Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 128


__ADS_3

Setelah kejadian kemarin Anes benar-benar sibuk mencari tahu siapa ayah dari bayi yang di kandung oleh Lolita, tidak hanya Anes Alexi dan Axel juga ikut membantu.


Mereka semua sengaja melakukan semua ini tanpa sepengetahuan Azka, karena Anes tahu Azka tidak sejahat itu untuk membongkar kejelekan Lolita.


Sementara Aiden lelaki itu tidak bisa membantu secara langsung, Aiden hanya bisa memerintah para orang kepercayaan nya untuk mengikuti Lolita kemanapun wanita itu pergi.


Aiden tidak rela jika Azka harus terjerumus dalam kesalahan yang tidak pernah dilakukannya, Vee menatap Aiden yang sedang fokus dengan laptopnya.


"Masih sibuk sayang?" Tanya Vee, Aiden tersenyum dan menoleh kepada istrinya.


"Ada apa hmmmmmm, ada yang kamu inginkan." Ucap Aiden, Vee mengangguk ia duduk dengan semangat disamping suaminya.


"Hmmmmmm." Jawab Vee antusias, melihat istrinya yang begitu antusias membuat Aiden harus menunda pekerjaan nya.


"Katakan apa yang mommy inginkan." Ucap Aiden, Vee meletakkan telunjuknya di dagu terlihat jika wanita itu tengah berfikir.


"Aku ingin memakan mpek-mpek sayang, sama ingin makan buah delima." Ujar nya, Aiden mengernyit jam 10 malam dimana yang jual mpek-mpek. Dan apa itu tadi buah delima dimana mencari buah delima malam-malam begini.


"Apa tidak ada yang lain selain mpek-mpek dan buah delima?" Tanya Aiden, Vee terdiam ia kembali berfikir.


"Ada aku ingin makan lontong sayur sayang." Ceplos nya semakin mengada-ada, Aiden menepuk dahinya sendiri.


Maksud Aiden tidak ada yang lain adalah meminta Vee untuk mengganti keinginan nya, bukan malah menambah keinginan nya.


Apalagi lontong sayur mana ada yang jualan lontong sayur malam-malam begini, Vee menatap Aiden yang terlihat sedikit bingung.


"Ada apa, apa aku merepotkan kamu?" Tanya nya.


"Tentu saja tidak, tapi dimana aku harus mendapatkan lontong sayur dan mpek-mpek dijam seperti ini." Ucap Aiden, Vee tertawa kecil melihat wajah bingung suaminya.


"Haha, tentu saja diluar rumah sayang." Jawab nya santai, Vee untung Aiden sayang jika tidak mungkin dia sudah menendang kamu ke planet lain.


"Aku tahu, baiklah aku akan mencoba mencari nya. Tapi untuk lontong sayur apa tidak bisa besok saja." Ucap Aiden, Vee merengut masam ia ingin makan lontong sayur sekarang.


"Tidak, aku ingin sekarang. Tapi jika tidak boleh yasudah aku tidur saja." Ujar nya, Aiden tercengang melihat kelakuan Vee yang tidak menentu. Kadang baik, kadang galak, kadang rewel, kadang bisa mengerti situasi kadang juga tidak mengerti situasi dan kondisi seperti saat ini.


"Sayang lontong sayur itu biasanya pagi-pagi, kalau malam jarang ada yang jualan." Ucap Aiden, Vee menutup tubuhnya dengan selimut membuat Aiden menghela nafasnya.


"Baiklah aku akan mencarinya untuk kamu, tapi jika tidak ada kamu makan yang ada saja dulu oke." Ucap Aiden lembut, Vee membuka selimutnya dan menatap wajah tampan Aiden.


"Hmmmmmm, tidak masalah tapi semoga saja ada." Ucap nya, Aiden mengangguk dan tersenyum.


Lelaki itu berjalan menuju ruang ganti untuk mengambil jaket, tak lupa juga Aiden mengambil kunci mobil yang berada di meja kamar nya.


Vee menatap kepergian Aiden ia senang karena Aiden selalu menuruti keinginan nya, Vee berguling-guling di atas tempat tidur untuk menunggu kepulangan suaminya.


Sudah jam 11 Aiden belum juga kembali, Vee merasa bosan dan mulai mengantuk ia menguap berkali-kali.

__ADS_1


"Sayang jangan bobok dulu ya, kasihan Daddy sudah pergi malam-malam masa pas pulang kita nya bobok." Ucap Vee mengelus perutnya.


Tepat pukul 11:30 Aiden kembali ke rumah, ia berlari menaiki anak tangga untuk menghampiri Vee.


Vee yang semula hampir terlelap kembali terjaga karena merasa seseorang masuk kedalam kamar nya, Vee menatap Aiden dengan tersenyum manis.


"Ayok makanannya sudah ada di bawah." Ucap Aiden, Vee mengangguk antusias.


Ia turun dari tempat tidur dan menggandeng tangan Aiden, wanita itu berfikir benarkah Aiden menemukan lontong sayur yang ia inginkan.


Saat tiba di meja makan Vee hanya melihat buah delima dan mpek-mpek, tak lupa juga ada martabak telur mungkin Aiden ingin memakan martabak fikir nya.


"Dimana lontong sayur nya?" Tanya Vee, Aiden mendudukkan Vee terlebih dahulu.


"Ini kamu makan dulu mpek-mpek nya, nanti keburu dingin." Ujar nya, Vee mengangguk fikiran nya masih aman mungkin Aiden menyuruh orang untuk membeli lontong sayur.


Setelah menghaby mpek-mpek nya Vee menatap Aiden yang sedang duduk dengan menatap nya, ia kembali bertanya kepada Aiden dimana lontong sayur nya.


"Lontong sayur nya sayang." Ucap Vee, Aiden menunjuk kotak martabak telur.


"Itu, lontong sayur nya gak ada jadi kalau masih lapar kamu makan itu dulu saja. Besok baru kita cari lontong sayur oke." Ucap Aiden, berhasil membuat Vee tercengang bukan main.


Vee baru tahu jika Aiden pintar memanfaatkan situasi, Aiden sengaja meminta Vee memakan mpek-mpek nya lebih dulu sebelum mood istrinya itu rusak.


"Yang aku ingin lontong sayur bukan martabak telur." Ucap Vee tak habis pikir.


Karena merasa masih lapar Vee pun melahap martabak telur yang dibeli oleh suaminya, melihat Vee yang makan dengan lahap membuat Aiden senang.


Sebenarnya Vee ingin menangis karena tidak bisa makan lontong sayur, tapi ia tak melakukan hal itu. Vee lebih menghargai usaha Aiden, bersyukur Aiden mau ia mintai tolong untuk membeli makanan yang diinginkan nya.


Daripada Aiden tidak mau membelikan keinginan nya sama sekali, lebih baik makan yang ada saja dulu.


"Mau buah?" Tanya Aiden, Vee menggelengkan kepalanya ia merasa tidak ingin buah.


Mood Vee tidak begitu baik, bahkan buah delima yang dibeli Aiden saja tidak ia lirik. Tapi Vee malah meminta Aiden untuk membuat susu ibu hamil.


"Sayang aku belum minum susu." Ucap nya, Aiden menoleh lalu tersenyum manis.


"Mau yang rasa apa honey?" Tanya lelaki tampan itu.


"Coklat saja." Jawab nya, Aiden mengangguk ia membuat segelas susu coklat untuk istrinya.


Setelah selesai makan dan minum susu Aiden mengajak Vee untuk kembali ke kamar nya, ini sudah saat nya untuk ibu hamil yang suka makan itu beristirahat.


"Bobok yang nyenyak sayang nya Daddy, sudah ya jangan kerjai mommy terus kasihan mommy nya capek." Ucap Aiden.


"Siap Daddy, jangan lupa besok pagi untuk membeli lontong sayur nya. Karena Daddy masih berhutang kepada aku." Ucap Vee menirukan suara anak kecil.

__ADS_1


Aiden tertawa gemas dan mengecup b*b*r Vee sekilas, lalu menyelimuti tubuh istrinya. Aiden kembali turun dari tempat tidur untuk merapikan laptop dan beberapa berkas yang berserak di meja kamar nya, setelah semuanya terlihat rapi Aiden naik kembali ke atas tempat tidur.


Ia ikut berbaring di belakang Vee dan memeluk Vee dari belakang, Aiden mengecup puncak kepala Vee lalu terlelap dalam mimpi nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Maaaaakkkk pen nikah Mak, tapi pen suami kaya Aiden 😭*


A: Dikata nikah gampang kali yak 😌


N: Ya kaga mangkanya gue ngomong ma emak 😭


A: Tapi gue bukan emak lu Uun 😭


N: Oiya Mon maap hilap 😂


A: Mengcapek 😭


N: 😂😂😂

__ADS_1


__ADS_2