
Satu Minggu berlalu terlihat seorang lelaki tampan yang sedang berjalan di sebuah perusahaan besar, ia terlihat begitu berwibawa.
Alexi ya lelaki itu adalah Alexi, lelaki yang terlihat dingin dan datar jika sedang berada di luar. Namun berbeda jika saat dirinya berada di rumah.
Beberapa karyawan menyapa Alexi dengan sopan, tidak semua karyawan tahu jika Alexi sudah memiliki kekasih.
Namun juga ada beberapa dari karyawan yang tahu mengenai Alea yang kadang-kadang suka menemui Alexi, seperti saat ini saat Alexi berjalan menuju ruang meeting.
Alea datang ke kantor kekasih nya itu, sebelum menuju ruang kerja Alexi, Alea lebih dulu menghampiri meja resepsionis.
"Selamat siang nona." Sapa resepsionis dengan ramah.
"Ah, siang." Balas Alea tak kalah ramah.
"Ada yang bisa saya bantu nona." Tanya nya, Alea mengangguk dan tersenyum manis.
"Hmmmmmm, apakah tuan Alexi ada." Ucap Alea, resepsionis itu pun tersenyum kepada Alea.
"Tuan ada nona, tapi sedang di ruang meeting. Mungkin nona bisa menunggu tuan Alexi." Ucap nya, Alea mengangguk ia memang akan meninggu kekasih nya.
Tak lama kemudian orang kepercayaan Alexi datang menghampiri Alea, Alea yang menyadari itupun menoleh dan tersenyum.
"Permisi nona Alea." Ucap nya.
"Iya." Balas Alea.
"Tuan meminta nona untuk menunggu di ruang kerja nya, mari saya akan mengantar nona." Ucap orang itu.
"Ah, baiklah kalau begitu." Ucap Alea tersenyum, sebelum pergi Alea tersenyum manis kepada resepsionis dan para karyawan yang melihat nya.
"Apakah dia kekasih tuan muda?" Ucap salah satu karyawan, setelah melihat Alea yang benar-benar pergi dari pandangan nya.
"Benarkah." Ucap karyawan B.
"CK, aku bertanya kenapa kamu malah balik bertanya." Ucap karyawan A.
"Sepertinya begitu, tuan tidak pernah membiarkan orang lain untuk menunggu di ruang kerjanya." Ucap karyawan B, merekapun terus bergosip sampai Alexi selesai meeting.
Alexi berjalan menuju ruang kerja nya saat membuka pintu yang pertama kali ia lihat adalah seorang gadis cantik yang sedang duduk di sofa, Alea yang merasa ada seseorang yang membuka pintu ruangan pun menoleh dan tersenyum.
"Sudah lama menunggu?" Tanya Alexi.
"Tidak juga." Balas Alea.
"Sejak kapan disini?" Tanya lelaki tampan itu.
"Sekitar satu jam yang lalu." Jawab Alea santai, Alexi tertawa kecil mendengar perkataan Alea.
"Itu sudah cukup lama gadis cantik." Kekeh nya, Alea hanya mengangkat bahu nya saja.
"Kamu sudah selesai, hmmmmmm." Tanya Alea, Alexi melirik jam tangannya.
"Sudah, apa ada yang kamu inginkan." Ucap Alexi, Alea hanya menggelengkan kepalanya saja.
__ADS_1
"Tidak ada aku hanya ingin menemani kamu bekerja." Ujar nya, Alexi yang merasa gemas pun mengacak rambut Alea.
"Ish, jangan di berantakin." Pekik Alea, Alexi kembali tertawa dibuatnya.
Karena Alea tidak ingin pergi kemanapun jadi Alexi memutuskan untuk mengajak Alea pulang saja, mungkin Alea ingin bertemu dengan Vee atau mommy nya.
"Kita pulang." Ucap Alexi bangun dari duduknya, Alea mendongak menatap wajah tampan kekasih nya.
"Pulang?" Tanya gadis itu.
"Hmmmmmm, memangnya mau kemana lagi." Kekeh Alexi, Alea tertawa dan ikut bangun dari duduknya.
"Baiklah tuan mari kita pulang." Ucap Alea, Alexi tersenyum manis kepada kekasih nya.
Kedua orang itu berjalan keluar dari kantor, Alexi tidak melepaskan genggaman tangan nya. Dan hal itu membuat beberapa karyawan menatap kagum dengan Alexi yang bersikap lembut kepada Alea.
...
Sementara itu di kediaman Dea terlihat Vee yang tengah berkutat di dapur, entah apa yang sedang dibuat oleh ibu hamil yang satu itu.
"Sayang apa yang sedang kamu lakukan?" Tanya Dea, Vee menoleh menatap ibu mertua nya.
"Tidak ada aku hanya sedang membuat jus." Jawab Vee.
"Ada banyak pelayan di rumah, kenapa harus membuatnya sendiri?" Ucap sang mommy.
"Mom ayolah ini hanya membuat jus." Kekeh Vee, mom Dea pun tertawa ia merangkul pundak menantunya.
Pasalnya mom Dea tahu jika Adelle selalu berbuat aneh-aneh, ya mom Dea tahu itu semua dari Mei mami mertua Adelle.
"Hello mommy, hai Vee." Ucap nya heboh, mom Dea menepuk dahinya sendiri.
"Ada angin darimana kamu kesini, hmmmmmm." Ledek mom Dea.
"Dari barat mom, eh Vee sini aku membawa rujak." Ucap Adelle, Vee mengernyit kenapa Adelle sampai harus membawa rujak.
"Kamu membawa rujak?" Tanya mom Dea.
"Hmmmmmm, tadi aku meminta mbak untuk membelinya di pasar." Ucap Adelle, mom Dea menggelengkan kepalanya saat Adelle menarik tangan Vee.
Kedua ibu hamil itu duduk di atas karpet bulu di ruang tengah, keduanya memakan rujak bersama. Mom Dea yang melihat itu merasa lucu dengan tingkah kedua ibu hamil, Dea yakin bukan hanya Vee yang selalu membuat Aiden pusing Adelle juga pasti sering membuat Arka pusing.
Saat mereka tengah berbincang Alexi datang dengan menggandeng tangan Alea, Adelle menganga melihat kecantikan Alea. Pasalnya ia baru beberapa kali bertemu dengan gadis cantik itu.
"Alea akhirnya kamu datang sayang, mom rindu kamu." Ucap mom Dea, saat menyadari kedatangan Alea.
"Aku juga merindukan mommy." Balas Alea, keduanya berpelukan membuat Adelle dan Vee tersenyum.
"Hai adik ipar." Sapa Vee, Alea melambaikan tangannya kepada Vee dan Adelle.
"Hai para bumil." Kekeh Alea, kini Alea ikut bergabung dengan Adelle dan Vee.
"Dimana kak Anes?" Tanya wanita itu.
__ADS_1
"Anes masih ada kerjaan dan belum pulang." Jawab Vee, mom Dea yang merasa mereka membutuhkan waktu untuk berbincang pun memutuskan untuk pergi.
"Kalian berbincang saja dulu, mom mau kedalam oke." Ucap mom Dea.
"Baik mom, hati-hati kesasar." Ucap Adelle, mom Dea hanya tertawa saja.
"Ada angin darimana kamu kesini?" Tanya Alexi, Adelle mendengus sebegitu aneh nya kah Adelle kerumah mom Dea. Sampai Alexi dan mom Dea menanyakan hal yang sama.
"Ada angin dari timur ngapa." Ucap Adelle sedikit sinis.
"Tumben, biasanya ngekorin Arka terus." Ledek Alexi.
"Bosen ah, gak ada yang menantang dari Arka." Ujar nya, sontak saja perkataan Adelle membuat ketiga orang itu bingung.
"Gak menantang maksudnya?" Tanya Vee heran.
"Ya gitu, tiap hari kerja terus bosen kan. Lain kali gitu pas aku datang ke kantor dia lagi sama wanita." Ucap Adelle, Vee memukul tangan Adelle dengan sedikit keras.
"Yang benar saja, nanti kalau Arka benar-benar bersama wanita lain kamu nangeeeeeessss." Ujar Vee, Adelle tertawa kecil sambil memasukkan rujak ke mulut nya.
"Tentu saja marah, tapi itu namanya tantangan Vee." Kekeh Adelle.
"Gak gitu juga konsep nya Maemunah." Geram Vee, Alea dan Alexi hanya bisa tertawa saja mendengar perkataan Adelle.
Biarkan saja wanita itu mau mengatakan apa, sebagai saudara yang baik kita hanya bisa mengiyakan nya saja.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
A**: Agak garing maaf ya, aku lagi kurang pencerahan 😌*
N: Yok semangat yok cari pencerahan nya 😂
A: Vote yok Uun yok 😂
N: Yok lah 😂😂😂
__ADS_1