
Malam hari di kediaman Abrisham seorang lelaki sedang duduk di kursi taman belakang, untuk pertama kalinya setelah menikah Aiden menghampiri Alexi yang sedang menyendiri.
"Apa yang sedang kamu fikirkan Al?" Tanya Aiden, Alexi menoleh menatap kakak sulung nya.
"Tidak ada." Jawab Alexi.
"CK, jangan berbohong kepada ku." Ucap Aiden, lelaki itu tahu betul bagaimana adik nya.
"Untuk apa aku harus berbohong." Ucap Alexi.
"Kamu masih memikirkan dia?" Tanya Aiden, dia yang dimaksud adalah teman kecil Alexi dulu.
"Tidak, itu sudah cukup lama aku tidak mungkin memikirkan hal yang sudah menjadi masalalu ku." Ucap Alexi, benar juga Alexi bukan tipe orang yang akan tenggelam dalam masalalu.
Apalagi jika itu hanya soal teman kecil seperti nya tidak mungkin, toh mereka hanya teman tidak lebih.
"Lalu apa yang sedang mengganggu fikiranmu?" Tanya Aiden.
"Kau melupakan tentang Kenny." Ucap Alexi, Aiden mengernyit heran kenapa Alexi tiba-tiba membicarakan soal Kenny.
"Ada apa dengan Kenny?" Tanya Aiden.
"CK, kau jangan melupakan jika gadis itu masih mengejarmu." Ucap Alexi, benar sekali kenapa Aiden sampai lupa jika Kenny masih mengejar nya.
"Biarkan saja itu urusan dia." Ucap Aiden, Alexi menoleh dan tersenyum.
"Itu memang urusan dia, tapi jangan melupakan mengenai perasaan Vee jika Kenny bertindak berlebihan." Ucap Alexi, darimana adik bungsunya itu tahu jika Kenny tipe orang yang suka bertindak berlebihan.
"Kau seperti sangat mengenal Kenny." Kekeh Aiden.
"CK, Adelle selalu mengadu kepadaku saat kau menjalin hubungan jarak jauh dengannya." Ucap Alexi, Aiden tahu betul orang seperti apa Adelle.
Adelle tipe orang yang suka memanas-manasi orang yang menggangu nya, seperti saat itu Kenny yang tidak sengaja melihat Aiden di sebuah restoran. Dengan isengnya gadis itu mengirimkan Poto Aiden dari kejauhan kepada Adelle.
"Lupakan itu, aku tidak ingin membahas wanita lain." Ucap Aiden, Alexi tertawa kecil.
"Lalu apa yang ingin kamu bicarakan?" Tanya Alexi.
__ADS_1
"Kapan kau akan mengenalkan wanita kepada kami." Ucap Aiden.
"Aku belum ada pemikiran sampai kesitu, yang aku fikirkan saat ini kapan kau akan memberikan keponakan yang lucu kepadaku." Ucap Alexi, Aiden mencebikan bibirnya tidak Anes tidak juga Alexi. Keduanya suka sekali membahas tentang keponakan.
"Kenapa tidak menikah saja dan kau buat sendiri keponakan lucu mu itu." Cebik Aiden.
"CK, jika aku menikah itu namanya anak bukan lagi keponakan." Kekeh Alexi, benar juga Aiden selalu terlihat bo*oh jika sudah berbincang dengan para adik nya yang solimi.
"Maka kau saja yang memberikan keponakan untukku." Ucap Aiden, membuat Alexi tertawa lepas.
"Nanti aku pakai pasir pantai mau." Ucap Alexi.
"Si*l tidak seperti itu konsepnya." Ucap Aiden.
"Tidurlah dan bekerja keras lah, agar kau bisa dengan cepat memberi keponakan lucuku." Ucap Alexi, kini lelaki itu pergi menuju kamar nya.
Sementara Aiden menatap kepergian Alexi, semenjak menikah Aiden jarang memiliki waktu luang bersama adik-adiknya.
Ia tidak rela jika waktunya bersama Vee terbuang begitu saja, maka dari itu Aiden lebih suka menghabiskan waktu bersama Vee.
Seperti saat ini setelah berbicara dengan Alexi Aiden memutuskan untuk pergi ke kamar, dan dilihatnya Vee yang sudah terbaring di atas tempat tidur.
"Emmmhhh, kau sudah kembali." Lirih Vee memutar tubuhnya menghadap Aiden.
"Hmmmmm, kau sudah tidur?" Tanya Aiden, Vee mengangguk dan tersenyum manis.
"Hmmmmm, aku ketiduran saat menunggu suami tampanku." Ucap Vee.
"Jangan menggodaku sayang, kau baru saja terlepas dari cengkraman ku." Ucap Aiden, ya memang sebelum menemui Alexi Aiden lebih dulu menemui Vee hingga membuat Vee kelelahan.
"CK, mes*m." Kekeh Vee.
"Tidurlah aku tahu tubuhmu lelah." Ucap Aiden mengecup kening Vee.
"Peluk ya." Ucap Vee.
"Iya aku peluk dan gaakan aku lepaskan." Kekeh Aiden, Vee tertawa kecil mencubit gemas hidung mancung suaminya.
__ADS_1
"Malaikat kecil yang nanti tinggal disini, nanti kalau kamu lahir muka nya mirip Daddy saja ya." Ucap Vee, mengelus perutnya yang masih rata.
"Kenapa gak mirip kamu saja?" Tanya Aiden, lelaki itu mengusap pipi istrinya dengan lembut.
"Mirip kamu saja biar tampan." Ucap Vee, Aiden yang merasa gemas mengecup b*b*r Vee sekilas.
"Biar adil kalau cewek mirip mom nya, dan cowok mirip dad nya." Ucap Aiden, Vee mengangguk senang. Kini wanita itu menyembunyikan wajahnya di dada bidang Aiden yang membuat nya nyaman.
Aiden tersenyum tipis dalam hatinya ia sangat berterima kasih kepada mom and dad nya karena sudah menikahkan Aiden dengan wanita baik dan lembut seperti Vee, bahkan banyak mendengar jika suaminya di kejar banyak wanita pun Vee tidak mempermasalahkan hal itu. Bagi Vee selagi Aiden masih setia dan tidak berkhianat, maka Aiden akan selalu menjadi suami dan imam terbaik baginya.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N**: Bagian Vee dan Aiden mah ah syudahlah 😂*
A: Ngapa Lo Uun 😁
N: Bapeureu Thor Tulung 😂
A: Yaampun ini orang 😌
N: Maap ya gue emang suka gitu 😁
__ADS_1
A: Ngokhey tidak apa-apa 😂
N: Uuuwwwwww 🤗🤗🤗