Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 227


__ADS_3

sore hari Aiden pulang dari kantor dari langsung berjalan masuk ke dalam kamarnya, Vee yang melihat suaminya baru pulang menatap wajah Aiden yang terlihat sedikit lesu.


"Kamu kenapa sayang kok wajahnya di tekuk kayak gitu sih." Ucap Vee.


"Enggak kok enggak apa-apa." Jawab Aiden.


"Kamu pasti capek ya, yaudah aku buatin kamu minuman dulu ya." Ucap Vee, sebelum pergi wanita itu mengusap lembut pipi suaminya.


Aiden mengangguk dan ia duduk di sofa setelah istrinya pergi keluar kamar, Aiden melepas jas dan dasi nya.


Tidak lama kemudian sang istri pun kembali dari dapur membawa secangkir teh hijau untuk Aiden, Aiden tersenyum saat melihat istrinya sudah kembali.


"Ini minum dulu teh nya." Ucap Vee.


"Makasih sayang." Ucap Aiden, Vee pun mengangguk dan menatap suaminya dengan lembut.


"Gimana Varo rewel gak hari ini?" Ucap Aiden.


"Enggak kok Varo nggak rewel, baik malah tadi aja Varo main sama mommy." Ucap Vee, Aiden mengangguk.


"Gimana pekerjaan kamu hari ini pasti sangat melelahkan ya." Ucap Vee.


"Enggak kok nggak ada yang melelahkan jika itu semua aku lakukan demi kamu dan Varo." Ucap Aiden, Vee tertawa kecil dan mencubit gemas hidung suaminya.


"Pinter banget gombal si sekarang di ajarin siapa hmmm." Ucap Vee.


"Diajarin Axel katanya kalau sama istri harus sering-sering gombal." Ucap Aiden,Vee tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya.


"Kamu nggak gombal aja aku bahagia sayang, nggak usah gombal-gombal ya aku jadi khawatir kamu gombalin cewek lain." Ucap Vee.


"Heh, enggak lah ya kali aku gombalin cewek lain. Udah ada kamu aku enggak mungkin lirik-lirik yang lain." Ucap Aiden.


"Ya kan aku takut kalau suami aku itu selingkuh sama cewek lain, apa lagi di luar sana pasti pada cantik badannya bagus enggak kayak aku." Ucap Vee, Aiden tertawa kecil lalu menangkup wajah cantik istrinya.


"Enggak akan selingkuh sayang janji deh cukup jadi selingkuhan aja dulu udah, enggak akan selingkuh aku enggak akan selingkuhin kamu." Ucap Aiden, membuat Vee refleks ketawa.


"Haha, aku baru ingat kalau kamu pernah jadi selingkuhan. Bisa-bisanya cowok ganteng kayak gini jadi selingkuhan." Ucap Vee, Aiden menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Kenapa harus keceplosan si ai, kan malah jadi di ketawain sama Vee. Dan Vee membahas tentang sikap Aiden yang dulu, yang membuat dirinya pernah kabur dari rumah dan berakhir dijemput kembali oleh Aiden.


"Dasar ya wanita gak bisa dipancing dikit langsung dibahas semuanya." Ucap Aiden.


"Ya lucu aja bisa-bisanya kamu jadi selingkuhan pacar adik sepupu kamu sendiri, hello sayang diluar sana masih banyak cewek kenapa harus pacar adik sepupu kamu? Ya ampun Aiden wajah ganteng kamu seketika nggak berguna kalau kayak gitu." Ucap Vee, membuat Aiden tercengang bisa-bisanya Vee mengatakan jika wajah tampan Aiden enggak berguna.


"Gak apa-apa itu kan dulu yang penting sekarang aku udah punya kamu." Ucap Aiden, lelaki itu menarik tubuh Vee dan memeluknya dengan erat.


"Iya si bener, kalau dulu kamu nggak pernah jadi selingkuhan belum tentu sekarang kamu jadi milik aku iya kan." Ucap Vee.

__ADS_1


"Nah ini pinter istri aku." Vee tertawa kecil, bisa-bisanya ia bangga memiliki suami yang pernah menjadi selingkuhan seseorang, dan yang lebih bangganya lagi Vee bisa dekat dengan wanita itu, wanita yang menjadikan suaminya sebagai selingkuhan.


Disaat Aiden dan Vee sedang bermesraan membahas masa lalu, di tempat lain terlihat Arka yang sedang duduk di ruang tengah rumah nya.


"Sayang sedang sibuk?" Tanya Adelle, wanita itu duduk di samping suaminya.


"Enggak kok sayang ada apa." Ucap Arka.


"Enggak ada apa-apa, baby sudah tidur jadi aku bosan di kamar." Ucap Adelle, Arka tersenyum dan mengusap kepala Adelle dengan lembut.


"Yasudah kamu disini saja temani aku." Ucap Arka, Adelle mengganggu wanita itu bersandar di dada bidang suaminya.


"Pi kalau aku kerja lagi boleh nggak?" Ucap Adelle.


"Kenapa kok pengen kerja lagi?" Tanya Arka.


"Ya nggak apa-apa aku bosen aja seharian di rumah, biasanya kan aku kerja nggak diam di rumah terus. Emang sih sekarang ada baby tapi aku tetap ngerasa bosen sayang." Ucap Adelle.


"Kalau kamu kerja lagi nanti capek ngurus baby mikirin kerjaan, nanti kalau kamu kecapean terus sakit gimana? Aku nggak mau loh kalau kamu sampai kenapa-napa." Ucap Arka.


"Aku nggak kenapa-napa, memang aku mau kenapa?" Ucap Adelle.


"Sayang bukannya aku nggak ngasi ijin kamu untuk kerja lagi, tapi aku pengen kamu fokus mengurus baby sayang." Ucap Arka, Adelle pun terdiam memikirkan perkataan suaminya.


Ya memang si Arka ada benarnya Adelle berpikir banyak hal, dan mempertimbangkan banyak hal. Jika dia kerja lagi mungkin anaknya akan sedikit kekurangan perhatian.


"Kegiatan apa si hmmm, udah kamu jaga baby saja gak usah ngerjain pekerjaan yang lain." Ucap Arka, ia tidak ingin membuat Adelle kelelahan.


Saat mereka sedang berbincang Mei datang dan memberitahu anak juga menantunya,.jika ada Juna yang tak lain adalah tapi Adele lelaki itu datang untuk bertemu anak dan cucunya.


"Sayang coba lihat siapa gang datang." Ucap Mei, Adelle menoleh dan menatap lelaki yang sangat ia rindukan.


"Papi." Lirih nya.


Sudah sangat lama Juna tidak mengunjungi putri dan juga cucunya, Adelle yang saat itu tahu jika papinya datang langsung berdiri dan memeluk sang papi.


"Sayang bagaimana kabar kamu hmmm." Tanya Juna.


"Seperti yang papi lihat aku baik-baik saja." Jawab nya.


"Adelle." Panggil seorang wanita, yang tak lain adalah mami tiri Adelle.


"Mami aku kangen sama mami." Ucap Adelle.


"Mami lebih kangen sama kamu sayang, bagaimana kabar kamu hmmm baik-baik saja?" Ucap mami, membuat Adelle mengangguk dan kembali memeluk mami nya.


"Aku baik-baik saja, mami gimana kabar nya baik-baik saja kan." Ucap Adelle.

__ADS_1


"Tentu nak mami dan papi kamu baik-baik saja, kami sangat merindukan kamu dan Rava." Ucap mami Adelle.


"Rava sudah tidur mi, mami nginap kan disini jangan langsung pulang ya aku masih kangen mami dan papi." Ucap nya, mami tiri Adelle mengangguk dan tersenyum.


"Iya sayang kami akan menginap, Arka bagaimana kabar kamu sehat." Ucap mami, bertanya kepada Arka yang berdiri di belakang Adelle.


"Iya mi aku sehat kok." Jawab nya.


"Syukur kalau begitu, Mei makasih ya kamu dan Arka sudah menjaga Adelle dengan baik." Ucap mami tiri Adelle.


"Yaampun gak apa-apa gak perlu mengatakan itu, aku sudah menganggap Adelle seperti putriku sendiri." Ucap Mei, Juna menatap Mei ia merasa kagum dengan kebaikan Mei.


Padahal dulu Nina mami Adelle benar-benar melukai hati Mei dan Dea, tapi Mei, Mae dan Dea begitu baik kepada Adelle. Mereka tidak menyeret Adelle dalam kesalahan Nina dimasa lalu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N***: Asli si gue pengen punya sahabat kaya Dea, Mae dan Mei. 😊


A: Siapa si yang gak mau Uun, gue juga pengen kali. 😌


N: Gue gaada sahabat adanya temen doang 😌


A: Gue gamau anggap mereka yang Deket sama gue sahabat, takut Uun 😌


N: Kenapa?


A: Takut kalo gue anggap mereka sahabat, lah mereka nganggap gue bukan siapa-siapa 😂


N: Sueee 😂😂😂

__ADS_1


__ADS_2