Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 284


__ADS_3

Satu Minggu berlalu hari ini Axel sudah boleh pulang ke rumah, dengan baik hati Aiden dan Vee menjemput Axel dari rumah sakit dan mengantarkan nya ke kediaman Julian.


Sesampainya di rumah Julian Axel dan Tiana di sambut dengan baik oleh Mae dan Aleta, mereka sangat berterima kasih kepada Aiden dan Vee yang sangat memperhatikan Axel.


"Ai thank you so much karena kamu selalu baik kepada Axel, ya meskipun kadang anaknya memang menyebalkan." Ucap Mae.


"Tidak masalah aunty kami suka membantu Axel." Ucap Aiden.


"Ayok Vee masuk dulu oke." Ucap Mae.


"Iya aunty terimakasih." Ucap Vee.


"El lihat kakak kamu ini benar-benar selalu membantu kamu, meskipun dulu Aiden pernah emosi karena kamu yang keras kepala." Ucap Mae, Axel tersenyum dan mengangguk menanggapi perkataan mami nya yang memang sebuah kebenaran.


"Iya mi ngoceh nya hampir tiap hari malah." Kekeh Axel.


"Ya gimana gak ngoceh kalau kamu satu-satunya anak di keluarga Abrisham yang wajib di tukar tambah, mangkanya jangan ngadi-ngadi jadi orang." Ucap Aiden, mereka semua pun tertawa mendengar perkataan Aiden.


Sementara itu di tempat lain terlihat Alexi yang sedang duduk bersama dengan istri tercinta nya, Alexi menggenggam tangan Alea sang istri.


"Kita tidak ke rumah uncle Jul sayang?" Tanya Alea.


"Tidak kita pergi kesana nanti saja kasihan kamu kalau terus kesana-kemari." Ucap Alexi.


"Al nanti sore mommy akan pergi ke luar kota." Ucap mom Dea duduk di hadapan putra dan menantu nya.


"Ngapain?" Tanya Alexi.


"Nemenin Daddy kamu lah memang nya ngapain lagi." Ucap mom Dea.


"Yaelah mom Daddy sudah tua ngapa di ikutin terus si." Ucap Alexi.


"Heh kamu biar tua-tua begitu Daddy kamu banyak duit nya jangan lupa, kalau Daddy kamu di culik mbak kunt kamu mau?" Ucap mom Dea.


"Ya siapa yang mau nyulik Daddy orang sudah punya banyak cucu ko." Ucap Alexi.


"Alexi meskipun sudah punya cucu Daddy kamu masih pantas kalau dijadikan sugar Daddy." Ucap mom Dea, kadang merasa heran kepada putranya yang satu ini kenapa begitu cuek kepada Daddy nya berbeda dengan Aiden.


Padahal jika di pikir-pikir Alexi dan Anes itu kesayangan sang Daddy, Alexi bukan tak peduli tapi lebih ke percaya jika sang Daddy tidak akan macam-macam apalagi memiliki anak yang bar-bar seperti mereka.


"CK, mommy ngapain takut lupa kalau anak-anak mommy ahli dalam segala hal." Ucap Alexi, mom Dea tertawa kecil mendengar perkataan putranya.


"Tetap saja mommy ingin ikut bersama Daddy, anggap saja jika ini honeymoon masa tua kami." Ucap mom Dea, Alexi mendengus mendengar perkataan mommy nya.


"Gak ada adik ya mom awas saja kalau pulang tiba-tiba membawa kabar kehamilan." Ucap Alexi, ia tidak ingin seperti Anes yang gagal jadi anak bungsu.


"Memangnya kenapa?" Goda sang mommy.

__ADS_1


"Mommy ingat sudah tua sudah waktunya untuk merawat cucu bukan punya anak lagi, jangan lupa menantu mommy yang ini sedang hamil." Ucap Alexi melirik Alea.


"CK, lagian kamu ada-ada saja si mana ada mommy hamil lagi. Lagian anak mommy sudah besar-besar malu lah." Ucap mom Dea.


...


Sore hari Aiden, Vee, Alexi dan Alea mengantar mommy dan Daddy sampai teras rumah nya. Mom Dea memeluk anak dan menantunya satu persatu.


"Jaga istri kalian baik-baik, dan Aiden jaga cucu mommy dengan baik." Ucap mom Dea.


"Iya mom gak perlu khawatir ai akan menjaga cucu dan menantu mommy." Ucap Aiden, mom Dea menatap Alexi.


"Jaga menantu dan calon cucu mommy Al." Ujar nya.


"Iya yaampun gak akan juga aku nyakitin menantu mommy, dia kan istri aku." Ucap Alexi, melihat wajah kesal putra bungsu nya mom Dea tertawa kecil.


"Yasudah ayok dad." Ajak mom Dea.


"Mom ingat jangan sampai pulang bawa adik." Ucap Alexi, membuat Aiden dan Vee mengernyit heran.


"Adik?" Tanya dad Justin.


"Hmmm, aku tidak mau punya adik." Ucap Alexi.


"Siapa yang mau memberikan adik?" Tanya Aiden, sementara mom Dea menahan tawa nya.


"Tentu saja mommy dan Daddy." Jawab nya.


"Heh Daddy pergi untuk bekerja bukan untuk membuat adik." Ucap dad Justin.


"Sama saja toh disana kalian hanya berdua, ingat dad jangan pulang dengan adik. Jika tidak kami tidak akan membukakan pintu untukmu dan mommy." Ancam Alexi.


"Benar itu bahkan gerbang pun tidak akan kamu buka." Ucap Aiden, ini kenapa kakak beradik sangat kompak dan malah terlihat seperti anak kecil.


"Hei ini rumahku kenapa kalian malah mengancam aku?" Tanya dad Justin.


"Kami putramu ingatlah bahwa kami juga sama berkuasanya dengan Daddy." Ucap Alexi.


"Rada-rada menyesal saya memberikan semuanya untuk kalian." Cibir dad Justin.


"Dan saya tidak peduli." Balas Aiden, Alexi tertawa kecil mendengar perkataan kakak nya.


"Sudahlah Daddy pergi dulu kalian baik-baik di rumah." Ucap dad Justin, kedua putranya pun mengangguk dan menatap kepergian mobil yang di tumpangi oleh Daddy dan mommy nya.


"Kalian ini kenapa malah seperti anak kecil?" Tanya Vee.


"Karena kami tidak ingin memiliki adik lagi, kami hanya ingin memiliki anak." Ucap Aiden.

__ADS_1


"Tapi mommy juga tidak mungkin hamil lagi sayang, kamu lupa jika mommy begitu menyayangi cucu-cucu nya." Ucap Vee.


"Benar mommy juga selalu menjagaku dengan baik." Ucap Alea.


"Biarkan saja toh kami hanya sekedar mengingatkan." Ucap Alexi, Vee dan Alea menggelengkan kepalanya hanya sekedar mengingatkan tapi pake jurus mengancam.


Di kediaman Julian terlihat Axel yang terlelap dan melihat Axel sedang tidur Tiana memutuskan untuk keluar dari kamar, ia melihat Aleta yang sedang menggendong anaknya.


"Kak boleh aku bantu?" Tanya nya, Aleta menoleh menatap Tiana.


"Apakah bayi besar kamu sudah tidur?" Tanya Aleta.


"Hmmm sudah." Jawab Alea mengambil alih tubuh mungil baby Leo di gendongan Aleta.


"Axel itu benar-benar aneh dulu dia tidak ingin kamu berada di dekatnya, sekarang untuk pergi ke kamar mandi saja sepertinya kamu kesulitan karena Axel yang rewel." Ucap Aleta, Tiana mengangguk dan tersenyum tipis.


Iya aku sendiri bingung dengan sikap nya." Ucap Tiana.


"Yakinlah dia tidak akan bisa berjauhan dengan kamu Tiana." Ucap Aleta, Tiana hanya bisa mengangguk pasrah.


"Na Axel sudah tidur?" Tanya Mae.


"Sudah mi." Jawab Tiana.


"Mi bukankah Axel malah seperti anaknya Tiana, kenapa dia malah rewel seperti bayi." Ucap Aleta.


"CK, adik kamu kan kalau sudah bucin berasa dunia milik sendiri ta." Ucap Mae, merekapun tertawa menertawakan Axel yang sangat posesif terhadap Tatiana.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


A**: Maaf baru up kemarin banyak yang harus di kerjain, terus sekalian nyari pencerahan dulu 😂*


N: Iya gak apa-apa Thor semangat 🤗

__ADS_1


A: Uuuu maaciw 🤗


N: 🤗🤗😂


__ADS_2