernah memarahi Tiana seperti aku memarahinya." Ucap Axel, Aiden mengangguk ia tahu jika tidak ada orang tua yang akan membentak anaknya jika si anak tidak membuat kesalahan.
"Kesalahan apa yang Tiana lakukan?" Tanya Aiden, Axel menggelengkan kepalanya setelah menikah wanita itu tidak pernah berbuat kesalahan lagi.
"Tidak ada setelah menikah dia tidak pernah melakukan kesalahan." Ucap Axel, Aiden menghela nafasnya mendengar perkataan Axel.
"Kamu cerita ini kepadaku karena kamu berpikir jika aku juga menikah karena perjodohan, itu memang benar tapi aku tidak pernah membentak Vee El." Ucap Aiden, Axel menatap Aiden memang benar Aiden hanya diam dan bersikap datar kepada Vee.
"Terus aku harus gimana bang aku takut kalau papi tahu apa yang aku lakukan." Ucap Axel.
"Berhenti membentak nya El dan jangan berbicara dengan nada tinggi kepadanya, Tiana juga sama seperti Aleta, Anes, Vee, Alea dan Adelle dia juga memiliki prasaan. Jika kamu belum bisa mencintai Tiana ingat setidaknya kamu harus bersikap baik." Ucap Aiden, Axel terdiam selama ini memang Tiana hanya mengoceh jika Axel sedang berbicara seperti tadi pagi.
"Aku sudah berniat seperti itu bang tapi aku selalu melakukan kesalahan lagi dan lagi." Ucap Axel, Aiden tertawa kecil mendengar perkataan Axel.
"Ingat El keluarga Abrisham tidak ada yang kasar kepada perempuan, kamu jangan menjadi duri untuk nama keluarga yang sudah terkenal baik ini." Ucap Aiden, Axel memijat pelipisnya yang terasa pusing.
Selama ini memang putra maupun putri di keluarga Abrisham terkenal baik dan setia, jika Axel sendiri yang melakukan kesalahan tentu saja ia akan menjadi bahan perbincangan orang-orang diluar sana.
Sementara itu di kediaman dad Justin Alea dan Vee sedang menemani baby Varo yang sedang menonton kartun, Alea memotret Varo wanita itu memang suka sekali memotret Varo.
Saat Alea memposting Varo di akun sosial media nya, tiba-tiba saja Alia mengirimkan pesan pribadi kepada Alea.
***Pesan chat...
Alia**: Anak orang terus yang di posting, anak sendiri kapan. 🤭*
Alea: Sibuk amat ngurusin kebahagiaan orang, keliatan banget kalo hidupnya gak bahagia.🤭
__ADS_1
Alia: Halah sebahagia apa si kamu hah, aku yakin kamu gak bahagia karena belum memiliki anak awok-awokk. 😂
Alea: Mbak nya gak nyadar ya situ yang mau punya anak aja gak bahagia, karena suaminya belum move-on dari mantan nya eaaaaaakkkk. 🤣
Alia: Jaga ucapan kamu ya Naura kamu sudah keterlaluan!
Alea: Loh kok ngamookk 🤣 kepanasan ya mbak nya, mangkanya di jaga suaminya di kurung kalau bisa. 🤭
Alia: Naura aku akan bilang mama dan papa atas perkataan kamu ini!
Alea: Bilang aja gak apa-apa kok papa dan mama mana bisa marah sama aku, mereka tau kali aku sudah bahagia dengan suami aku dan kalaupun aku berbicara seperti ini kepada kamu ya itu karena kamu duluan yang mulai.
Alia: Awas kamu ya, gausah sok bahagia aku juga tahu kalau keluarga Alexi tidak ada yang suka kepada kamu.
Alea: *Hahaha kepada kamu kali Alia, asal kamu tahu saja keluarga Alexi itu geram sama kelakuan kamu yang gak tahu malu!
Kamu tahu bahkan Daddy saja mengatakan apa yang aku inginkan pasti akan selalu dia berikan, kenapa karena aku adalah istri dari Alexi yang tak lain anak bungsu nya*.
Alia: Cih, mimpi!
Alea: Cieee panas ya karena papi mertua kamu cuma bisa bilang papi butuh modal, sementara Daddy aku bilang kamu butuh apa. Kasian awok-awok. 😂
Alia: Naura cukup!
"G*la Alia makin sini makin jadi." Ucap Vee.
"Gak ngerti aku juga sama dia kak apa yang dia mau aku gak tahu, padahal sudah beberapa bulan ini aku ga kerumah mama dan papa karena gak mau bertemu Alia aku gak mau bertengkar karena sesuatu yang gak penting." Ucap Alea, Vee mengangguk dan menatap Alea.
"Selama ini kamu hanya diam saja dengan kelakuan Alia?" Tanya Vee.
"Iya aku tidak bisa mengatakan apapun kepada Alia karena senjata ampuh dia adalah pura-pura bun*h diri, dan itu yang bikin mama papa aku selalu bela dia." Ucap Alea.
"Kamu ternyata lebih baik dari aku." Ucap Vee, Alea menatap Vee dengan lembut.
"Kenapa?" Tanya Alea.
"Dulu aku selalu bertengkar dengan saudara tiri aku, sampai mereka memisahkan aku dari papi dan opa. Aku tinggal di luar negeri sendiri saat itu, mereka menjaga aku dengan ketat agar aku tidak bisa kembali kesini." Ucap Vee, Alea mengernyit tapi kenapa akhirnya Vee ada disini.
"Tapi kakak bisa pulang?" Tanya Alea.
"Aku kabur dari sana untuk kembali kesini aku melakukan itu karena mendengar kabar jika opa sedang sakit parah, saat aku kembali orang yang pertama kali aku lihat itu mommy." Ucap Vee, membuat Alea semakin penasaran.
__ADS_1
"Mommy?" Tanya alea.
"Ya mommy kita saat itu mommy yang menemani opa di rumah sakit, sampai akhirnya untuk menjaga aku mommy meminta salah satu anaknya untuk menikah dengan aku." Ucap Vee lagi.
"Aiden?" Tanya Alea, Vee mengangguk dan tersenyum manis.
"Sempat terjadi perdebatan saat itu karena Aiden menolak untuk menikahi aku, dia ingin Alexi yang menikahi aku. Tapi Alexi juga menolak ia tidak ingin menikah lebih dulu dari kedua kakaknya, karena mommy hanya memiliki dua anak laki-laki akhirnya Aiden mau menikah dengan aku." Ucap Vee, Alea memeluk Vee seakan memberikan kekuatan.
"Takdirmu sangat indah semua orang sayang kepada kamu kak, aku juga sayang kamu kau benar-benar menjadikan dirimu sebagai kakakku. Kau tahu setelah menikah barulah aku merasakan sesuatu yang membahagiakan, aku benar-benar memiliki kakak yang sayang kepadaku." Ucap Alea.
"Aku juga bahagia karena memiliki adik seperti kamu, Anes dan Alexi. Kalian adalah pelangi baru dalam kehidupan aku." Ucap Vee, kedua menantu dad Justin itu saling memeluk satu sama lain.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Emak Carikan aku kakak seperti Vee dan adik seperti Alea 😂*
A: Kok Maruk ya Uun 🙄
N: Kalau bisa semua kenapa harus satu si Thor 😂
A: Gak gitu konsep nya jamileh 😌
__ADS_1
N: 😂😂😂