
Malam sudah begitu larut Alexi menatap jam yang melingkar di pergelangan tangannya, ia menatap Alea yang masih menikmati keindahan malam di danau tersebut.
"Bangunlah aku akan mengantarmu pulang." Ucap Alexi, Alea mendongak menatap Alexi.
"Pergilah aku bisa pulang sendiri." Ucap Alea, Alexi menarik tangan Alea dan membuat nya berdiri.
"Aku tidak akan membiarkan gadis cantik seperti mu sendirian di malam-malam seperti ini." Ucap Alexi, Alea menatap manik mata Alexi yang begitu indah di pandang nya.
"Hmmmmm, baiklah tuan tapi aku membawa mobil sendiri. Kau tak perlu repot-repot mengantarku." Ucap Alea.
"Aku akan mengikutimu dari belakang, ayok." Ajak Alexi, akhirnya Alea pun menurut gadis itu berjalan mengikuti Alexi.
Dalam perjalanan menuju rumah Alea sesekali melihat kebelakang untuk melihat keberadaan mobil Alexi, ternyata benar lelaki itu benar-benar mengikutinya.
"Andai aku lebih dulu bertemu dengan lelaki seperti kamu, mungkin aku tidak akan menjadi wanita yang bo*oh karena mencintai orang yang salah." Gumam Alea.
Cukup lama akhirnya mereka pun tiba di depan gerbang yang menjulang tinggi, Alexi menatap gerbang itu kini ia tahu ternyata Alea bukan gadis sembarangan.
Tok...tok...tok... Alea mengetuk kaca mobil milik Alexi.
"Ada apa?" Tanya Alexi, menatap Alea tunggu tatapan apa itu kenapa Alexi menatap Alea begitu lembut.
"Aku sudah sampai ke rumah ku, kau mau mampir dulu?" Tanya Alea, Alexi tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Ini sudah terlalu malam untuk bertamu, lain kali aku akan bertamu ke rumah mu." Ucap Alexi, Alea pun mengangguk.
"Baiklah, kalau begitu aku masuk dulu." Ucap gadis cantik itu.
"Hmmmmm, ingat jangan bersedih lagi. Air matamu lebih berharga dari apapun." Ucap Alexi, membuat wajah Alea merona.
__ADS_1
"Hmmmmm." Balas Alea, gadis itu berjalan dan masuk kembali kedalam mobilnya.
Penjaga gerbang membukakan gerbang untuk nona muda nya, setelah memastikan Alea masuk kedalam dengan aman Alexi melajukan mobilnya menuju rumah.
Dalam perjalanan pulang senyum manis di wajah lelaki itu sama sekali tidak luntur, hanya Alea wanita yang bisa membuat Alexi mengeluarkan jurus maut nya dalam membuat wanita tersipu malu.
Begitupun dengan sebaliknya hanya Alexi lelaki yang berhasil meruntuhkan dinding yang selama ini dibangun oleh Alea, setelah dikhianati oleh Haris Alea sulit sekali untuk di dekati. Tapi sosok Alexi berhasil membuat gadis itu mau berbicara dengan lelaki asing.
"Naura sayang kamu darimana saja nak, mama sangat mengkhawatirkan kamu." Ucap mama, saat melihat anak gadis nya masuk kedalam rumah.
"Ma aku baik-baik saja, mama tidak perlu khawatir." Ucap Alea meyakinkan sang mama.
"Naura papa lihat kamu pulang di antar oleh mobil lain, mobil siapa itu kenapa kamu tak mengajak nya masuk?" Tanya papa, menghampiri putrinya.
"Pa itu teman Alea, dan papa tak perlu khawatir dia orang yang baik." Ucap Alea, tuan Xavier menangkap keanehan dari sikap putrinya.
"Alea ke kamar dulu ma pa." Ujar nya, tuan Xavier pun mengangguk menatap putrinya yang berjalan menaiki anak tangga.
Saat akan membuka pintu kamar nya seseorang menarik Alea menuju balkon lantai dua, Alea menatap benci orang itu dengan cepat Alea menepis tangan orang yang tadi menarik nya.
"Lepas kamu apa-apaan si." Sinis Alea.
"Alea aku mohon dengarkan aku untuk kali ini saja." Ucap Haris, ya lelaki itu adalah Haris.
"Aku tidak ada waktu untuk mendengarkan omongan penghianat seperti kamu." Tegas Alea .
"Alea sungguh ini bukan keinginan ku menikah dengan Alia, kamu tahu sendiri bukan perusahaan papaku hampir bangkrut. Jika bukan karena Alia yang membujuk papa kamu, mungkin aku tidak bisa seperti sekarang." Ucap Haris, Alea menatap mengejek kepada lelaki itu.
"Ya, aku tahu dan aku juga tidak mempermasalahkan hal itu lagi. Haris hiduplah dengan wanitamu itu, dan jangan pernah mencoba untuk menjelaskan apapun lagi kepadaku." Ucap Alea.
__ADS_1
"Alea aku masih mencintaimu." Lirih Haris.
"Maaf Haris cinta yang kamu katakan itu tak lagi berarti apapun untuk ku, jadi jagalah Alia jangan sampai dia merasakan apa yang aku rasakan." Ucap Alea pergi meninggalkan Haris, bagaimana lelaki itu tak mencintai Alea meskipun ia terlihat sinis jika di hadapan Alia.
Alea masih memikirkan kebahagiaan Alia, padahal Alia sendiri selalu berfikiran jika Alea masih mencintai Haris dan belum bisa menerima keadaan jika Haris sudah menjadi suami Alia. Padahal lihatlah gadis cantik itu terlihat begitu tegar dengan apa yang di hadapi nya.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A***: Maaf ya Alia itu saudara angkat bukan saudara tiri, jadi tolong dibedakan aku Nemu satu komen yang bilang Alia saudara tiri Alea. 😊
N: Bener tuh jangan sampai salah paham nantinya 😊
A: Mangkanya aku kasi tau Uun 😁
N: Good Thor 😂
__ADS_1