
Keesokan harinya Aiden mengajak Vee untuk makan malam diluar, Vee yang sedang bersiap-siap membuat Aiden menggerutu.
"Vee doang emang yang berani nyuruh Aiden nunggu." Sindir Aiden.
"Aiden doang emang yang berani protes diminta nunggu sama istrinya." Balas Vee, Aiden tertawa kecil.
Kini Vee pun selesai dengan urusan penampilan nya, ia berdiri di hadapan Aiden dan membuat Aiden terpesona.
"Ayok." Ajak Vee, Aiden tersentak mendengar suara sang istri.
Kini merekapun pergi ke tempat tujuan Vee tidak tahu kemana Aiden akan membawa nya, namun Vee juga tidak protes kepada Aiden.
Setelah melakukan perjalanan akhirnya merekapun tiba di tepi pantai, Vee mengernyit heran menatap suaminya.
"Pantai?" Tanya Vee.
"Hmmmmm." Balas Aiden, tidak ingin protes lagi akhirnya Vee benar-benar hanya mengikuti Aiden saja.
Mata Vee membulat sempurna saat melihat penampakan di hadapannya, benarkah ini Aiden yang merencanakan nya.
"Kenapa kok diem?" Tanya Aiden saat menyadari Vee tidak lagi mengikutinya.
"Eh, enggak kok gak apa-apa." Jawab Vee, kini keduanya sedang duduk di kursi masing-masing.
Aiden yang tidak mau mengganggu mood makan Vee, memutuskan untuk makan terlebih dahulu.
"Aku baru tahu jika seorang Aiden bisa romantis juga." Ledek Vee.
"Apa kamu berfikir suamimu ini sangat datar hmmmmm." Uajr Aiden, Vee tertawa kecil.
"Tidak juga." Balas Vee, Aiden hanya mencebikan bibirnya saja.
Kini merekapun melakukan makan malam dengan tenang, Vee sangat menikmati suasana malam hari di tepi pantai.
Setelah selesai makan malam Aiden mengajak Vee berjalan ke bibir pantai, disinilah keduanya berdiri.
"Vee." Panggil Aiden.
"Hmmmmm." Sahut Vee tanpa menoleh.
"Kau tahu_" Ucap Aiden terpotong.
"Tidak, karena kamu belum berbicara." Ucap Vee memotong perkataan Aiden.
"Ya karena kau memotong pembicaraan yang belum aku selesaikan." Ucap Aiden, Vee tertawa kecil.
"Katakanlah." Ucap Vee.
"Kau tahu dulu aku berfikir jika aku tidak bisa mencintai wanita lain selain Adelle." Ucap Aiden, kini Vee menoleh menatap manik mata milik Aiden.
"Kau masih mencintainya?" Tanya Aiden.
__ADS_1
"Tidak aku mengatakan dulu aku berfikir seperti itu." Ucap Aiden.
"Ya baiklah." Balas Vee tenang.
"Kau itu bisa tidak bersikap romantis sebentar saja, aku sedang berbicara serius." Protes Aiden, Vee tersenyum lalu mengangguk.
Aiden berpindah posisi kebelakang Vee, kini Aiden sedang memeluk Vee dari belakang dan itu membuat Vee nyaman.
"Dulu aku tidak pernah berfikir akan ada wanita lain dalam hidupku, aku selalu berfikir hanya satu orang yang bisa menempati hatiku." Ucap Aiden.
"Tentu saja satu jika dua akan aku lenyapkan salah satunya." Ujar Vee, Aiden tertawa kecil.
"Benar sekali, dan sekarang kau lah yang menjadi ratu nya." Ucap Aiden membuat Vee memutar tubuhnya menatap Aiden.
"Aiden." Lirih Vee.
"Hmmmmm, terimakasih karena kau mau menyetujui pernikahan ini. Aku tahu kita menikah karena paksaan bukan, dan aku sudah mengatakan 365 hari Vee." Ucap Aiden.
"Tapi ini belum 365 hari." Lirih Vee.
"Ya, dan kau sudah berhasil membuat ku jatuh cinta kepadamu. Kau sudah berhasil membuat ku yakin bahwa kamu lah wanita yang pantas menjadi mommy dari anak-anak ku nanti." Ucap Aiden membuat mata Vee berkaca-kaca.
"Kau tidak bercanda?" Tanya Vee.
"Aku tidak pernah bercanda soal hati, aku mencintaimu tulus dan bukankah aku sudah mengatakan apapun caranya aku tidak akan pernah melepaskan kamu." Ucap Aiden.
"Kok romantis sii." Lirih Vee, oh God kenapa wanita ini begitu menggemaskan sekali.
"Veronica Azkia Zeiss I Love You, Maukah kamu menjadi istriku yang sesungguhnya. Menjadi wanita satu-satunya dan menjadi pendamping hidup ku untuk selamanya, maukah kamu menerimaku dalam keadaan suka maupun duka." Ucap Aiden.
Setelah mengungkapkan perasaan nya Aiden mengajak Vee kembali ke hotel, saat sampai di hotel Aiden menutup pintu dan langsung mendorong Vee ke tempat tidur. Tindakan Aiden membuat Vee memekik terkejut.
"Aiden." Pekik Vee.
"Hmmmmm." Balas Aiden, lelaki itu merobek pakaian yang dikenakan oleh Vee.
"Euunhhhhh, aid_en." Lenguh Vee, sementara Aiden tersenyum nakal.
"I love you baby." Bisik Aiden membuat Vee merinding.
Aiden memainkan area tertentu Vee dan membuat Vee berkeringat dingin, sungguh Aiden benar-benar membuat Vee melayang.
Saat Vee sudah mencapai puncaknya Aiden segera melakukan hal yang seharusnya terjadi, Vee dan Aiden saling menatap mereka tidak menyangka jika keduanya bisa saling menerima bahkan saling mencintai.
Aiden terus mengerjai Vee hingga membuat tubuh Vee terkulai lemah, tak lama kemudian Aiden pun ambruk di atas tubuh Vee.
"Capek pak." Goda Vee.
"Meresahkan ya mom menantunya." Kekeh Aiden.
"Lanjut aja pak gapapa kok demi suami senang istri capek juga gapapa." Ledek Vee.
"Lanjutnya nantilah sayang pas pulang, kasihan kamunya kecapean." Ucap Aiden, Vee hanya mengerucutkan bibirnya saja.
__ADS_1
"Suami aku doang emang yang beda bikin orang jant*Ngan." Protes nya, kini posisi keduanya belum berubah. Aiden masih berada di atas tubuh Vee, apakah Vee merasa terganggu? Tentu saja tidak ini pertama kalinya mereka melakukan setelah tahu perasaan masing-masing.
"Candu Abang dek." Ucap Aiden, sementara Vee tertawa dan mengusap wajah Aiden yang berkeringat.
"Gak apa-apa candu nya sama istri sendiri ya kan, asal jangan sama orang lain aja si." Ucap Vee, Aiden tersenyum lalu mengecup b*b*r Vee sekilas.
"Good night my wife." Ucap Aiden, Vee tersenyum dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang Aiden.
Aiden mengelus kepala Vee dan mengecup puncak kepala Vee, Aden bahagia karena sudah mengungkapkan perasaan nya tanpa gangguan.
"Aku akan segera membuat kamu hamil dan kita memiliki anak, aku tidak ingin orang lain melirik mu." Ucap Aiden, kini Aiden pun ikut terlelap keduanya tidur dengan posisi saling berpelukan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Aiden
Veronica
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N**: Aiden Lo bener-bener dah ya, ini Aiden yang meresahkan apa othor yang meresahkan dah 😌
A: Yg pasti Aiden meresahkan, gue meresahkan Lo pada pembaca demen ye kan. Jadi kita semua sama-sama meresahkan 😂
N: Bener juga si, kalau udah bahas Vee dan Aiden gue semangat 😂
A: Nah kan, jadi udah nikmati aja ya Uun koh 😂
N: Baiklah baiklah, terimakasih untuk masupan hari ini 😂
A: Seneng Lo 😒
N: Seneng lah, nunggu Aiden junior kan gue 😂
__ADS_1
A: Serah dah 😒
N: Ngokhey 😂😂😂*