
Malam hari Vee dan Aiden sedang bermanja di kamar nya,Vee bersandar pada dada bidang Aiden. Sementara itu tangan Aiden mengelus lembut kepala Vee.
"Sayang tadi aku dan Anes berbincang dengan Ayaza." Ucap Vee.
"Benarkah, lalu bagaimana Ayaza masih malu-malu tidak." Tanya Aiden.
"Hmmm, tidak justru Ayaza banyak berbincang dengan Anes." Ucap Vee, Aiden tersenyum dan mengecup b*b*r Vee tak lupa sedikit ******* nya.
Saat Aiden dan Vee terhanyut dalam suasana tiba-tiba saja pintu kamar nya di ketuk oleh seseorang, Aiden dan Vee terheran siapa yang mengetuk pintu kamar nya malam-malam.
Biasanya jika Vee dan Aiden sudah berada di kamar tidak akan ada yang berani mengganggu nya, selain_ ya kalian tahu lah selain siapa yang selalu membuat gempar keluarga.
"Kak ai Anes masuk ya." Teriak nya, benar saja dugaan Aiden hanya Anes yang berani mengganggu nya dan tidak bisa membuat Aiden marah.
"Ya masuk saja." Ucap Aiden, Vee tertawa kecil melihat wajah kesal suaminya.
"Apakah aku mengganggu kalian?" Tanya Anes, dengan tampang tanpa dosa nya.
"Tidak nes mana ada si Anes ganggu kita, sering-sering juga gak apa-apa sumpah." Sindir Aiden, Anes tertawa kecil dan naik ke atas tempat tidur Aiden lalu memeluk Vee.
"Kamu kenapa, hmmm?" Tanya Vee.
"Gak apa-apa, Vee Anes tidur disini boleh kan." Ucap Anes, Aiden terbelalak mendengar perkataan adik nya.
"Gak, gak boleh apa-apaan kamu mau tidur disini." Ucap Aiden, Anes mencebikan bibirnya menatap Aiden tajam.
"Kakak pelit banget si jadi orang, Anes cuma ingin tidur disini satu malam saja." Ujar nya.
"Anes kamu punya kamar sendiri ngapain harus tidur di kamar kakak." Ucap Aiden, Vee hanya bisa diam dan tersenyum melihat perdebatan adik dan suaminya itu.
"Kak Anes bosan tidur sendiri gak ada teman nya." Ucap Anes memelas.
"Kalau begitu cepat nikah dengan Deandra agar kamu ada teman tidur." Ucap Aiden, Anes mencebikan bibirnya membuat Aiden gemas.
"Kak kalau sama Deandra itu bukan nyari teman, yang ada bukannya tidur kita berdua malah perang nanti." Ucap Anes.
"Balik ke kamar atau aku telpon Deandra." Ucap Aiden.
"Telpon saja, kalau Deandra kesini itu berarti kakak yang harus tidur dengannya." Ucap Anes santai, wanita itu langsung merebahkan tubuhnya dan memeluk tangan Vee.
Aiden menatap melas kepada istrinya, sementara Vee hanya bisa tertawa kecil dan ikut berbaring dengan memeluk Anes.
Oh tuhan kenapa Anes dan Vee menjadi begitu menyebalkan, tapi jujur saja ini pertama kalinya Anes merengek ingin tidur di kamar Aiden.
Selama ini Anes selalu tidur dikamar nya, sekalipun ingin di temani Anes akan pergi ke kamar mommy dan Daddy nya. Memang bocah itu selalu menjadi pengganggu.
....
Keesokan harinya Anes menatap Aiden yang memasang wajah kesal nya, Anes tersenyum mengejek kepada Aiden.
__ADS_1
"Kak Anes sekarang sibuk tidak?" Tanya Ayaza.
"Hmmm, hari ini kakak ada meeting pagi sayang kenapa?" Tanya Anes.
"Tidak apa-apa, kakak pulang jam berapa?" Tanya nya, Anes tersenyum mungkin Ayaza sudah nyaman bersama dengan nya.
"Kurang tahu, tapi kakak usahakan pulang cepat sebelum Aya tidur oke." Ucap Anes, Ayaza mengangguk antusias.
"Sepertinya Ayaza sudah terbiasa tinggal disini." Ucap mom Dea.
"Hmmm, Ayaza suka dengan kak Anes dan kak Vee. Hanya kak Alexi yang belum memiliki pasangan." Ucap Ayaza, Alexi terbatuk mendengar perkataan Ayaza.
"Gadis cantik kakak bukan tidak memiliki pasangan, hanya saja pasangan kakak sedang sibuk bekerja." Ucap Alexi.
"Benarkah, kalau Aya ingin bertemu kekasih kakak boleh?" Tanya nya.
"Tentu boleh, nanti kakak ajak Aya untuk jalan-jalan keluar bersama oke." Ucap Alexi.
"Oke." Balas Ayaza.
Setelah selesai sarapan mereka sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing, para lelaki yang pergi ke kantor dan para wanita yang sibuk dengan urusan mereka.
Hanya tinggal Ayaza dan Vee yang ada di rumah, Ayaza duduk disamping Vee dengan menonton film bersama.
Sementara itu di sebuah perusahaan terlihat Aleta dan Anes yang berjalan memasuki kantor, beberapa karyawan menyapa Anes dan Aleta dengan sopan.
"Anes aku dengar beberapa hari yang lalu Lolita ganggu kamu, Vee dan Adelle ya." Ucap Aleta.
"Aku tahu dari papi, katanya Lolita hampir membuat kamu celaka." Ucap Aleta, Anes tersenyum.
"Bukan masalah besar ta, lagian aku kan gak apa-apa buktinya aku masih bisa ke kantor." Ucap Anes, Aleta mengangguk dan memegang tangan Anes.
"Kata Azka kamu di bantu oleh Deandra nes." Ucap Aleta.
"Hmmm, mungkin hanya kebetulan saja dia ada disana." Ucap Anes, Aleta menatap Anes dengan sendu.
"Maaf gara-gara aku yang menjalin hubungan dengan Azka, kamu menjadi sasaran atas kemarahan Lolita." Ucap Aleta tak enak hati.
"Aleta ini bukan masalah yang besar, yang penting sekarang aku baik-baik saja dan kamu juga baik-baik saja." Ucap Anes, Axel datang dan langsung merangkul pundak Anes.
"Hati masih aman nes, berdisko ga saat sang pangeran ngelindungi kamu." Goda Axel.
"Axel itu hal biasa ya tidak usah melebih-lebihkan." Ucap Anes.
"CK, baiklah-baiklah." Ucap Axel, Aleta tersenyum manis kepada adik dan saudaranya itu.
"Kita lagi ini ada pertemuan dengan klien dimana?" Tanya Anes.
"Di sebuah hotel." Ucap Aleta.
__ADS_1
"Hah? Kamu gak salah ada klien yang ngajak bertemu di hotel?" Tanya Anes.
"Dari informasi yang aku tahu memang di hotel." Ucap Aleta.
"Kenapa gak restoran atau cafe gitu, ini make acara di hotel." Ucap Anes.
"Mungkin di restoran hotel nes." Jawab Aleta, Anes hanya bisa mengangguk saja.
"Yasudah aku ambil dulu berkas-berkas nya, kamu tunggu disini saja sebentar dan ingat jangan kemana-mana." Ucap Anes.
"Iya-iya, aku gak akan kemana-mana." Ucap Aleta, tentu saja ia tak akan kemana-mana orang Azka saja sedang sibuk hari ini.
Anes berjalan menuju ruang kerja nya, setelah menunggu cukup lama akhirnya Anes pun kembali. Aleta berdiri dan menghampiri Anes, mereka memutuskan untuk pergi bersama menuju tempat klien.
"Kamu jarang sekali kerumah ta." Ucap Anes.
"Iya ada beberapa hal yang harus aku selesaikan." Jawab Aleta.
"Sepenting itu?" Tanya Anes, Aleta menatap Anes dengan ragu.
"Hmmm, memang sepenting itu. Nanti aku ceritakan jika sudah saatnya." Ucap Aleta, Anes mengangguk ia tidak ingin memaksa Aleta untuk bercerita kepada nya.
Selama dalam perjalanan keduanya diam dan tidak berbincang, Anes fokus mengemudi sementara Aleta ia memainkan ponselnya melihat beberapa email yang masuk melalui ponsel nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N***: Makin sini ngapa gue makin kagum sama Anes Thor 😩
A: Lah gue juga, makin suka karakter nya 😂
N: Kaya sulit di temuin ga si 😁
__ADS_1
A: Bukan sulit lagi, inimah 1001 Uun 😌
N: Bener banget si 😂