
Siang hari Axel dan Alexi berjalan keluar kantor, mereka berpapasan dengan cleaning servis yang selalu membuat Axel emosi.
"Dia kenapa ada disini?" Tanya Alexi, Axel mengangkat bahu nya acuh tak acuh.
"Kau tidak lihat dia menggunakan pakaian cleaning servis." Ucap Axel.
"Kau mempekerjakan dia?" Tanya Alexi terkejut, Axel menggelengkan kepalanya.
"Kau pikir tidak ada orang lain sampai aku harus mempekerjakan dia." Ucap Axel, Alexi tertawa kecil.
"Tapi kenyataannya dia ada disini." Ucap Alexi, tersenyum jahil.
"Dia dipilih oleh HRD, karena saat perekrutan karyawan aku sedang tidak ada di kantor." Ucap Axel, Alexi mengangguk mendengar perkataan Axel.
"Oh." Ucap Alexi hanya ber ooh ria.
Cleaning servis itu menatap kepergian Alexi dan Axel, Alexi selalu terlihat berwibawa dan tampan. Ia tersenyum mengingat Alexi dan Alea yang membantu nya saat itu.
"Hei kamu." Panggil seseorang.
"Eh, iya nona." Jawab nya, saat tahu jika yang memanggil nya adalah Aleta.
"Siapa nama kamu?" Tanya Aleta.
"Nama saya Tatiana nona, tapi nona bisa memanggil saya Tiana saja." Jawab nya, Aleta mengangguk.
"Tiana tolong bantu saya untuk merapikan ruang kerja saya." Ucap Aleta.
"Baik nona." Jawab nya, ia langsung mengikuti Aleta yang pergi ke ruang kerja nya.
Diruang kerjanya Aleta ia melihat foto-foto Aleta dan Azka, disana juga ada foto Azka dan Anes. Wanita itu mengernyit heran kenapa Azka berfoto dengan Aleta dan Anes, sebenarnya Azka itu kekasih Aleta atau kekasih Anes.
Aleta yang melihat wajah bingung dari cleaning servis itu tersenyum, ia tahu wanita yang saat ini membantu nya karyawan baru di kantor.
"Itu foto Azka suamiku." Ucap Aleta tiba-tiba, membuat Tiana terkejut dan memperhatikan foto Azka bersama Anes.
"Anes itu kakak sepupu Azka." Ucap Aleta, Tiana terkejut tapi bukankah nona Anes juga kakak sepupu nona Aleta.
"Maaf jika saya lancang nona, tapi bukankah nona Anes juga kakak sepupu nona Aleta?" Tanya nya, Aleta tersenyum manis kepada Tiana.
"Hmmm, aku itu adik sepupu dari keluarga Daddy Anes. Kalau Azka adik sepupu dari keluarga mommy Anes, yang artinya aku dan Azka tidak memiliki ikatan darah." Ucap Aleta, Tiana mengangguk ia baru mengerti sekarang.
"Kalau tuan muda Axel?" Tanya Tiana, Aleta tersenyum mengingat adik nya yang Solimi.
"Axel itu adikku, adik kandung aku." Ucap Aleta, Tiana mengangguk.
"Kenapa nona Aleta dan tuan Axel berbeda, nona begitu lembut dan manis. Jika tuan Axel selalu terlihat galak dan seperti ingin memakan orang." Gumam nya, membuat Aleta menoleh.
"Kau berbicara sesuatu Tia?" Tanya Aleta.
"Ti_tidak nona." Jawab nya, Tiana melanjutkan pekerjaannya nya membantu Aleta.
__ADS_1
"Nona ini foto_" Ucap Tiana terhenti, saat Aleta tersenyum melihat foto Anes, Aiden, dan Alexi.
Di ruang kerja Aleta dan Anes foto para sepupu di pajang dengan rapi, terlihat cantik dan terlihat jika mereka semua saling menyayangi.
"Itu bang Aiden kakak dari Anes, kalau yang di samping kanan itu Alexi adik kembar Anes." Jawab nya, Tiana tercengang nona Anes dan tuan Alexi kembar? Pantas saja mirip.
"Nona Anes dan tuan tampan kembar?" Ceplos Tiana, Aleta tertawa kecil mendengar Tiana menyebut Alexi dengan sebutan tuan tampan.
"Ya, mereka kembar." Ucap Aleta.
"Pantas mirip nona Anes sangat cantik, dan tuan Alexi sangat tampan." Ucap Tiana, Aleta tertawa Tiana sangat lucu dan polos.
"Azka juga memiliki kakak kembar." Ucap Aleta, Tiana kembali dibuat tercengang.
"Apakah keluarga mereka selalu memiliki anak kembar?" Tanya Tiana, Aleta menggelengkan kepalanya dan tertawa.
"Tidak tahu, setahu aku yang memiliki anak kembar itu hanya mommy Dea dan mami Mei." Ucap Aleta, Tiana mengangguk dan tersenyum.
"Nona yang ini sudah selesai, apa lagi yang harus saya kerjakan?" Tanya nya, Aleta menatap pekerjaan Tiana yang cepat dan rapi.
"Wooowww, cepat sekali." Ucap Aleta, Tiana tersenyum.
"Kamu tolong susun buku-buku ini di rak sebelah sana." Ucap Aleta, Tiana mengangguk dan berjalan menuju rak buku di dalam ruang kerja Aleta.
Tiana melihat foto pernikahan Aleta disana, terlihat Anes yang mengenakan dress putih yang terlihat begitu cantik.
"Kau terlihat sangat mengagumi Anes." Ucap Aleta, Tiana menoleh menatap Aleta.
"Iya dia memang sangat cantik, selain itu Anes juga sangat baik." Ucap Aleta, Tiana merasa tertarik mendengar cerita tentang Anes.
Ia membalikkan tubuhnya menatap Aleta yang sedang duduk di sofa, Aleta duduk di sofa sedang memilih beberapa berkas yang penting dan berkas yang akan ia arsipkan.
"Benarkah?" Tanya Tiana.
"Hmmm, Anes selalu mengutamakan kenyamanan saudara-saudara nya. Padahal ia sendiri sering mengalami kesulitan." Ucap Aleta.
"Nona apakah nona Anes sudah menikah?" Tanya Tiana.
"Belum." Jawab Aleta, Tiana terbelalak mendengar perkataan Aleta. Wanita secantik dan sebaik Anes belum menikah?
"Tapi nona Anes wanita cantik dan baik, kenpa belum menikah?" Tanya nya polos.
"Mungkin karena dia masih nyaman dengan kesendirian nya." Ucap Aleta.
"Hmmm, bisa jadi." Jawab Tiana.
"Tiana." Panggil Aleta, Tiana menoleh menatap Aleta.
"Ada apa nona." Sahut nya.
"Berapa usiamu?" Tanya Aleta.
__ADS_1
"Usia saya baru 22 tahun nona." Ucap Tiana, Aleta menatap Tiana.
"Kamu masih muda kenapa kamu memilih untuk kerja sebagai cleaning servis?" Tanya Aleta, Tiana tersenyum dan menunduk.
"Karena saya hanya lulusan S*A nona, jaman sekarang mencari pekerjaan dengan lulusan itu sulit. Dan saya juga membutuhkan uang untuk membantu ibu saya." Ujar nya, Aleta terdiam ia merasa tidak enak kepada Tiana.
"Maaf, saya tidak bermaksud menyinggung kamu." Ucap Aleta.
"Tidak apa-apa nona, lagi pula ini memang kenyataannya. Ayah saya pergi menikah lagi, hingga membuat ibu jatuh sakit. Dan saja membutuhkan biaya untuk mengobati ibu saya." Ujar nya.
"Saya kira Anes wanita paling kuat, ternyata masih ada kamu wanita kuat dan sabar." Ucap Aleta.
"Ah, nona mau terlalu berlebihan." Ucap Tiana, Aleta tertawa kecil.
"Nona ini sudah selesai, nona haus tidak mau saya ambilkan minum?" Tanya Tiana.
"Tidak perlu saya membawa minum sendiri, ini dan ini untuk kamu." Ucap Aleta.
"Tidak perlu nona, saya bisa mengambil sendiri." Ucap nya.
"Tidak apa-apa ambil saja." Ucap Aleta, Tiana terharu selain para karyawan yang ramah ternyata para atasan pun baik dan tidak sombong. Hanya Axel saja yang selalu emosi jika berhadapan dengan Tiana.
"Nona saya tidak enak." Ucap Tiana.
"Tiana kita semua sama saja, kamu tidak boleh menganggap rend*h diri kamu." Ucap Aleta, Tiana mengangguk dan tersenyum.
Aleta juga ikut tersenyum kepada Tiana, melihat tiana Aleta merasa melihat Anes ia merasa melihat Anes. Aleta nyaman saat berbincang dengan Tiana.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Aleta tukang hipnotis nih, sampe buat Tiana nyaman gitu 😂*
A: lah kebalik Uun 😌
N: Dua-duanya nyaman ye kan 😂
A: Iya in aja biar cepet 😌
__ADS_1
N: 😂😂😂