Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 306


__ADS_3

Di kamar nya Anes menatap anak kembar nya yang sedang terlelap, dan Aiden masuk ke kamar Anes bersama dengan Alexi.


"Dimana Dean?" Tanya Anes.


"Dean pergi keluar sebentar setelah berbincang dengan Carl." Ucap Aiden, Anes mengernyit apa yang mereka bicarakan sampai membuat suaminya pergi.


"Baiklah." Balas Anes, merekapun mengangguk dan menatap anak-anak Anes yang terlelap.


"Nes kamu tidak perlu bersikap dingin kepada kak Anna, maafkan dia ya maafkan sikap nya." Ucap Vee.


"Benar kak kita tidak boleh seperti ini." Ucap Alea, Anes menatap Alea yang sedang tersenyum kepadanya.


"Oiya nanti malam Carl mengajak kita untuk makan malam bersama, tadi kak Anna yang mengirimkan pesan kepadaku." Ucap Aleta.


"Bagaimana dengan mommy aku tidak bisa menginap terlalu lama disini." Ucap Anes.


"Mungkin kita akan bertemu mommy saat makan malam nanti, kamu bersiap saja kita juga akan bersiap." Ucap Aleta, Anes mengangguk dan tersenyum tipis.


Dan saat akan pergi ke restoran milik keluarga Abrisham Deandra menemui Anes dan menangkup wajah cantik istrinya, Anes menatap mata indah Deandra yang menatap nya dengan lembut.


"Jangan marah lagi kepada mereka oke lagian mereka kan sudah mau pulang untuk mommy dan Daddy, kamu jangan bersikap dingin kepada mereka bagaimana pun Carl itu kakak kamu." Ucap Deandra.


"Aku tidak marah sayang aku hanya kecewa, oke Carl memang kakak aku tapi bukankah seharusnya Anna mengingatkan Carl jika lelaki itu memiliki orang tua dan adik." Ucap Anes.


"Honey tidak semua orang memiliki pemikiran dan hati yang baik seperti kamu, mungkin Anna ingin jika Carl fokus dengan keluarga kecilnya." Ucap Deandra, Anes menatap Deandra dengan sendu.


"Sekarang aku tanya apakah jika kamu perhatian kepada mama, papa dan Cya kamu tidak fokus kepadaku dan twins? Tidak bukan kamu tetap bersama kami meskipun kamu memberikan perhatian kamu kepada mama dan papa, itu yang aku inginkan Dean tidak perlu perhatian kepadaku cukup kepada mommy yang sudah berjuang untuk membesarkan nya." Ucap Anes, Deandra menatap kekecewaan di mata Anes.


"Sayang." Ucap Deandra.


"Apalagi kemarin aku mendengar jika Anna menginginkan mommy menemui mereka, tapi bukankah seharusnya anak yang menemui orang tuanya? Mommy sudah begitu baik dan tidak melepaskan tanggung jawab nya kepada Carl." Ucap Anes, Deandra mengangguk dan tersenyum manis.


"Baiklah lakukan apapun yang membuat kamu nyaman dan aku akan selalu ada bersama kamu." Ucap Deandra, Anes mengangguk dan merekapun berjalan keluar dari kamar.


Anes menatap Anna yang sudah berdiri di teras rumah, dan tanpa di duga Anes menghampiri Anna dan menyalami wanita itu.


"Maaf karena sikapku terlalu berlebihan." Ucap Anes, Anna menatap sendu Anes yang menghampiri nya.


"Anes kamu_" Ucapan Anna terhenti karena Anes memotong perkataan nya.


"Kamu pasti mengira bahwa aku tidak tulus kan, aku tulus kak maaf karena tadi aku bersikap dingin tapi aku memiliki alasan atas sikapku." Ucap Anes, Anna mengangguk dan mengerti bisa tahu bagaimana sikap Anes dan bagaimana keras nya Anes.


"Baiklah karena sudah terlalu malam kita pergi sekarang saja, khawatir jika mommy dan Daddy menunggu disana." Ucap Arka.


"Hmmm ayok." Ajak Anes, wanita itu pergi dengan mobilnya sendiri begitu juga dengan yang lain.

__ADS_1


Sesampainya disana Anes, Aleta, Alea, Adelle dan Tiana berada di meja yang sama dengan para suami mereka juga. Sementara Anna dan Carl mereka berada dalam meja yang sama dengan dad Justin.


"Ngomong-ngomong jarang kan kita kumpul cuma buat makan doang." Ucap Aleta.


"Ini namanya momen bersejarah ta biasanya juga para suami sibuk cari cuan." Ucap Adelle.


"Gak usah komen sayang lagian hasilnya juga buat kamu nanti." Ucap Arka.


"Tapi hasil kak Vee double lah." Ucap Alea.


"Kenapa?" Tanya Anes.


"Karena kak Vee mau buka usaha sampingan." Ucap Alea, Vee tertawa dan rasanya ingin sekali membungkam mulut adiknya itu.


"Usaha?" Tanya Anes.


"Hmmm, kemarin kak Vee membuat kue bersama dengan mommy dan gagal sampai tiga kali tapi akhirnya berhasil. Kakak tahu dia mengatakan jika kue terakhir itu berhasil maka dia akan membuka toko kue." Ucap Alea membuat semuanya tertawa.


"Tapi aku dukung kok aku dukung." Ucap Anes tertawa kecil.


"Sayang." Adu Vee kepada Aiden.


"Tidak apa-apa sayang kalau kamu mau silahkan lumayan kan uang bulanan aman." Canda Aiden, Anna yang melihat itu merasa ingin sekali bergabung.


"Kapan lagi menantu Abrisham mau usaha sendiri." Ucap Aiden.


"Aku usaha sendiri loh ya." Udap Alea


"Aku juga." Ucap Vee.


"Usaha apa Vee." Kekeh Adelle.


"Usaha menyenangkan suami setiap ah tidak perlu di jelaskan lagi kalian pasti paham." Ucap Vee, mereka tertawa mendengar nya.


"Jangan buka kartu sayang ingat." Ucap Aiden.


"Tidak kok aku tidak membuka kartu hanya memberi tahu mereka saja kalau aku juga berusaha." Ucap Vee.


"Tapi usahaku lebih keras dari pada usaha kamu." Ucap Anes.


"Ngomong-ngomong kamu nyonya Gavriel sekarang bukan nona Abrisham." Kekeh Azka, membuat Anes mendengus sementara Anna dan Carl tertegun mendengar marga Gavriel.


"CK, itu marga suamiku tapi aku tetap keturunan Abrisham." Ucap Anes.


"Sama saja kamu juga ikut nama suamimu." Ucap Aleta.

__ADS_1


"Kalau begitu artinya kamu nyonya Artadinata Aleta yang nyonya Abrisham hanya Alea,Vee dan Tiana kamu bukan." Balas Anes membuat Aleta tercengang.


"Benarkah." Ujar nya.


"Benar sekali itu artinya kekayaan papi hanya untukku." Ceplos Axel.


"Mana ada begitu ngaco kamu ya." Ucap Aleta.


"Gak usah maruk deh ta sudah ada punya Azka kan." Ucap Axel, Anes dan Alea tertawa mendengar perdebatan Aleta dan Axel.


"Dad tadi Anes menyebut nama Gavriel apakah suami Anes putra dari keluarga Gavriel?" Tanya Anna.


"Apakah Anes belum memberi tahu kalian." Ucap dad Justin, Anna dan Carl pun menggelengkan kepalanya.


"Ah anak itu benar-benar, ya suami Anes adalah pura tunggal tuan dan nyonya Gavriel. Pada saat itu mereka bertemu dengan tidak sengaja, namun nyonya Gavriel begitu menyukai Anes dan langsung meminta Daddy untuk menikahkan Anes dengan putranya." Ucap dad Justin.


"Apakah Anes langsung mau?" Tanya Carl, dad Justin dan mom Dea menggelengkan kepalanya.


"Tidak kamu tahu saat itu Anes begitu menuruti perkataan Dena, bahkan dia menjadikan Dena sebagai senjata yang bisa melindungi nya. Tapi mommy kamu memberikan penjelasan kepada Dena alhasil Dena mau meyakinkan Anes dengan syarat Dena dan Kean harus mencari tahu tentang Deandra sendiri." Ucap dad Justin.


"Lalu?" Tanya Carl.


"Tentu saja Dena mendapatkan semua informasi itu meskipun Deandra bukan orang yang mudah untuk di selidiki, setelah mengetahui semuanya barulah kami menikahkan Anes dengan suaminya dan mereka saling mencintai sampai sekarang." Ucap dad Justin bangga, ia tentu saja ia bangga karena Anes benar-benar tidak mengecewakan nya.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N: Rame cuy 😂


A: Bukan lagi 😂


N: Uhuyy 😂

__ADS_1


__ADS_2