Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 31


__ADS_3

Aiden dan Vee pun turun ke lantai dasar disana mereka melihat para keluarga yang berkumpul, Aiden memasang wajah cool nya.


Anes yang melihat itu tertawa geli dengan tingkah sang kakak, begitupun dengan Alexi ia ingin sekali memukul kepala Aiden agar tidak terlalu percaya diri.


"Kau kenapa kak? Apa kau sudah tidak sabar untuk membobol gawang." Ceplos Dea.


"Sayang jangan nodai kepolosan Aiden." Ucap Justin.


"CK, yang begini dibilang polos. Mana ada polos tau pacaran dua tahun pula." Ledek Alexi.


"Dua tahun, udah gitu cuma dijadiin selingkuhan." Ledek Anes, Aiden menatap tajam Anes.


"Kemarin emang dijadikan selingkuhan, sekarang gak lagi dong udah jadi satu-satunya." Ucap Aiden.


"Jaga mangkanya jangan sampai Vee bosan sama kamu kak, nanti Vee pergi baru nyahok Lo." Ucap Anes, Aiden tersenyum tipis.


Vee hanya diam ia tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan oleh keluarga suaminya, bahkan Vee bingung harus bagaimana membalas perkataan Anes.


"Seneng-seneng ya sayang, kalau ada apa-apa hubungi mommy." Ucap Dea, Vee mengangguk dan tersenyum.


Anes menatap dengan tatapan yang sulit untuk di artikan, kini Aiden dan Vee pun pergi menuju bandara.


Di perjalanan menuju bandara Aiden sibuk dengan ponselnya, tidak tahu apa yang sedang dilakukan lelaki itu namun Vee tidak peduli.


Skip sampai!!!


Setelah tiba di bandara keduanya berjalan menuju jet pribadi diikuti beberapa pengawal, Aiden yang berjalan lebih dulu baru menyadari jika Vee tertinggal di belakang nya.


"Ayok." Ajak Aiden, kini lelaki itu menggandeng tangan Vee.


"Aku bisa jalan sendiri Aiden." Ucap Vee.


"Jalan mu lama, lagi pula kau terlihat seperti anak kecil yang ditinggal oleh rombongan keluarga." Ucap Aiden, Vee hanya mendengus saja.


Saat penerbangan Aiden melihat Vee yang masih saja diam, ia tidak tahu apa yang sedang di fikirkan oleh Vee.

__ADS_1


"Kau itu kenapa sejak tadi diam, hmmmmm." Tanya Aiden menunjuk-nunjuk kening vee.


"Ish, aku itu. Aku_" Ucap Vee kini gadis itu menatap Aiden.


"Ada apa?" Tanya Aiden.


"Ap_apa kita memang harus melakukan nya?" Tanya Vee polos, Aiden tertawa kecil.


"Tidak, aku tidak ingin memaksamu." Jawab Aiden.


"Lalu untuk apa kita pergi bulan madu?" Tanya Vee bingung.


"Untuk menghindari pertanyaan dan desakan dari mommy juga Oma, biarkan saja mereka mengira jika berbulan madu." Ucap Aiden.


"Apa itu tidak menyakiti hati mereka Aiden?" Tanya Vee.


"Seperti nya akan menyakiti, tapi aku lebih tidak bisa membuat mu kecewa atau merasa tersakiti." Ucap Aiden, berhasil membungkam mulut Vee.


"Apa kau ingin memiliki anak?" Pertanyaan konyol itu keluar begitu saja, bahkan Vee merutuki mulutnya yang asal bicara.


"Tapi pernikahan kita_" Ucapan Vee terhenti saat Aiden menatap nya.


"Pernikahan kita normal, sah secara hukum dan agama lalu apa lagi yang kau ragukan?" Tanya Aiden.


"Tidak ada, aku tidak bisa berbicara seperti ini denganmu." Ucap Vee, Aiden tertawa dan mengelus kepala Vee dengan lembut.


"Tidak perlu banyak berfikir karena apa yang kau takutkan itu tidak akan terjadi." Ucap Aiden, Vee diam tidak menanggapi nya.


Kini Aiden berpindah duduk ke tempat sebelah Vee, ia tidak lagi duduk satu kursi dengan istrinya.


Vee menatap Aiden yang mulai memejamkan matanya, ada rasa aneh di hatinya namun rasa takut masih mendominasi dalam dirinya.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


N**: Ini jadinya antara berhasil atau enggak nih🤔


A: Mana gue tau, tanya aja sama Aiden dan Vee 😂


N: Kalo bisa gue intip Thor 🤣


A: Jan ngarang lo, ngapain ngintip-ngintip 😒


N: Mau jadi wasit lah 🤣🤣🤣


A: Solimi 😭


N: 🤣🤣🤣*

__ADS_1


__ADS_2