
Saat tiba di rumah Vee merasa heran karena rumah terlihat sepi, ia berjalan begitu saja menuju kamar nya.
Aiden merasa heran dengan sikap Vee yang tiba-tiba diam, ah tidak Vee memang selalu diam jika sedang bersama Aiden
Kau mau kemana?" Tanya Aiden saat keduanya sudah berada di kamar.
"Ke kamar mandi, kenapa kamu mau ikut." Jawab Vee datar, Aiden diam ia takut salah bicara.
"Yang benar saja." Ucap Aiden, kini lelaki itu pergi menuju ruang kerja nya.
Sementara Vee selesai dari kamar mandi gadis itu berjalan menuruni anak tangga, Vee memutuskan untuk pergi ke taman belakang rumah.
"Nona apa yang sedang anda lakukan?" Tanya seorang pelayan wanita.
"Duduk." Jawab Vee polos.
"Ya saya tahu nona sedang duduk, maksud saya kenapa nona berada disini." Ujar nya.
"Kemarilah." Ucap Vee menepuk tempat disampingnya, meminta pelayan itu agar duduk.
"Tidak nona saya berdiri saja." Ujar nya.
"Kenapa kau tidak ingin duduk di sampingku." Protes Vee.
"Tidak nona, itu sungguh tidak sopan." Ujar nya, Vee menghela nafasnya dan menatap pelayan wanita itu.
"Kau sudah menikah?" Tanya Vee, pelayan wanita itu menggelengkan kepalanya dengan heran.
"Belum nona." Jawab nya.
"Benarkah? Kau belum menikah tetapi kau mau bekerja seperti ini?" Tanya Vee.
__ADS_1
"Memangnya kenapa dengan pekerjaan saya nona, apa ada yang salah?" Ujar nya balik bertanya.
"Tidak, mungkin jika aku diberikan dua pilihan aku akan lebih memilih bekerja sepertimu daripada harus menikah." Ucap Vee, pelayan itu diam tidak tahu harus bersikap seperti apa.
"Kau tahu sebelum kembali kesini aku begitu bahagia meskipun jauh dari papi dan opa ku, tapi sekarang aku jauh lebih bahagia karena bisa mengabulkan keinginan opa ku meskipun dia sudah tidak ada." Ucap Vee, tanpa Vee ketahui Aiden berada disana dan mendengarkan semuanya.
Aiden menoel pundak pelayan itu karena Vee berbicara dengan menundukkan kepalanya, maka dengan itu Aiden bisa lebih mudah meminta pelayan yang menemani Vee pergi dan dirinyalah yang menggantikan posisi pelayan itu.
"Haaaaahhhhhh, aku begitu merindukan opa ku. Apa dia bahagia melihat pernikahan cucuk nya yang seperti ini." Ucap Vee.
"Seperti apa?" Tanya Aiden membuat Vee menoleh dan terkejut.
"Kau, sejak kapan kau disini?" Pekik nya.
"Sejak menantu kesayangan keluarga Abrisham mencurahkan isi hatinya, dan membuat seorang pelayan bingung." Ucap Aiden membuat Vee mengerucutkan bibirnya.
"Menyebalkan." Dengus Vee, Aiden menatap Vee intens.
"Tidak ada." Balas Vee datar.
"Bohong, setelah pulang ke rumah sikapmu berubah." Ucap Aiden.
"Ada apa dengan sikapku, bukan kah itu tidak penting bagimu." Ujar Vee, membuat Aiden menghela nafasnya.
"Aku sudah mengatakan nya Vee 365 hari apa kau lupa." Ucap Aiden, Vee terdiam.
"Tidak, aku tidak melupakan hal itu. Bukankah jika tidak ada perubahan dalam pernikahan ini, itu tetap saja aku akan menjadi seorang janda muda." Ujar Vee tertawa miris.
"Tapi aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi." Ucap Aiden, Vee terdiam ia bingung dengan perkataan yang dimaksud oleh Aiden.
"Apa maksudmu?" Tanya Vee.
__ADS_1
"Tidak ada, sebaiknya kau istirahat jangan melamun sendirian." Jawab Aiden, sebelum pergi lelaki itu mengelus kepala Vee dan membuat Vee sedikit tersentuh dengan perlakuan Aiden yang tiba-tiba lembut.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A**: Yang ini ketinggalan karena tadi jaringan nya jelek 😌
N: Nyusul ye kan 😂
A: Tepat sekali 😂
N: 😂😂😂*
__ADS_1