
Setelah semua para tamu berkumpul Dio naik ke atas panggung untuk memberikan sambutan kepada para tamu yang sudah hadir, Dio menjelaskan jika pesta adalah pesta pertunangan putra bungsu nya Azka dengan putri sulung Julian yaitu Aleta.
"Dan untuk Aleta juga Azka silahkan naik ke atas panggung." Ucap Dio, Aleta dan Azka naik ke atas panggung.
Tidak hanya Dio dan Mei, disana juga ada Mae dan Julian yang menemani Aleta. Ada rasa terharu di hati Mae karena ternyata sejauh apapun ia berusaha untuk menjodohkan putrinya dengan lelaki lain, ternyata Azka lah laki-laki terakhir yang memikat hati putrinya.
"Aleta Quenby Elvina Abrisham, maaf jika selama ini aku bukanlah laki-laki yang membahagiakan kamu. Karena di awal pertemuan kita kamu hanyalah wanita yang aku anggap sebagai sahabat dan saudara untukku, sampai pada akhirnya di akhir perjuangan ku dalam mempertahankan orang yang salah. Kamu adalah bukti dari semua perjuangan yang telah aku lakukan secara sia-sia, aku mencintai wanita yang salah, banyak berkorban untuk nya sampai pada akhirnya aku yang di kecewakan. Dan itu semua terjadi tepat di hadapan kamu, kamu yang menyaksikan bagaimana sulit nya aku bahagia sakit nya aku. Tapi kamu juga yang menemani aku, kamu juga yang memberikan semangat untuk aku kembali." Ucap Azka.
"Kini aku sadar bahwa kamu adalah wanita yang aku butuhkan, yang aku inginkan dan yang aku cintai. Bo*oh memang karena aku tidak menyadari semua ini, mungkin aku sangat terlambat untuk menyadari perasaan aku terhadap kamu. Aleta aku tidak bisa berjanji untuk selalu membahagiakan kamu, aku tidak bisa berjanji akan terus menjaga kamu. Tapi aku akan selalu berusaha untuk memberikan kebahagiaan untuk kamu, dan aku akan selalu berusaha untuk membuat kamu merasa nyaman dan aman. Jadi maukah kamu berjalan di samping ku sampai kita menuju ke pelaminan untuk memulai kehidupan yang baru?" Ucap Azka, perkataan Azka membuat semua orang terharu.
Anes tahu betul tidak mudah bagi Azka untuk mendapatkan Aleta, wanita yang selalu ia ganggu dalam setiap waktu senggang nya.
"Terimakasih atas semua yang kamu lakukan untuk aku, terimakasih atas semua yang telah kamu berikan untuk aku. Azka tidak ada alasan untuk aku menolak kamu, terimakasih karena selama ini kamu sudah sangat berusaha untuk meyakinkan aku. Dan untuk hari ini aku menerima kamu, menerima semua yang ada dalam diri kamu." Balas Aleta, Azka menatap Aleta dengan tatapan lembut nya.
Keduanya bertukar cincin dan membuat para tamu memberikan tepuk tangan yang meriah untuk keduanya, Azka memeluk Aleta di hadapan para keluarga dan tamu yang hadir.
Kini Anes tersenyum manis melihat Azka dan Aleta yang berhasil bersama meskipun belum sampai ke jenjang pernikahan, ia merasa lega karena usaha nya selama ini tidak sia-sia.
Usaha yang cukup sulit untuk Anes mencari bukti mengenai Lolita dan segala penghianatan nya untuk Azka, tapi kini semuanya sudah berakhir. Harapan Anes hanya satu berharap jika Azka dan Aleta benar-benar bahagia.
Deandra melihat senyum kebahagiaan di wajah Anes, ia heran sebenarnya Anes ini manusia seperti apa. Bisa-bisanya ia terlihat begitu bahagia saat Aleta dan Azka bertunangan.
"Nona muda Abrisham." Sapa seorang lelaki yang tiba-tiba menghampiri Anes.
"Iya, ada yang bisa saya bantu?" Sahut Anes.
"Ah, tidak saya hanya ingin mengobrol saja dengan anda." Ujar nya to the points, Anes terdiam ia menatap orang tua Deandra yang menatap Anes dengan senyum manis nya.
"Maaf sebelumnya bolehkah saya permisi sebentar." Ucap Anes.
"Tentu saja." Ucap Deandra, membuat mama dan papa nya menatap Dean dengan tajam.
"Baiklah kalau begitu saya permisi." Ucap Anes tersenyum.
Meskipun hatinya merasa kesal kepada Deandra, namun Anes berusaha menyembunyikan kekesalan nya itu.
"Mari tuan." Ucap Anes, orang itupun mengangguk dan mengikuti Anes.
"Kamu ini apa-apaan si de, bisa-bisanya kamu membiarkan Anes berbicara dengan laki-laki lain." Ucap nyonya Gavriel, setelah kepergian Anes.
__ADS_1
"Memangnya harus seperti apa lagi, toh mereka hanya mengobrol." Ucap Deandra santai.
"De ingat Anes itu calon istri kamu, mau sampai kapan kamu seperti ini? Kurang apa Anes?" Ucap tuan Gavriel.
"Ma pa, cukup Dean sudah jengah dengan perjodohan ini. Tidak bisakah kalian membiarkan aku mencari pasangan hidup sendiri." Ucap Deandra.
"Mau mencari seberapa lama lagi? Selama ini kamu tidak pernah benar dalam mencari pasangan, tapi coba kamu lihat wanita yang kamu tolak. Anes wanita cantik terlahir dari keluarga yang pasti baik, dan memiliki sopan santun yang baik juga tapi malah kamu tolak." Ucap tuan Gavriel.
"Karena aku bukanlah tipe laki-laki yang dia inginkan, tidakkah kalian merasa jika Anes saja tidak ingin menemui kalian. Harusnya kalian sadar itu artinya bukan hanya aku yang menolak perjodohan ini." Ucap Deandra.
"Dean cukup, jika kamu berusaha sekeras apapun Anes menolak kamu sekeras apapun dia mencoba untuk menjauhi kamu. Suatu saat nanti Anes pasti akan memiliki perasaan yang spesial untuk kamu." Ucap mama.
"Cih, jadi mama lebih setuju jika anak mama yang di rend*hkan. Mama lebih suka aku mengejarnya, ma come on aku ini anak mama tapi dia? Dia siapa bisa-bisanya mama meminta aku untuk mengejarnya." Ucap Deandra.
"Dean kamu laki-laki jadi wajar jika kamu melakukan hal itu." Ucap mama.
"Terserah aku lelah dengan cara berpikir kalian semua." Ucap Deandra, ia meneguk minuman nya dan menatap Anes yang sedang berbincang tak jauh dari tempat nya duduk.
Deandra bangun dari duduknya lelaki itu berjalan mendekati Anes, lalu menarik tangan Anes begitu saja.
"Asssshhh, apa yang kamu lakukan." Pekik Anes.
"Berhenti berpura-pura baik di hadapan orang tuaku." Ucap Deandra, Anes tersenyum mengejek kepada Deandra.
"Cih, kau terlalu percaya diri nona." Ucap Deandra.
"Tentu saja, apa yang harus membuat aku tidak percaya diri? Aku cantik, baik, memiliki karier yang bagus. Bukankah itu wajar jika aku merasa percaya diri." Ucap Anes, cih sebenarnya Anes tidak ingin membanggakan dirinya sendiri.
Namun apa boleh buat jika lelaki yang ada di hadapannya ini benar-benar membuat Anes emosi, Deandra menatap Anes dengan intens.
"Tapi sayang kecantikan kamu tidak menarik perhatian ku." Bisik Deandra, Anes tersenyum mengejek kepada lelaki itu.
"Cih, karena hanya orang yang waras yang menyadari kecantikan ku. Lagi pula aku cantik bukan untuk menarik perhatian para lelaki, apalagi lelaki seperti dirimu." Ucap Anes, ia langsung pergi dari hadapan Deandra.
Sementara Deandra menatap kepergian Anes, ia benar-benar tidak akan membiarkan Anes tenang kalau sampai perjodohan ini terjadi.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Aneska
Aleta
Gedung pertunangan
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N: Dean jangan gitu Lo nanti Anes sama orang lain ngamookk 😂
A: Nanti nangis ye kan 😂
N: Nah iya, suka ngadi-ngadi si Dean 😂
__ADS_1
A: Maklum saja un maklum Dean lagi kelilipan 🤣
N: Kaya nya si emang bener kelilipan 🤣🤣🤣