Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 173


__ADS_3

Dua hari sudah berlalu kini hari yang ditunggu-tunggu oleh para keluarga akhirnya tiba juga, semua keluarga berkumpul di sebuah gedung yang besar dan mewah.


Saat semuanya sudah berkumpul dan pesta akan segera dimulai, hanya Anes yang belum tiba di gedung tersebut.


"Dad dimana Anes?" Tanya Aiden.


"Mungkin adik kamu itu masih di jalan bang, coba kamu hubungi Anes." Ucap dad Justin.


"Bisa-bisanya Anes menghilang disaat seperti ini." Ucap Aiden, tak lama kemudian baru saja Aiden akan menghubungi Anes wanita itu muncul dengan penampilan cantik nya.


"Maaf membuat kalian menunggu, aku tidak terlambat kan." Ucap Anes, semuanya menggelengkan kepala menatap Anes.


"Kamu dari mana saja sayang?" Tanya mom Dea.


"Aku habis mengambil sesuatu yang tertinggal di rumah mom." Jawab nya, mom Dea mengangguk dan mengelus kepala Anes.


"Yasudah sebaiknya kita turun untuk menyambut para tamu yang hadir, kamu ajak Ayaza oke." Ucap mom Dea, Anes mengangguk ia mencari keberadaan gadis cantik yang tak lain adalah putri bungsu Dena dan Keanu.


"Kakak." Panggil Ayaza, gadis itu berlari menghampiri Anes.


"Hai, kamu darimana hmmm." Ucap Anes mengelus kepala Ayaza.


"Aya habis dari kamar kak Aleta, dia terlihat sangat cantik." Ujar nya, Anes tersenyum dan merangkul pundak Ayaza.


"Yasudah tidak apa-apa, sekarang kamu ikut kakak untuk menyapa para tamu." Ucap Anes, Ayaza mengangguk dan tersenyum.


"Siap nona muda." Goda nya, Anes tertawa dan merangkul Ayaza.


Semua keluarga sudah berkumpul dan menyambut para tamu, saat itu Anes berjalan menuju rekan bisnis nya dan Aleta.


"Nona muda Abrisham senang bertemu dengan anda." Ucap nya.


"Ya, suatu kehormatan bagi kami karena anda berkenan hadir dalam acara pertunangan Aleta tuan." Balas Anes.


"Itu bukan masalah, jika saya di undang maka saya akan hadir memenuhi undangan." Balas nya.


"Sekali lagi terimakasih banyak untuk meluangkan waktunya." Ucap Anes sopan.


"Tapi ngomong-ngomong kapan nona menyusl nona Aleta untuk bertunangan?" Tanya nya, Anes tersenyum kikuk ia tidak ingin membahas hal ini.


"Ini masih terlalu jauh untuk saya tuan." Jawab Anes, orang itu tersenyum manis kepada Anes.


"Apa lagi yang anda harapkan nona, bukankah selama ini banyak putra-putra dari para pembisnis yang ingin meminang anda." Ujar nya.


"Mungkin belum ada yang cocok saja tuan." Jawab Anes, saat mereka semua tengah berbincang tiba-tiba saja keadaan menjadi riuh.


Beberapa tamu undangan merasa terkejut dengan kedatangan keluarga Gavriel, mereka kaget bukan main dengan hal ini.


Ada hubungan apa antara keluarga Abrisham dengan keluarga Gavriel, tuan dan nyonya Gavriel berjalan dengan elegan dan diikuti oleh Deandra di belakang nya tak jauh berwibawa dari sang papa.


Anes memutar bola matanya malas melihat kedatangan Deandra, kenapa lelaki itu bisa datang di acara pertunangan Aleta dan Azka.


"Tuan Gavriel senang sekali anda bisa meluangkan waktu untuk menghadiri acara pertunangan anak kami." Ucap Julian.


"Tidak perlu sungkan tuan Abrisham, saya merasa begitu tersentuh karena tuan mau mengundang saya." Ucap tuan Gavriel.


"Silahkan duduk tuan." Ucap dad Justin.


"Terimakasih tuan Abrisham." Ucap tuan Gavriel.

__ADS_1


"Oiya nyonya Abrisham dimana Anes?" Tanya nyonya Gavriel, sementara Deandra hanya bisa menghela nafasnya saja.


"Anes mungkin sedang menyapa para tamu nyonya, biar saya panggilkan dulu." Ucap mom Dea.


Dari kejauhan terlihat Anes yang menarik Ayaza untuk bersembunyi, Ayaza terheran-heran dengan sikap Anes.


"Kakak kenapa?" Tanya gadis cantik itu.


"Ayaza sebelum kau kembali ke negara kamu tolong lindungi aku untuk kali ini saja." Ucap Anes, Ayaza terkejut dengan perkataan Anes.


"Hah?" Sahut nya.


"Nona muda Abrisham apa yang sedang anda lakukan?" Tanya seorang tamu undangan, yang membuat Anes terkejut.


"Ah, tidak itu ci_cincin saya terjatuh. Ya, cincin saya terjatuh." Ucap Anes beralasan.


"Apakah perlu saya bantu untuk mencari nya?" Tanya nya lagi.


"Ah, tidak tuan tidak perlu." Jawab Anes.


"Kakak benarkah cincin kamu terjatuh? Bukankah kamu ingin menghindari kak Deandra." UcapA yaza polos, membuat Anes membungkam mulut adik sepupunya itu.


"Iya sayang cincin kakak terjatuh." Ucap Anes, saat Anes ingin kabur tiba-tiba saja Dena ada di hadapannya.


"Apa yang sedang kalian lakukan?" Tanya Dena, Anes terkejut dengan kehadiran Dena yang tiba-tiba.


"Mencari cincin kakak Anes mom." Jawab Ayaza, oh my kenapa Ayaza begitu polos.


Dari kejauhan El dan Alexi menertawakan Anes, begitupun dengan Alea ia merasa tidak habis pikir dengan kelakuan Anes.


"Benarkah itu?" Tanya Dena.


"Eummm, iya cincin aku jatuh aunty." Jawab nya, Dena mengangguk.


"Eh, tidak perlu Anes bisa mencari nya sendiri." Ucap Anes.


"Anes temui nyonya dan tuan Gavriel, dan aunty harap kamu tidak membuat kesalahan. Karena besok aunty akan segera pulang." Ucap Dena, Anes terdiam kenapa aunty nya begitu cepat pulang.


"Baiklah." Jawab Anes, sebelum pergi ia melepaskan cincin nya dan sengaja menjatuhkan nya.


Alea melihat itu hanya bisa terdiam, ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi kepada Anes. Alea berjalan mendekati Dena membuat Dena terkejut, setelah itu Dena tersenyum manis kepada Alea.


"Ada apa aunty?" Tanya Alea.


"Cincin Anes terjatuh, entah bagaimana gadis itu memakai nya hingga bisa terjatuh." Ucap Dena.


"Biar Alea yang mencari nya, aunty kembali saja." Ucap wanita itu, Dena menatap Alea tak enak.


"Tidak apa-apa biarkan aunty saya yang mencari nya." Ucap Dena.


"Aunty biarkan Alea saja, aunty sebaiknya kembali kepada para keluarga." Ucap Alea, akhirnya Dena pun menuruti permintaan Alea.


Setelah kepergian Dena dan Ayaza, Alea menunduk memungut cincin Anes. Ia menggenggam nya dan berniat untuk mengembalikan nya kepada Anes.


Di tempat lain Anes menghampiri keluarga Gavriel, Anes menyalami mama dan papa Deandra.


"Kamu terlihat semakin cantik sayang." Ucap mama Deandra.


"Tante terlalu berlebihan." Balas Anes.

__ADS_1


"Itu benar adanya nak." Ucap mama Dean lagi.


"Kenapa kamu malah mengajak nya berbicara terus, tanpa memintanya untuk duduk terlebih dahulu." Ucap papa Deandra.


"Ah, iya aku lupa. Silakan duduk sayang." Ucap mama Deandra, Anes merasa ragu pasalnya disini begitu ramai. Dan pasti akan ada beberapa orang yang memperhatikan mereka.


"Ah, tidak perlu tante ada banyak hal yang harus aku lakukan." Ucap Anes.


"Hai, Tante apa kabar." Ucap Aleta, Anes tercengang melihat Aleta yang muncul tiba-tiba.


"Kabar baik, bagaimana kabar kamu." Ucap mama Deandra.


"Seperti yang tante lihat aku baik-baik saja." Balas Aleta.


"Syukurlah, semoga kamu selalu baik dan selalu bahagia." Ucap mama Deandra.


"Terimakasih banyak tante." Ucap Aleta, ia menatap Anes pertunangan ini di percepat karena Anes.


"Anes kenapa kamu hanya berdiri saja, duduklah kamu harus menemani calon suami dan calon mertua kamu." Ucap Aleta, membuat Anes terbelalak mendengar perkataan Aleta.


"Hah?" Sahut Anes.


"Duduk lah, acara akan segera dimulai. Duduk dengan manis tidak perlu kemanapun, temani Tante dan om disini tidak lupa juga Deandra calon suami kamu." Ucap Aleta, membuat Anes kesal.


Bisa-bisanya Aleta mengatakan hal itu saat dirinya akan bertunangan, Anes ingin sekali menarik Aleta dan menenggelamkan nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


A**: Buat yang nanya Thor kok pemeran nya jadi banyak, kenapa gak di selesaikan satu-satu si Thor. Kisah Anes saja belum selesai kenapa malah bahas Ayaza?


Hei guys, maaf sebelumnya ya bukan alur yang tidak jelas. Aku kasi part Ayaza dan El itu gak banyak hanya satu saja toh setelah ini mereka akan kembali ke negara lagi, dan kalau soal Anes dan Deandra memang tidak untuk diselesaikan di novel ini kisah mereka.


Harap mengerti ya gaes 🙏*


N: Tenang Thor gue mengerti kok, cuma gue harap kisah Deandra dan Anes gak lama-lama ya Thor 🙏

__ADS_1


A: Doakan aku segera mendapatkan pencerahan oke 😁


N: Ngokhey 😂


__ADS_2