
Sore hari Aiden kembali ke rumah nya bersama dengan Alexi, Vee yang melihat suaminya pulang pun menghampiri Aiden dan Alexi.
Vee sudah tahu jika Azka pergi dari rumah nya untuk menenangkan diri, Aiden dan Alexi duduk di ruang keluarga membuat Vee juga ikut duduk.
"Kamu sudah pulang?" Tanya Vee, duduk di samping Aiden.
Alexi tersenyum menyapa kakak iparnya begitupun dengan Vee, ia mengenal Alexi saat di rumah sakit. Dulu Vee mengira Alexi seorang malaikat yang begitu tampan.
"Hmmmmmm, bagaimana baby nya rewel tidak." Ucap Aiden, Vee menggelengkan kepalanya membuat Aiden tersenyum.
"Bagaimana Azka, apa yang terjadi kepada Azka?" Tanya Vee, Alexi menghela nafasnya di antara semuanya saudaranya hanya Alexi yang diberitahu permasalahan Azka dan Lolita.
"Azka masih belum kembali sayang, mungkin dia memiliki masalah dengan Lolita." Ucap Aiden.
"Lolita sepertinya melakukan kesalahan besar, sampai Azka memilih untuk menenangkan dirinya." Ucap Vee.
"Bukan kesalahan besar lagi tapi kesalahan yang fatal, bukan hanya Azka jika itu terjadi kepadaku sudah dapat dipastikan aku akan melakukan hal yang sama dengan Azka." Ucap Alexi, Aiden dan Vee saling menatap keduanya lalu menatap Alexi dengan tatapan mengintimidasi.
"Katakan." Ucap Aiden, Alexi mengernyit ia tak mengerti maksud Aiden.
"Apanya?" Tanya Alexi.
"Apa yang terjadi, kenapa aku merasa kamu sudah tahu masalah yang terjadi antara Azka dan Loly." Ucap Aiden, Alexi menghela nafasnya dan menatap Aiden.
"Jadi begini ceritanya_" Ucap Alexi, lelaki itu menceritakan semua yang terjadi antara Azka dan Loly.
Tak lupa juga Alexi menjelaskan Azka yang melihat kissmark di leher Lolita, mendengar penjelasan Alexi Aiden dan Vee terlihat sangat terkejut.
Kedua orang itu tidak menyangka jika Lolita akan melakukan hal rend*h seperti itu, karena selama ini Lolita terlihat seperti gadis baik dan lembut.
"Aku tidak menyangka jika Lolita seperti itu." Ucap Aiden.
"Benar, padahal wajah nya terlihat baik dan lugu." Ucap Vee, Alexi mengangguk membenarkan perkataan Aiden dan Vee.
"Mangkanya jangan melihat orang hanya dari luar nya saja." Ucap Alexi, Aiden menatap Alexi dengan horor membuat Alexi juga menatap Aiden.
__ADS_1
"Kenapa kamu menatapku seperti itu?" Tanya Alexi.
"Kau lupa jika Alea juga terlihat baik, lembut dan calm." Ucap Aiden, membuat Alexi melempar bantal sofa kepada kakak sulung nya itu.
"Si*l, Alea bukan wanita yang seperti itu." Sengit Alexi, semakin membuat Aiden senang untuk mengerjai adik bungsu nya.
"Kita tidak tahu kan apa yang terjadi kedepannya, dulu juga Azka berfikir jika Loly bukan wanita yang seperti itu." Ucap Aiden, Alexi mendelik tajam kepada kakak nya. kelakuan keduanya membuat Vee gemas dan tertawa lepas.
"Aku sudah menyelidiki siapa Alea, dan selama ini hanya Haris yang pernah memiliki hubungan dengan Alea selain itu tidak ada lagi." Ucap Alexi, namun bukan Aiden namanya jika tidak bisa membuat Alexi over thinking.
"Lolita saja yang dulu tidak memiliki mantan kekasih bisa seperti itu, bagaimana dengan Alea wanita itu memiliki mantan kekasih. Jangan lupakan jika Alea adalah putri dari ruan Xavier, banyak lelaki yang menginginkan Alea." Ucap Aiden, semakin membuat Alexi kebakaran jenggot.
"Tidak bisakah kamu berhenti berbicara seperti itu, kita sedang membicarakan Azka dan Lolita. Kenapa kamu malah membicarakan aku dan Alea." Dengus Alexi, Vee yang merasa kasihan kepada adik iparnya pun bersuara.
"Sayang sudah jangan katakan sesuatu yang membuat Alexi kefikiran." Ucap Vee, Alexi mengangguk membenarkan perkataan Vee.
"Benar, lagian nih ya yang harusnya hati-hati itu kamu kak. Kamu tidak tahu lelaki diluar sana yang menatap kagum istri cantik kamu." Ucap Alexi, Aiden mendelik tajam.
"Akan aku pat*hkan leher nya jika berani mendekati istriku." Sengit Aiden, Alexi dan Vee tertawa merasa lucu dengan tingkah Aiden.
Alexi dan Aiden saling tatap karena melihat Anes yang tanpa ekspresi, Anes membanting tubuhnya disamping Alexi.
"Kamu kenapa pulang-pulang muka di tekuk seperti itu?" Tanya Aiden, Anes menatap kakak dan adik nya.
"Si Lolita bisa di karungin dulu gak si, hari ini bener-bener bikin kesel." Oceh Anes, membuat ketiga orang itu penasaran.
"Memangnya apa yang dilakukan oleh Lolita?" Tanya Alexi.
"Seharian ini dia terus menghubungi Aleta, bahkan membuat Aleta tidak fokus saat meeting. Ini kan masalah dia sama Azka kenapa harus ngadu-ngadu ke Aleta." Kesal Anes.
"Lolita lagi ketakutan itu, takut gagal jadi keluarga Artadinata." Ucap Aiden, Anes menatap Aiden dengan tajam.
"Sukur-sukur gak usah jadi si, cuma jadi beban keluarga doang." Ujar nya, bukan apa-apa selama ini Anes mengerti jika Loly tidak ingin berjauhan dengan Azka karena keduanya sepasang kekasih.
Namun kali ini benar-benar membuat Anes muak, Azka sudah memutuskan untuk mengakhiri hubungan nya. Kenapa Lolita malah seperti orang yang tidak ingin putus dengan Azka.
__ADS_1
"Sudahlah aku capek mau tidur." Ucap Anes, Aiden, Vee, dan Alexi menatap kepergian Anes.
Mereka tahu bagaimana kesal nya Anes, selama ini Anes dan Aleta selalu bekerja dengan baik dan profesional. Namun hari ini hanya karena seorang Lolita semuanya berantakan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Lolita bisa kirim alamat gak, mau gue doser rumah Lo 😒*
A: Heh, kejam sekali 😭
N: Gedek gue, gatau apa Azka lagi dirumah gue Masi aja di cariin 😂
A: Sudahi hallu mu, mari bantu aku mencari pencerahan 😌
N: Sian othor kaga ada pencerahan 😂
A: Mengsedih 😭
__ADS_1
N: 🤣🤣🤣